Cika Indonesia
Client Sign In

News

Monday, 13 Mar 2017 - 13:07:23
foto: okezone.com CIKANEWS/energi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Asosiasi Perusahaan Compressed Natural Gas Indonesia (APCNG) dan Asia Pacific Natural Gas Vehicles Association (ANGVA), menggelar acara Natural Gas Vehicles (NGV) & Infrastructure Indonesia Forum & Exhibition yang ke-11. Acara roadshow kendaraan pengguna BBG ini mengangkat tema 'Bahan Bakar Untuk Indonesia'. Senin (13/3/2017) di lokasi acara berlangsung IRTI Monas, terlihat sejumlah kendaraan seperti mobil pribadi yang menggunakan konverter BBM ke BBG, kemudian ada juga taksi yang sudah menggunakan konverter, dan bajaj dengan bahan bakar CNG. Selaku penyelenggara acara, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja menjelaskan maksud dan tujuan acara selain media komunikasi dan promosi efektif termasuk sosialisasi dan kampanye pemanfatan gas alam (CNG),  acara ini juga dimaksudkan untuk menjaga kota seperti Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan lainnya menjadi kota bersih. Dalam acara tersebut akan diadakan juga konvoi sekitar 25 kendaraan CNG. Adapun kendaraan yang digunakan merupakan kerjasama dengan Pertamina, PGN, Pemprov DKI, Taksi Blue Bird, Taksi Putra dan bajaj. "Road show ini akan dimulai dari IRTI Monas menujui Bundaran HI. Kemudian ke Patung Pemuda-GBK-Semanggi-Gatot Subroto-MT Haryono-Dewi Sartika-dan terakhir di SPBG Cililitan," tukasnya. (DWP)  
Thursday, 04 Aug 2016 - 16:46:44
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menambah sekitar 500 pelanggan gas bumi untuk rumah tangga di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Diharapkan angka ini bisa terus mengalami peningkatan di masa yang akan datang.   Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, melalui anak usaha PT PGAS Solution, PGN sedang membangun pipa sepanjang 10,6 kilometer dengan nilai proyek sekitar Rp9,08 miliar. Pipa itu untuk mengoptimalkan penyaluran gas kepada masyarakat.   "PGN memiliki target menambah jaringan gas bumi melalui program PGN Sayang Ibu sebanyak 110.000 sambungan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dalam periode 2016-2019," kata Seketaris Perusahaan PGN Heri Yusup dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/8).                                       Heri mengatakan, salah satu daerah yang akan diperluas jaringan gas bumi rumah tangganya ada di Batam, Kepulauan Riau. Saat ini, PGN melalui anak usahanya PT PGAS Solution sedang membangun pipa sepanjang 10,6 kilometer (km) dengan nilai proyek sekitar Rp 9,08 miliar.   "Saat ini sudah ada sekitar 750 rumah tangga di Batam menikmati gas bumi yang bersih, efisien, aman, dan mudah dari PGN," tambahnya.   PGN merupakan badan usaha penyalur gas bumi terbesar di Indonesia, total jaringan pipa gas bumi yang dibangun dan dioperasikan PGN saat ini mencapai lebih dari 7.100 km, jumlah ini setara dengan 76% pipa gas bumi hilir yang ada di seluruh Indonesia. (MAL)  
Wednesday, 03 Aug 2016 - 16:42:38
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menurunkan tarif listrik Rp2-3 per kWh pada Agustus 2016 ini. Penurunan tarif ini dikarenakan penguatan Rupiah terhadap Dollar AS dan penurunan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP).   "Nilai tukar rupiah pada Juni 2016 menguat Rp64,6 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.419,65 pada Mei 2016 menjadi Rp13.355,05 per dolar," ucap Manajer Senior Humas PLN, Agung Murdifi.   Sementara, ICP pada Juni 2016 turun 0,18 dolar AS per barel dari sebelumnya 44,68 dolar per barel pada Mei 2016 menjadi 44,50 dolar per barel. Inflasi pada Juni 2016 meningkat 0,42 persen dari sebelumnya Mei 2016 sebesar 0,24 persen menjadi 0,66 persen.   Tarif listrik pada Agustus 2016 di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp 1.410,12 per kWh, tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi 1.084,66 per kWh, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp 971,01 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus menjadi Rp 1.593,78 per kWh.   12 golongan pelanggan yang mengalami penurunan tarif adalah: 1. Rumah Tangga R-1/Tegangan Rendah (TR) daya 1.300 VA 2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA 3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA 4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas 5. Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA 6. Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA 7. Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA 8. Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas 9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA 10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200 kVA 11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan 12. Layanan khusus TR/TM/TT.   25 golongan tarif lainnya tidak berubah. Pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial termasuk dalam 25 golongan tarif tersebut. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh Pemerintah. (YAS)  
Wednesday, 03 Aug 2016 - 14:57:32
foto: rimanews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) resmi meluncurkan Pertamax Turbo. Seremoni peluncuran ditandai dengan pengisian di mobil balap Lamborghini saat ajang Blancpain Supertrofeo Series berlangsung di Sirluit Spa-Franschamps, Belgia, Jumat (29/7).   Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan peluncuran Pertamax Turbo merupakan tindak lanjut dari kerjasama Pertamina sebagai techical partner Lamborghini.   "Pertamax Turbo merupakan bahan bakar untuk kendaraan bermesin bensin, yang merupakan hasil pengembangan dari produk Pertamax Plus dengan nilai oktan 98 serta dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF),” ungkap Wianda dalam keterangan resminya, Sabtu (30/7).   Menurut Wianda, diciptakannya Pertamax Turbo untuk mengakomodasi perkembangan teknologi mesin kendaraan yang semakin canggih. Mulai dengan penggunaan supercharger dan turbocharger yang membuat kompresi mesin makin tinggi, sehingga dibutuhkan bahan bakar dengan kualitas oktan tinggi.   Pertamax Turbo diklaim bisa mengelevasi performa mobil-mobil super secara signifikan sekaligus meningkatkan driveability dari mobil tersebut. Sehingga performa jadi lebih dahsyat terutama bagi mobil dengan kompresi lebih dari 12. (MAL)  
Wednesday, 03 Aug 2016 - 14:54:13
foto: Acara peluncuran "Produksi Pertamina Lubricants di Thailand" 26 Juli 2016/beritasatu.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina Lubricants melalui anak perusahaannya Pertamina Lubricants (Thailand) Co., Ltd. semakin memantapkan eksistensinya secara global dengan memperkuat portofolio produk pelumasnya di pasar Indochina terutama Thailand.   Acara dihadiri Komisaris PT Pertamina Lubricants Dolly Indra Nasution, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants Andria Nusa, CEO Pertamina Lubricants (Thailand) Co. Ltd. Dommy Ferdinando Peea, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi. "Kami ingin pelumas buatan Pertamina Lubricants, Fastron, menjadi leader dalam industri pelumas di Indochina dan menguasi pasar kawasan tersebut," tegas Dommy Ferdinando Peea, Direktur Pertamina Lubricants Thailand, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/7/2016).   Pada awal 2015, Pertamina Lubricants (Thailand) Co., Ltd. sudah memproduksi dan mendistribusikan produk pelumas industri untuk berbagai sektor usaha meliputi agrobisnis dengan produk pelumas unggulan yakni Meditran SXT 15W-40 API CI-4 Plus dan Turalik 52 ISO VG 68.   Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants Andria Nusa menambahkan  produk pelumas Pertamina sudah diakui dan dikenal secara internasional termasuk pabrikan-pabrikan mobil dunia.   "Kami juga merupakan technical partner untuk pabrikan super car Lamborghini, dimana Pelumas Pertamina Fastron Synthetic Oil digunakan dalam setiap kegiatan motorsport mereka. Sebagian produk kami yang hadir di Thailand saat ini merupakan langkah awal pencapaian kami,” katanya.   Pemilihan Thailand sebagai lokasi produksi dan pemasaran produk Pertamina Lubricants adalah tepat mengingat Thailand merupakan business hub yang memiliki kemudahan konektivitas dengan negara-negara terdekat sekitarnya. (MAL)  
Wednesday, 03 Aug 2016 - 14:49:35
foto: pinterest.com/isnandanural CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) terus berupaya meningkatkan produksi minyak tahun depan. Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar 74 ribu barel oil per day (BOPD).   Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Adriansyah di Jakarta, Rabu (27/7), mengatakan pada tahun ini kinerja rig sudah maksimum untuk produksi Banyu Urip sebesar 165 ribu bopd. Puncak produksi tersebut tercapai pada Maret 2016.   "Kita berharap masih bisa ditingkatkan, karena itu rata-rata tahunan. Jika misalnya 2017, kita asumsikan full Januari-Desember 165 ribu bopd, maka bagian PEPC sekitar 74 ribu bopd," tuturnya.   Menurut Adriansyah, langkah yang dilakukan saat ini adalah menjalankan releabilty plan, agar puncak produksi Lapangan Banyu Urip tetap bisa dipertahankan ke depannya. Sebab, puncak produksi akan menemui sejumlah tantangan, seperti plant shutdown untuk perawatan.   "Kita harapkan, mulai on stream pada saat Banyu Urip decline kira-kira perhitungan PoD (plan of development) awal, pada 2017 akhir, atau di 2018lah. Tetapi, tidak begitu besar," kata dia.   Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005. Pertamina EP Cepu, cucu usaha Pertamina bersama Mobil Cepu Limited, anak usaha Exxon Mobil Corporation, memegang 45 persen hak partisipasi   Sisanya, 10 persen hak partisipasi dikuasai Badan Kerja Sama Blok Cepu (BKS). Rencana pengembangan lapangan yang diperkirakan memiliki cadangan 445 juta barel tersebut disetujui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 15 Juli 2006. (MAL)
Wednesday, 03 Aug 2016 - 14:40:34
foto: ilustrasi CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer (km). Jumlah ini setara 76% pipa gas bumi seluruh Indonesia. Selama berpuluh-puluh tahun, PGN terus membangun jaringan gas bumi di berbagai daerah, semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita ketahanan energi bagi Indonesia.   Salah satu pejabat senior di PGN, Sri Budi Mayaningsih mengungkapkan, tak mudah bagi PGN untuk membangun pipa gas bumi nasional. "Kerja keras, integritas dan cucuran keringat dan air mata yang membuat PGN saat ini dapat sejajar dengan perusahaan migas kelas dunia dan BUMN gas terbesar di Indonesia," katanya.   Membangun pipa gas di Indonesia kata Sri Budi Mayaningsih tidaklah mudah, rintangannya sangat banyak.    "Apalagi ini dilakukan sejak era 1970-an di mana harga gas terpaksa dijual dengan murah, karena pada periode itu harga BBM masih murah karena disubsidi pemerintah bahkan sebagian dari impor," kata Sri Budi Mayaningsih yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, anak usaha PGN pada Rabu (27/7/2016).   Wanita yang akrab disapa Maya ini mengungkapkan, selama beberapa tahun bisnis PGN saat itu hanya menyalurkan gas buatan untuk kebutuhan energi di sektor rumah tangga dan penerangan jalan raya yang merugi. Namun para pimpinan dan karyawan PGN tak patah arang. PGN melakukan inovasi dengan sedikit mengubah pola bisnisnya yang sebelumnya menyalurkan gas buatan menjadi menyalurkan gas bumi melalui pipa.   Ditambahkan Direktur PGN, Dilo Seno Widagdo, saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan lebih dari 7.100 km pipa gas bumi, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pipa-pipa gas tersebut memasok gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan ke lebih dari 107.690 rumah tangga pelanggan PGN, 1.857 usaha kecil, mal, restoran, hotel, rumah sakit, serta 1.529 industri skala besar dan pembangkit listrik.   Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.   "PGN tidak lantas diam, PGN makin agresif membangun infrastruktur pipa gas, SPBG, MRU (SPBG mobile), dan lainnya," tegasnya. Dilo menegaskan, PGN terus berkomitmen membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. Gas bumi merupakan energi bersih, efisien, dan diproduksi dari perut bumi Indonesia alias tak impor. (MAL)  
Thursday, 28 Jul 2016 - 16:00:55
foto: detik.com CIKANEWS/energi - Demi meningkatkan pengetahuan mengenai pelumas, Pertamina Lubricants mendirikan Integrated Lubricant Marketing Academy (ILMA). ILMA merupakan salah satu pusat pelatihan terpadu untuk Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pertamina Unit Pelumas dan konsumen yang berhubungan erat dengan Pelumas dan Pelumasan. ILMA didirikan oleh PT Pertamina Lubricants pada Oktober 2008.   Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi pelumas dan didukung oleh penjualan yang semakin meningkat serta banyaknya kebutuhan konsumen terhadap Pelumas dan Pelumasan, maka ruang lingkup ILMA menjadi lebih besar dalam memberikan ilmu pelumas dan pelumasan.   Tidak hanya memberikan Excellent Services After Sales saja, PT Pertamina Lubricants melalui ILMA juga membina SDM internal menjadi pekerja yang profesional dengan standar nasional dan internasional.   Guna mewujudkan misi tersebut, ILMA dikelola secara profesional, terprogram, dan berkelanjutan. Pengelolaan ini tidak hanya memberikan pengetahuan maupun aplikasi tentang pelumas dan sistem pelumasan kepada peserta saja, tetapi mencakup skill/knowledge yang diperlukan untuk mengelola operasional bisnis, serta mencakup behavior (attitude) yang diperlukan oleh organisasi untuk membentuk individu maupun tim yang mampu mencapai tujuan organisasi.   ILMA juga bertujuan untuk meningkatkan skill/knowledge SDM Pertamina, customer, dan umum tentang Pelumas dan Sistem Pelumasan, memberikan informasi terkini mengenai teknologi pelumas yang terus berkembang di mana menuntut peningkatan kompetensi baik bagi tenaga penjual maupun konsumennya serta memberikan informasi dan penjelasan terkini dan akurat tentang produk baru Pertamina Pelumas.   Kini ILMA dipimpin oleh 7 technical specialists yang memang memiliki ilmu dan pengetahuan teknis dan non teknis ilmu pelumasan dengan berkantor pusat di Gedung Oil Center Thamrin lantai 7. ILMA terus mengembangkan materi-materi yang disajikan sesuai perkembangan teknologi mutakhir. Ini ditujukan sebagai bentuk pelayanan Pertamina Lubricants kepada pelanggan dan konsumen setianya. Dapat terlihat jelas bahwa peluang usaha Pertamina Lubricants untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam era globalisasi ke depan sangat terbuka lebar.   Dengan adanya ILMA, seluruh kegiatan pembinanaan SDM yang terintegrasi dapat dijadikan usaha dalam mewujudkan pekerja yang handal dan professional serta berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik. Tentunya hal ini sejalan dengan kebutuhan akan ilmu pengetahuan tentang pelumas dan sistem pelumasan oleh konsumen baik otomotif maupun industri.
Monday, 25 Jul 2016 - 15:24:29
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - Tim Manor Racing masih menginginkan pembalap Formula 1 (F1) asal Indonesia, Rio Haryanto akan membalap semusim penuh bersama tim tersebut.   Direktur Balap tim Manor Racing, Dave Ryan mengatakan, pihaknya masih berusaha mengamankan posisi Rio Haryanto di Formula Satu hingga sisa musim ini.   "Kami bekerja dengan manajemen Rio dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengamankan posisinya untuk sisa tahun ini," ungkapnya.   Ryan tak menampik bila Manor sudah memiliki rencana lain bila Rio memang tidak bisa membayar utang tersebut. Akan tetapi, mempertahankan Rio adalah tujuan utama dari Manor.   Rio terancam posisinya di Tim Manor Racing usai GP Hungaria 2016 karena dia baru membayar setengah dari total 15 juta Euro yang diminta tim untuk penampilannya selama satu musim. Jika tidak membayar sisa kewajibannya, kemungkinan ia akan mengakhiri karier di race ke-11 musim ini.   Vice President for Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan perusahaan BUMN akan membayar termin terakhir kepada Manor pada akhir musim 2016. Pihaknya masih optimistis meski kontrak Rio berakhir usai GP Hungaria.   "Kami sudah melakukan pembayaran hingga termin ketiga, hanya tinggal menunggu pembayaran di termin keempat pada akhir musim balap tahun ini," kata Wianda. (YAS)
Monday, 25 Jul 2016 - 15:22:19
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina telah meresmikan wisata migas pertama di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Senin (25/07/2016).   Tempat wisata yang diberi nama Petroleum Geoheritage Wonocolo,  ini dilatarbelakangi oleh sumur minyak tradisional yang terletak di wilayah Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro, sudah lebih dari 100 tahun beroperasi secara tradisional yang dikelola oleh masyarakat setempat.   "Kami melihat bahwa yang ada di Desa Wonocolo ini merupakan sesuatu yang unik. Di sini warga beraktivitas secara tradisional untuk memproduksikan minyak dari sumur-sumur tua sejak lebih dari 100 tahun," kata Cepu Field Manager, Agus Amperianto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.   Untuk menjaga keunikan local heritage di sini, kata dia, Pertamina bersama Pemda Bojonegoro dan dukungan dari seluruh stakeholder mencoba membuat sebuah desa wisata migas yang diberi nama Petroleum Geoheritage Wonocolo. Agus menjelaskan bahwa pendirian Petroleum Geoheritage Wonocolo ini didasari karena keunikan yang dimiliki oleh struktur geologi di Desa Wonocolo ini.   "Di sini masyarakat diajak melihat langsung penambangan tradisional yang eksotik, dengan keberadaan tiang penyangga kayu dan dioperasikan secara tradisional. Selain itu ada trek untuk jeep, motor trail, dan sepeda," ujar Agus.   Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto yang berkesempatan mencoba langsung trek sepeda. Dia mengatakan bahwa Desa Wisata Migas di Wonocolo ini sangat menarik. "Dengan melintas menggunakan sepeda maupun jeep, selain membuat badan dan pikiran fresh (segar), kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana sejarah operasi migas di Indonesia pada masa lampau". (MAL)  
Monday, 25 Jul 2016 - 15:16:45
foto: metrotvnews.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang berasal dari sampah menggunakan teknologi Zero Waste  berkapasitas 8,31 Mega Watt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo,‎ Surabaya Jawa Timur.   "Resminya pembelian listrik ditandai oleh Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT)," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Timur dan Bali, Amin Subekti.   Penandatangan dilakukan oleh General Manager Distribusi Jawa Timur, Yugo Riatmo dengan PT Sumber Organik. Benowo tahap 2 yang direncanakan beroperasi tahun 2019 ini merupakan kelanjutan Benowo tahap 1 kapasitas 1,65 MW yang sudah beroperasi sejak 30 November 2015 lalu.   "Penandatanganan ini sebagai wujud nyata pemanfaatan EBT yang menjadi salah satu fokus PLN Sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)” lanjut Amin.   Dengan ditandatanganinya PJBL ini, secara keseluruhan PLN Distribusi Jawa Timur telah bekerjasama membangun Pembangkit EBT sebesar 15,79 MW, meliputi PLTSa Benowo Surabaya 8,31 MW, PLTSa Benowo 1 sebesar 1,65 MW menggunakan teknologi Sanitary Landfill, Excess Power Kediri 3 MW, PLTM Pacet Mojokerto 1,5 MW, PLTM Lodagung sebesar 1,3 MW dan PLTM Seloliman Excess Power Mojokerto sebesar 30 Kilo Watt (kW). (YAS)  
Thursday, 21 Jul 2016 - 16:42:50
foto: beritasatu.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mampu menekan pencurian aset yang sempat mencuat beberapa waktu lalu. Untuk itu, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) itu melibatkan nelayan untuk menjaga kelancaran operasi anak usaha PT Pertamina (persero) itu.   "Masyarakat sekitar berperan aktif melaporkan kejadian atau tindakan yang mencurigakan. Sampai saat ini belum ditemukan lagin kasus pencurian aset," tutur Communication and Relations Manager PHE ONWJ Donna Priadi saat berdiskusi di Media Gathering SKK Migas, di Bandung, Jawa Barat, kemarin.   Donna menuturkan, seluruh aset yang digunakan untuk menunjang operasional industri hulu migas masuk dalam kategori obyek vital nasional karena memiliki peran penting bagi bangsa dan negara baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Gangguan keamanan pada aset tersebut akan menyebabkan kerugian negara.   Dia bilang sebelum dioperasikan oleh Pertamina, kasus gangguan keamanan khususnya pencurian aset seperti pipa, valve, kabel, lampu navigasi di wilayah kerja PHE ONWJ cukup tinggi hingga mencapai 100 kasus. Hal tersebut menyebabkan kerugian mencapai jutaan dolar.   "Strategi ini merupakan upaya yang dilakukan PHE ONWJ untuk membangun kepercayaan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kelancaran operasi migas yang dilakukan PHE ONWJ," kata Communication and Relations Manager PHE ONWJ, Donna Priadi, dalam Media Gathering SKK Migas di Hotel Sheraton, Bandung, Selasa (19/7/2016).   Kerja sama yang baik tersebut bisa tercipta karena rasa saling percaya antara perusahaan dan masyarakat, khususnya nelayan. PHE ONWJ melalui kegiatan pengembangan masyarakat melakukan pembinaan dan pengembangan potensi masyarakat nelayan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. (MAL)    
Thursday, 21 Jul 2016 - 16:34:31
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Tbk dan PT Pertamina Gas, anak usaha PT Pertamina (persero) bekerja sama membangun pipa gas ruas Duri-Dumai.   Direktur PGN Dilo Seno Widagdo sebelumnya mengaku, pihaknya masih menanti surat penugasan dari pemerintah terkait penunjukkan PT Pertamina Gas, anak usaha PT Pertamina (Persero) membangun pipa transmisi pada ruas Duri-Dumai di Provinsi Riau.   "Kami terus membangun dan memperluas jaringan pipa gas bumi di berbagai daerah eksisting serta aktif membuka wilayah-wilayah baru (pioneering). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi di Indonesia," katanya Rabu (20/7/2016).   Seperti diketahui, baik PGN maupun Pertamina memiliki rencana pembangunan pipa gas di Duri-Dumai. Pertamina melalui PT Pertamina Gas membangun pipa transmisi sepanjang 67 Kilometer dengan biaya US$70 juta.   Direktur Utama PT Pertamina Gas Hendra Jaya mengatakan pihaknya mendukung keputusan pemerintah. Diskusi lebih lanjut, katanya, diperlukan mengingat baru kali ini penugasan diberikan kepada dua perusahaan di ruas yang sama.   "Perlu diskusi khusus karena baru kali ini untuk satu ruas ditugaskan dua badan usaha," katanya, Minggu (17/7).   Adapun, terkait tenggat penyelesaian proyek, Hendra menilai tak masalah. Pasalnya, sejak awal pihaknya menargetkan agar proyek tersebut rampung pada kuartal I/2017. Target tersebut, katanya, disesuaikan dengan kesiapan Kilang Dumai. "Memang dari sejak awal kita mentargetkan selesai pada kuartal I/2017," katanya. (MAL)  
Wednesday, 20 Jul 2016 - 16:27:17
foto: pikiranrakyat.com CIKANEWS/energi - Jajaran Pemasaran dan Niaga PT Pertamina mendapatkan penghargaan atas prestasinya yang mampu menyediakan dan mendistribuskan BBM dan Elpiji selama masa Lebaran 2016. Penghargaan diberikan oleh tiga lembaga non pemerintah di bidang energi yaitu Pusat Kebijakan Publik (Puskepi), Indonesia Resources Study (IRESS), dan Energy Watch Indonesia (EWI).   “Pertamina Pemasaran dan Niaga, anggota serikat pekerja beserta seluruh staf dan mitra kerjanya layak diberikan penghargaan atas prestasinya menyediakan dan mendistribusikan BBM khususnya selama arus mudik Lebaran 2016. Di saat saudaranya liburan dan bersantai bersama keluarga, mereka tetap bekerja keras melayani dan menyediakan BBM serta elpiji ke masyarakat,” ucap Direktur Puskepi Sofyano Zakaria.   Sofyano mejelaskan, selama masa liburan dan saat puncak arus mudik Lebaran 2016, BBM dan Elpiji tetap tersedia di masyarakat. Meskipun masih ada beberapa kekurangan disana-sini, namun secara keseluruhan pasokan BBM dan Elpiji ke masyarakat aman dan terkendali.   “Tidak ada gejolak harga yang signifikan dan pasokan barang khususnya BBM dan Epiji ke masyarakat masih aman dan terkendali. Ini prestasi yang layak diberikan apresiasi bersama,” jelasnya.   Direktur IRESS Marwan Batubara menyampaikan apesiasi dan penghargaan atas prestasi jajaran Pertamina di pusat sampai di lapangan.   “Kinerja dan pelayanan Pertamina terutama saat arus mudik Lebaran 2016 kemarin layak diparesiasi,” ungkapnya.   Sementara, Direktur Eksekutif EWI, Ferdinand Hutahean menilai, apa yang dilakukan Pertamina saat arus mudik dan balik lebaran kemarin sangat luar biasa.   "Untuk itu kita mencoba mengapresiasi hal itu dengan memberikan penghargaan kepada Direktorat Pemasaran dan para pekerja Pertamina atas keberhasilan tersebut," katanya. (YAS)  
Monday, 18 Jul 2016 - 17:11:23
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menggalang kerja sama dengan tiga pemerintah daerah di wilayah Timika, Papua guna meningkatkan rasio elektrifikasi kelistrikan. Manajer PLN Area Timika Salmon Kareth mengatakan pertumbuhan rasio elektrifikasi kelistrikan sangat ditentukan oleh dukungan dan peran serta pemerintah daerah.   "Semenjak Kantor PLN Rayon Timika berubah status menjadi Area (Cabang) maka kami langsung melakukan pendekatan dan lobi-lobi ke pemerintah daerah Kabupaten Mimika dan Asmat untuk bagaimana kita bisa meningkatkan rasio elektrifikasi kelistrikan di daerah ini," ujar dia, Senin (18/7).   Kantor PLN Area Timika wilayahnya mencakup tiga kabupaten yaitu Mimika, Asmat dan Nduga. Adapun di Kabupaten Nduga hingga kini PLN belum dapat memberikan layanan maksimal karena kesulitan jangkauan geografis.   "Kami belum bisa menjangkau sampai ke Nduga. Beberapa waktu lalu PLN sudah memasang PLTS di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga. Tapi saat ini peralatan PLTS di Nduga itu dalam kondisi rusak dan sedang dalam tahap perbaikan di Jakarta," kata Salmon.   Salmon mengatakan PLN menargetkan agar proyek PLTMG Timika bisa dikerjakan paling lambat pada 2017. "Target kami paling lambat 2017 PLTMG Timika sudah mulai dibangun. Kalau membangun PLTU memang membutuhkan waktu yang cukup lama lebih dari empat tahun baru selesai. Tapi kalau PLTMG tidak terlalu rumit karena semua peralatan sudah dalam bentuk mobile," jelas Salmon.   Pelanggan PLN khusus di Kota Timika dan sekitarnya kini tercatat sebanyak 43 ribu. Sementara di Kenyam, Kabupaten Nduga jumlah pelanggan PLN baru sekitar 1.000 pelanggan. (MAL)  
Friday, 15 Jul 2016 - 15:42:43
foto: dakwatuna.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Medan memberi bantuan berupa selimut, tenda dan sabun kepada Pengungsi Sinabung di Desa Tiganderket, Kabupaten Tanah Karo, Medan.   Head of Area PGN Medan, Saeful Hadi berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh pengungsi Sinabung.    "Bantuan yang kita berikan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Karena sebelum bantuan ini kita berikan, kita sudah survei ke lokasi bahwa bantuan ini yang diperlukan pengungsi, " ucapnya.   Pejabat Kades Minarti Br Sembiring memberitahukan bahwa lokasi itu jarang tersentuh dan diperhatikan oleh pemerintah pusat. Dirinya meminta kepada PGN untuk menyerahkan secara langsung bantuan tersebut kepada kepala keluarga disana.   "Pengungsi disini jumlahnya, 265 KK sebanyak 936 jiwa dan 162 jiwa di antaranya muslim. Kita minta kepada bapak-ibu dari PGN untuk langsung saja membagikan bantuannya satu per satu pada kepala keluarga disini," kata Minarti.   Pekerjaan para pengungsi awalnya adalah buruh tani atau bekerja di ladang milik orang untuk mendapatkan uang. Hal itu dilakukan, karena ladang milik mereka sendiri sudah tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam lagi.   "Kalau ladang kami sendiri sudah habis kena lahar dingin Sinabung itu. Karena rata-rata ladang warga itu berada di radius 5 kilometer yang saat ini jadi Zona Merah. Makanya mereka bekerja buruh tani agar dapat uang untuk kebutuhan," ungkap salah seorang warga.   (YAS)  
Friday, 15 Jul 2016 - 15:41:04
foto: lintas24.com CIKANEWS/energi - Pertamina memberikan bantuan pendanaan rehabilitasi rumah warga yang rusak parah akibat bencana alam yang telah terjadi di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Pemberian bantuan dana itu dimotori oleh Baituzzakah Pertamina (Bazma) dan Pertamina Peduli RU IV Cilacap.   Bantuan ini diserahkan secara simbolik pada hari Senin, 11 Juli 2016 di Kantor Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Selain di Gumelem Kulon, bantuan juga diberikan kepada korban bencana longsor di Kabupaten Purworejo. Bantuan berupa uang Rp 115 juta dari Bazma, Rp 32,5 juta dari Pertamina Peduli RU IV, paket buku tulis dan alat tulis serta pakaian.   Ketua Pelaksana Bazma Pertamina Pusat, Sukendar berharap bantuan ini dapat mendanai rehabilitasi rumah para korban.   "Memang tidak banyak, tapi harapannya bisa digunakan untuk mengcover pendanaan rehabilitasi rumah korban bencana. Pengaturan dananya, kami serahkan ke pemerintah desa saja, yang mengetahui detail kebutuhan," katanya.   Sampai Juli ini, penanganan bencana alam di Gumelem Kulon masih berlangsung. diharapkan penanganan bisa lebih optimal. Meskipun longsor masih mengancam karena hujan yang masih terus mengguyur, warga tetap enggan direlokasi. Sebab, di sanalah kehidupan masyarakat berada. Masyarakat umumnya bekerja sebagai penderes gula. (YAS)  
Friday, 15 Jul 2016 - 15:39:46
foto: koran-jakarta.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) bakal menjadi komplek industri petrokimia terbesar di Indonesia. Hal itu menyusul Rencana pengintegrasian Kilang Trans Pacific Petroleum Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur dan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) Cilacap, Jawa Tengah Sejak Mei 2012.   Selain memasok kebutuhan industri dasar dan juga mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), pengoperasian dua kilang pengolahan tersebut juga akan mengurangi penggunaan devisa. “Secara keseluruhan tentunya dengan beroperasi kedua kilang tersebut negara diuntungkan," ujar Dirgo Purbo, Ahli Geoekonomi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Selasa (12/7).   Direktur Eksekutif Refor-Miner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, keberhasilan Pertamina mencatatkan surplus produksi solar harus diapresiasi. Sebab, kebutuhan jenis bahan bakar ini diperkirakan tetap ada selama sektor industri dan transportasi yang menjadi konsumen utamanya berkembang. ”Berkembangnya infrastruktur gas, baik untuk industri dan transportasi, memang berpotensi membuat permintaan solar turun. Namun, saya kira perkembangan infrastruktur tersebut bertahap. Daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan gas akan tetap menggunakan solar, mengingat distribusinya lebih fleksibel dibandingkan gas,” ujar Komaidi di Jakarta kemarin. Ferdinand Hutahean, Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, mengatakan Pengoperasian RFCC Cilacap dan TPPI akan mengurangi impor BBM nasional cukup signifikan. Dengan mengurangi angka impor nasional akan berpengaruh terhadap neraca perdagangan dan berpengaruh terhadap penggunaan valuta asing yang selama ini digunakan untuk impor BBM.   “Selain pengurangan angka impor, pengoperasian RFCC Cilacap dan TPPI juga akan meningkatnya daya tahan energi nasional serta pertumbuhan industri dasar di Indonesia,” katanya. 
Friday, 15 Jul 2016 - 15:38:41
foto: eksplorasi.id CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) menargetkan akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Momerandum of Underdstanding/MoU) dengan National Iranian Oil Company (NIOC) untuk mengelola blok migas di Iran pertengahan Juli ini.   Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam menyatakan, sebelumnya rencana penandatanganan MoU tersebut memang tidak terlaksana lantaran CEO NIOC ada acara lain. Sehingga penandatanganan MoU diundur.   "Tapi karena CEO NIOC ada acara lain makanya acaranya ditunda. Nanti mungkin mereka juga lagi mencari waktu kapan Pak Dwi Soetjipto (Direktur Utama Pertamina) sama CEO-nya bisa, baru kita tanda tangan bareng-bareng," kata Syamsu, usai halal bihalal di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (11/7/2016).   Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengungkapkan, NIOC berminat membangun tangki penyimpanan BBM (tangki timbun/storage BBM) dan kilang minyak. Saat ini Indonesia memang sangat membutuhkan keduanya. Storage diperlukan karena cadangan BBM Indonesia sangat rawan. Cadangan operasional BBM hanya cukup untuk 18-22 hari, sedangkan cadangan strategis belum ada.   "Mungkin di storage atau kilang. Nanti ikut saja apa yang dibutuhkan di Indonesia, kita kan butuh banyak storage BBM," Dwi mengungkapkan.   MoU akan diteken di Iran pertengahan atau akhir Juli 2016. Setelah Nota Kesepahaman sah, pertama-tama kedua perusahaan akan melakukan uji tuntas (due diligence) untuk kerja sama menggarap blok migas di Iran. Kajian dilakukan selama kurang lebih 6 bulan. (MAL)  
Friday, 15 Jul 2016 - 15:37:26
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - PT Tugu Pratama Indonesia, anak usaha PT Pertamina (Persero) di industri asuransi dipastikan akan melepas sebagian sahamnya ke publik (Initial Public Offering/IPO) pada tahun ini. Aksi lepas saham ke publik ini dilakukan untuk menambah pendanaan Tugu Pratama guna mengembangkan bisnisnya.   Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan dalam mempersiapkan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) anak usahanya, Pertamina mendorong supaya kinerja anak usahanya itu makin kinclong supaya sahamnya nanti laris manis.   Dwi menilai Tugu Pratama merupakan anak usahanya yang paling siap untuk melakukan IPO. Meski begitu, manajemen Pertamina terus mendorong anak usaha lainnya agar siap IPO. Pertamina tengah menyiapkan dua anak perusahaannya yang berada pada sektor perhotelan dan rumah sakit untuk IPO. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Patra Jasa dan PT Pertamina Bina Medika.   "Yang sudah siap saya pikir sektor asuransi. Yang lain segera kami dorong, karena kami juga harus menyiapkan untuk IPO, karena kalau mau IPO kan tiga tahun terakhir harus laba terus tidak boleh rugi," tutur Dwi.   Laba komprehensif Tugu Pratama sepanjang 2015 meningkat 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp445 miliar dari sebelumnya sebesar Rp356 miliar. Sementara realisasi jumlah aset perusahaan juga naik 25 persen menjadi Rp9,09 triliun dari sebelumnya Rp7,88 triliun. (YAS)  
Friday, 15 Jul 2016 - 15:36:27
foto: jejamo.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) mencatat penggunaan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite melonjak dan memastikan situasi pasokan bahan bakar dalam arus balik Lebaran 2016 hingga kini berjalan lancar dan aman.   “Rata-rata realisasi penyaluran Pertalite hingga tanggal 10 Juli 2016 pukul 00.00 WIB mencapai 140 persen dari rata-rata harian normal 10.063 kiloliter per hari,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro Minggu (10/7).   Pihaknya belum menghadapi kendala saat arus balik. "Kami telah melakukan persiapan terbaik untuk memastikan penyaluran BBM pada arus balik berjalan lancar," ujarnya.   Wianda mengatakan, berdasarkan pantauan kondisi pasokan dan stok BBM hingga hari ke-19 masa Satgas Lebaran 2016 Pertamina, atau pukul 00.00 WIB tanggal 10 Juli 2016, rata-rata stok BBM berada di atas 20 hari, dengan rincian Premium 20 hari, Biosolar 30 hari, Pertamax 23 hari, Pertalite 13 hari, dan Avtur 23 hari.   “Penyaluran Biosolar pada periode yang sama mencapai 82 persen dari rata-rata normal 35.319 kiloliter per hari, di mana dalam tujuh hari terakhir realisasi penyaluran Solar selalu di bawah 50 persen dari rata-rata normal menyusul tidak beroperasinya angkutan barang, kecuali truk sembako dan BBM,” katanya. (MAL)  
Wednesday, 13 Jul 2016 - 16:14:55
foto: tempo.co CIKANEWS/energi - Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja sama erat dengan Pertamina dalam persiapan menghadapi arus balik 2016.   Di antaranya, Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan setempat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), yang bersama-sama memastikan layanan distribusi BBM kepada masyarakat benar-benar berjalan optimal.   "Kami melakukan persiapan-persiapan terbaik untuk hadapi arus balik nanti. Tentu saja kerjasama erat antara Pertamina dan pemangku kepentingan, seperti Kepolisian, Kemenhub, Dinas Perhubungan setempat, serta BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) sangat diperlukan untuk memastikan layanan BBM kepada masyarakat benar-benar optimal," kata Wianda.   Pada arus balik Lebaran 2016 PT Pertamina melakukan tujuh langkah untuk memastikan kelancaran pasokan BBM kepada masyarakat. Tujuh langkah tersebut adalah: Menambah armada dan awak mobil tangki BBM sebanyak 25 pasangan yang bergantian beroperasi selama 24 jam. Menambah jumlah petugas operasional terminal BBM, termasuk petugas lapangan, pemantauan stok, dan kondisi lalu lintas. Menambah cadangan berbagai jenis BBM di SPBU semaksimal mungkin. Menambah volume Pertamax Series kemasan hingga lebih dari 55 KL. Menambah portable tank operation (PTO) sebagai "SPBU mobile" yang berisi 6.000 liter, 10 ribu liter, dan 16 ribu liter Pertamax, baik di rest area Jakarta Cikampek KM 49-50, maupun standby di bahu jalan tol Brebes dan Cikampek dengan pengawalan Kepolisian. Menambah mobil pick up dan pasukan motor untuk antaran BBM. Menambah kekuatan personil untuk pengawalan distribusi BBM dari terminal BBM menuju SPBU. Sebagai tambahan layanan kepada masyarakat, Winda mengatakan, Pertamina menyiapkan minuman dan makanan ringan gratis dari mini market Bright sebanyak 4.200 paket di beberapa titik di Jawa Tengah. (YAS)
Friday, 01 Jul 2016 - 15:19:45
foto: republika.co.id CIKANEWS/energi - Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PGN Hendi Kusnadi melepas 3.249 orang peserta mudik gratis PGN 2016 di Jakarta, Kamis (30/6/2016). Peserta mudik adalah sopir Bajaj Gas KOBAGAS berserta keluarga, pekerja di lingkungan PGN mulai dari office boy, cleaning service, sopir, petugas keamanan, hingga wartawan.   "Total, ada 3.249 orang yang ikut dalam mudik gratis ini," kata Hendi.   PGN mengapresiasi para sopir bajaj gas yang tergabung dalam KOBAGAS (Komunitas Bajaj Gas) setiap tahunnya, karena selama ini mereka turut mendukung program pemerintah dalam mengkonversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).   "Para sopir bajaj ini sudah mendukung penggunaan BBG yang bersih dan efisien. Selain juga, mereka bisa mendapatkan penghematan hingga Rp80.000 per hari setelah menggunakan BBG," katanya.   PGN menyiapkan 76 bus ke 10 jurusan berikut ini:   1. Pantura I – Jabar (Indramayu-Cirebon-Kuningan) 2. Pantura II A – Jateng (Cirebon-Tegal-Slawi-Margasari) 3. Pantura II B – Jateng (Cirebon-Tegal-Demak-Kudus) 4. Pantura III – Jateng - Jatim (Cirebon-Tegal-Semarang-Ungaran-Salatiga-Solo-Madiun) 5. Pantura IVA – Jateng (Cirebon-Tegal-Semarang-Salatiga-Boyolali-Solo) 6. Pantura IVB – Jateng (Cirebon-Tegal-Semarang-Ambarawa-Secang-Magelang-Yogyakarta) 7. Pantura V - Jawa Timur (Cirebon-Tegal-Semarang-Tuban-Lamongan-Surabaya) 8. Jalur Tengah Jateng – DIY (Cirebon-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Kebumen-Purworejo-     Yogyakarta) 9. Jalur Selatan Jateng - DIY (Nagrek-Tasik-Ciamis-Majenang-Kebumen-Purworejo-     Yogyakarta) 10. Jalur Tengah – Jateng (Banjar-Karang Pucung-Cilacap)   "Kami berharap program mudik gratis PGN ini dapat menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan transportasi masyarakat untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman. Semoga para pemudik dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat dan aman," tambah Hendi. (YAS)  
Thursday, 30 Jun 2016 - 13:27:56
foto: Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) Hendi Prio Santoso memberikan bantuan santunan kepada para anak yatim di acara peringatan Nuzulul Quran di Masjid PGN, Jakarta Pusat, Selasa (28/6)./reoublika.co.id CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memberikan santunan kepada 15.000 anak yatim yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia.   Adapun total nilai santunan yang diberikan sebesar Rp 7,5 miliar. Pemberian santunan dilakukan secara simbolis di acara peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid PGN, Jalan KH. Zainul Arifin, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016).   Pemberian santunan kepada anak yatim dan bantuan kepada yayasan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilakukan oleh PGN setiap tahun di seluruh daerah operasinya di Indonesia. Hal ini adalah bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri.   “Di bulan suci Ramadan yang mulia ini, PGN ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Kami berharap energi baik PGN dapat menjadi berkah bagi Indonesia,” kata Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso usai menyerahkan bantuan secara simbolis.   Hendi menambahkan bahwa doa dan dukungan yang diberikan kepada PGN selama ini dapat memberikan nilai positif bagi PGN. Yaitu dalam upaya untuk terus membangun infrastruktur gas bumi dalam rangka meningkatkan dan memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat luas.   "Semoga bantuan ini memberikan berkah dan doa bagi PGN yang saat ini telah berusia 51 tahun, untuk menjadi perusahaan energi di sektor gas bumi yang menjadi kebanggaan dan bermanfaat bagi masyarakat, dan terus berkomitmen mengembangkan infrastruktur dan penyaluran gas bumi di tanah air," ungkap Hendi. (MAL)  
Thursday, 30 Jun 2016 - 13:14:24
foto: bumninsight.co.id CIKANEWS/energi - Sebagai langkah nyata dalam mendukung program pemerintah yang mewajibkan minimal penggunaan bahan bakar nabati 20 persen yang tertuang dalam Permen ESDM No 32 tahun 2008 tentang Kewajiban Minimal Penggunaan Bahan Bakar Nabati untuk Berbagai Sektor meliputi industry, komersial dan transportasi, PT Pertamina Lubricants meluncurkan Meditran SX Bio.   Vice President Marketing Retail PT Pertamina Lubricant Syafanir Sayuti mengatakan produk ini  diperuntukkan khusus untuk kendaraan berbahan bakar bio solar (bio diesel) B20.   "Kita mengeluarkan produk baru ini merupakan pelumas khusus untuk mesin kendaraan berbahan bakar biodiesel, yang memiliki keunggulan panjang pemakain lebih dari pelumas lainnya," ujarnya.   Dengan pilihan performa level API CH4 dan API C14 Plus, varian Meditran SX Bio tersedia untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial (bus dan truk), serta mesin-mesin industri. Produk ini diformulasikan khusus untuk mesin berbahan bakar biodiesel khususnya B20, yang dirancangan melalui proses yang ketat dan panjang.   "Harapan kami untuk produk baru ya tentunya bagaimana itu cepat tumbuh, tapi kalau tumbuh sebenarnya dapat kita tunjukan, tapi bagaimana kita meyakinkan konsumen dulu terhadap kualitas produk kita ini," kata Syafanir. (YAS)
Thursday, 30 Jun 2016 - 13:11:56
foto: energytoday.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) berhasil melakukan efisiensi sebesar Rp 36,8 triliun pada 2015. Efisiensi yang dilakukan ini berasal dari peralihan sumber bahan bakar pembangkit dari BBM ke sumber energi yang lebih murah.   Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengatakan, ‎uang senilai Rp 36,8 triliun tersebut adalah hasil efisiensi yang dilakukan PLN. Karena sumber pembangkit di beberapa daerah mulai menggunakan sumber energi yang lebih murah yaitu batu bara.   "Hari ini hilang Rp 36 triliun itu. Mungkin ada 1.000 pengusaha kena dampak," tutur Sofyan saat berbincang di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (28/6/2015).   Memang, dari efisiensi ini, pasti banyak pengusaha pemasok BBM ke PLN yang tidak bisa lagi mendapatkan keuntungan. Namun, ujar Sofyan, efisiensi ini harus dilakukan, sehingga PLN bisa menekan harga atau tarif listriknya kepada masyarakat.   "Pestanya selesai. Mari kita makan pagi, siang, dan malam saja. Pengusaha rekanan kami tetap untung tapi tidak berlebihan," kata Sofyan saat bertemu dengan sejumlah redaktur media massa, di Ruang Bhimasena, Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin malam (27/6/2016).   Pada kesempatan itu, Sofyan memperlihatkan grafik-grafik yang memperlihatkan tren pengurangan tarif listrik saat ini, akibat efisiensi yang dia lakukan dengan pemindahan bahan bakar yang lebih murah tersebut. "Penurunan terjadi mulai Januari. Ini setelah di beberapa daerah seperti Sumatera dan Denpasar kami memindahkan BBM ke PLTU (batu bara)," tutur Sofyan.   Sofyan menuturkan, ada penurunan cukup signifikan dari tahun 2014. Di 2014 struktur energi primer BBM untuk pembangkit PLN sebesar 42,9 persen. Kemudian turun 29,8 persen di 2015 dan 21,5 persen di triwulan I 2016.  "Itu di pembangkit Sumatera, Depnasar, sebagian Kalimantan," tutur dia. (MAL)
Friday, 24 Jun 2016 - 15:02:44
foto: kompas.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) hari ini, Jumat (24/6/2016) menggelar kegiatan pasar murah di 8 daerah yang merupakan bagian dari 'Program BUMN Hadir Untuk Negeri'.   PGN menyediakan total 10.000 paket sembako senilai Rp1,5 miliar yang berisi 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kg gula pasir senilai Rp 150.000, tapi hanya dijual dengan Rp 25.000/paket.   "Kegiatan Pasar Murah ini disediakan total 10.000 paket sembako senilai Rp 1,5 miliar," ucap Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup.   Kegiatan pasar murah dalam program 'BUMN Hadir Untuk Negeri', juga dilakukan serentak di berbagai kabupaten/kota di Indonesia di bawah koordinasi Kementerian BUMN.   Ramadan tahun ini  PGN juga menyalurkan bantuan kepada 15.000 anak yatim di 11 provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, hingga Sumatera Utara. Total bantuan yang diberikan senilai Rp 7,5 miliar.   Selain itu, PGN juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 921 juta untuk mendukung kegiatan 614 yayasan di 11 provinsi tersebut.   Berikut 8 Lokasi pasar murah tersebut   1. Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan 2. Desa Teluk Tarate, Serang, Banten 3. Desa Segara Jaya, Bekasi 4. Mojokerto, Jawa Timur 5. Kecamatan Bogor Selatan, Bogor 6. Desa Benda, Sukabumi 7. Desa Kutapohaci, Karawang 8. Palalawan, Riau Pekanbaru (YAS)  
Friday, 24 Jun 2016 - 14:50:04
foto: smeaker.com CIKANEWS/energi - PT Aneka Tambang (Antam) akan kembali melakukan eksplorasi lahan baru di kawasan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor. Eksplorasi ini dilakukan karena semakin menipisnya kandungan emas dilokasi saat ini.   “Sudah menipis. Satu ton sekarang Cuma 3 gram, dulu bisa 15 gram/ton,” kata Direktur Pengembangan Antam, Johan NB Nababan.   Johan mengatakan tempat kedua di Pongkor yang akan dikembangkan luasnya mencapai 5.000 hektar di hutan Pongkor. Karena cadangan menipis maka korporasi wajib mencari sumber atau akar lain. Kebetulan cadangan emas di wilayah Jawa Barat hanya di Pongkor.   Karena sudah mendapat dukungan dari Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor, Johan mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan tes eksplorasi untuk mengetahui potensi yang ada.   “Kira-kira berapa besar potensi di sana? Tes ini untuk mengetahui kandungan emas per ton nya,” ucapnya.   Johan mengatakan, untuk mencari emas, PT Antam mencari dari akarnya. Saat ini, memang terjadi penurunan produksi emas. Dari hasil ekplorasi bebatuan sebanyak 1 ton, hanya diperoleh 3 gram. Padahal sebelumnya bisa mencapai 15 gram per ton.   Kondisi tersebut mempengaruhi jumlah emas yang diraih per tahun. Karena tidak memiliki sumber baru produksi Antam dalam setahun kini hanya bisa mencapai 2,5 ton per tahun merosot jika dibandingkan saat kandungan masih berlimpah, dalam setahun Antam bisa mendapat 8 ton— 10 ton. (YAS)  
Thursday, 23 Jun 2016 - 14:34:00
foto: detikcom CIKANEWS/energi - PT Pertamina Lubricants menggelar program mudik lebaran 2016 bertajuk “'Bareng-bareng Mudik” sebagai rangkaian program Ketupat Enduro dan Lesehan Enduro 2016 yang digelar bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero).   Mudik gratis ini terbuka bagi 2600 ribu pemudik yang terdiri dari mekanik bengkel dan karyawan industri di wilayah Jabodetabek yang selama ini menjadi pelanggan setia produk pelumas Pertamina. Termasuk diantaranya karyawan di jaringan Bengkel Enduro, Enduro Express, Bright Olimart, Olimart, dan bengkel umum.   "Layanan mudik gratis ini merupakan agenda tahunan yang memberikan pengalaman pulang kampung secara cuma-cuma bagi mitra kerja yang sudah memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Pertamina Lubricants," terang Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa.   Andria mengungkapkan, ini sebagai ucapan terimakasih kami kepada karyawan dan konsumen segmen industri yang selama ini telah memberikan kontribusi sangat baik bagi Pertamina Lubricants sepanjang tahun 2016 ini.   "Mudik gratis ini merupakan bentuk terimakasih kepada para karyawan yang juga turut menjadi agen word-of-mouth kami di lingkungan kerja mereka," katanya.   Sebanyak 75 unit bus AC akan diberangkatkan pada 1 Juli 2016 dari Parkir Utara Senayan untuk mengantar pemudik ke kampung halaman masing-masing.   Berikut 3 jalur yang dilalui: Sumatera melintasi Bakauheni – Kalianda – Bandarlampung – Kotabumi – Baturaja -Palembang. Pantura melintasi Cirebon-Tega-Pemalang-Pekalongan-Semarang-Kudus-Rembang-Tuban-Lamongan-Surabaya. Jalur Selatan Jawa meliputi Garut – Tasikmalaya – Banjar – Ciamis – Majenang –Purwokerto – Banyumas – Kebumen – Yogyakarta – Solo – Wonogiri - Madiun dan Mojokerto.
Thursday, 23 Jun 2016 - 13:35:56
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) dinilai sangat layak untuk diberikan prioritas dalam pengembangan energi panas bumi di Tanah Air. Pertamina terbukti sukses mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Saat ini, kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE mencapai 437 megawatt (MW).   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan Pertamina akan menjalankan semua penugasan dari pemerintah. Apalagi, Pertamina telah menempatkan lini bisnis panas bumi, sebagai salah satu prioritas proyek strategis sesuai dengan blue print pengembangan panas bumi hingga 2019.   “Saat investor lain tidak banyak tergerak karena berbagai hambatan yang dialami, kami terus berinvestasi di sektor panas bumi,” kata Wianda dalam siaran persnya, Selasa (21/6).   Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Yunus Syaefulhak, mengatakan bentuk penugasan itu berupa penerbitan surat keputusan penugasan WKP sekaligus sebagai Izin Panas Bumi (IPB) untuk mengembangkan hulu hilir WKP.   “Pemerintah akan memberikan insentif, baik fiskal dan nonfiskal seperti pajak pertambahan nilai (PPn) reimbursement ditanggung pemerintah hingga bea masuk impor dibebaskan untuk proyek PLTP. Harga jual listriknya juga ditetapkan pemerintah,” kata Yunus.   Yunus menyebutkan, untuk Pertamina akan diberikan prioritas mengembangkan PLTP Kotamobagu dan Iyang Argopuro. (MAL)  
Tuesday, 21 Jun 2016 - 16:03:19
foto: antaranews.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) PLN menyalurkan bantuan pendidikan Beasiswa Cahaya Pintar kepada 2.000 mahasiswa senilai Rp 40 miliar.   Penerima bantuan pendidikan tersebut  tersebut berasal dari berbagai program studi pada 40 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di berbagai penjuru Indonesia. Pemberian beasiswa ini fokus kepada mahasiswa kurang mampu dari puluhan universitas tersebut.   Bantuan tersebut menggunakan sumber dana dari zakat karyawan PLN seluruh Indonesia melalui potongan gaji secara otomatis yang berhasil dikumpulkan dalam satu periode dengan potensi Rp 2,120 miliar per tahun.   Beasiswa Cahaya Pintar merupakan salah satu program unggulan LAZIS PLN yang didasarkan pada keyakinan bahwa cara ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan.   Penyerahan beasiswa diawali dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Pembina Lazis PLN yakni Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali bersama para Rektor perguruan tinggi negeri dan swasta penerima beasiswa.   Di Yogyakarta, acara penyerahan beasiswa dilaksanakan pada Senin (20/06/2016), di Pendopo Kepatihan Kantor Gubernur D.I. Yogyakarta, Yogyakarta. Penyerahan beasiswa secara simbolis kepada penerima manfaat dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan disaksikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X.   “Yogyakarta adalah propinsi ke-6. Segera menyusul propinsi lainnya untuk segera membantu saudara-saudara kita disana, terutama teman-teman mahasiswa untuk bisa menyelesaikan kuliahnya. Kita perkirakan sampai dengan tahun depan 34 propinsi sudah bisa terlaksana semua,” ungkap Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali.  
Monday, 20 Jun 2016 - 15:54:58
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Majalah Corporate Governance Asia yang berbasis di Hong Kong memberikan empat penghargaan kepada PT Pertamina (Persero) pada 6th Asian Excellence Award 2016.   Keempat penghargaan tersebut diberikan kepada Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto sebagai Asia's Best CEO, Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman sebagai Asia's Best CFO, Corporate Secretary Pertamina ,Wisnuntoro sebagai Asia's Best Investor Relations Company, dan Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Kuswandi sebagai Asia's Best CSR.   Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas penilaian kinerja perusahaan. Pertamina telah dipandang memiliki program dan perkembangan GCG unggulan di Indonesia dan masuk dalam benak responden survei yang dilaksanakan oleh Corporate Governance Asia. Ia mendedikasikan penghargaan ini untuk seluruh pekerja PT Pertamina.   "Penghargaan-penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh pekerja Pertamina yang telah berupaya keras dan disiplin menjunjung transparansi dalam setiap proses pekerjaannya," katanya.   Aldrin Monsod, Founder, Managing Director & Publisher Corporate Governance Asia mengungkapkan, Pertamina merupakan inspirasi yang baik untuk sektor energi, tidak hanya bagi perusahaan di Indonesia namun juga negara lain. Manajemen Pertamina bertahun-tahun dapat melakukan tata kelola perusahaan yang baik untuk menjamin sustainability usaha dan juga tanggung jawab sosial bagi lingkungannya.   "Pertamina dikenal sebagai perusahaan energi dengan program-program CSR-nya yang terstruktur dan terkelola dengan baik juga dikenal dengan compliance yang berstandard tinggi bahkan melebihi perusahaan listed sekalipun. Investor dan koresponden survei kami melihat Pertamina dengan wajah dan image baru. Ini sungguh fantastik dan menginsipirasi para investor yang menyampaikannya kepada kami dan Pertamina harus pertahankan hal tersebut," jelasnya. (YAS)
Friday, 17 Jun 2016 - 16:00:09
foto: kompas.com CIKANEWS/energi - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) mulai beroperasi di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis (16/6/2016).   Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Sudirman Said, meresmikannya secara simbolis dengan mengisi satu unit mobil dengan bahan bakar gas di SPBG Muara Rapak.   "Ini bagian dari (rentetan panjang) konversi dari bahan bakar minyak ke gas yang lebih murah, aman dan bersih,” kata Sudirman, Kamis malam.   Untuk harga bahan bakar gas berkisar Rp 3.100 untuk wilayah Jakarta, sementara untuk di Balikpapan akan ditentukan konvensinya sekira 70 persen.   “Untuk tahap awal, 170 alat ini akan dipasangkan di kendaraan pemkot dan taksi secara gratis,” ujar Sudirman Said.   Ia menambahkan, untuk saat ini, SPBG sebatas uji coba supaya warga terbiasa menggunakan bahan bakar gas (BBG). Pihaknya mendorong warga untuk menggunakan bahan bakar yang lebih bersih dan murah.   Wianda Pusponegoro Vice President Communication PT Pertamina (Persero) menyatakan infrastruktur gas di Balikpapan dan Bulungan akan sangat bermanfaat untuk mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan energi bersih dan ramah lingkungan. Menurut dia, pengembangan infrastruktur gas sejalan dengan target pemerintah untuk bauran energi nasional untuk gas bumi sebesar 22% pada 2025.                                                                  “Pertamina akan berupaya dengan sebaik-baiknya melaksanakan penugasan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi. Komitmen tinggi dari pemerintah daerah di Balikpapan maupun Bulungan sangat positif untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi guna mendukung upaya konversi BBM ke BBG,” ujar Wianda.   Pertamina mendapatkan penugasan untuk pembangunan SPBG sebanyak 56 unit yang tersebar di DKI Jakarta dan 21 kabupaten/kota lainnya. Dari penugasan tersebut, 14 unit telah beroperasi, 40 unit siap beroperasi dan 2 unit dalam tahap pembangunan. (MAL)
Friday, 17 Jun 2016 - 14:06:51
foto: energytoday.com CIKANEWS/energi - Tahukah Anda, tak semua SPBU berlogo Pertamina milik perusahaan BUMN tersebut. Banyak SPBU berlogo Pertamina yang dimiliki oleh swasta. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa SPBU tersebut milik Pertamina sendiri atau milik swasta?   Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi menjelaskankan, rahasianya terdapat pada nomor seri SPBU yang biasa terpampang pada papan petunjuk harga Bahan Bakar Minyak yang berada di depan SPBU.   Angka pertama pada nomor seri ‎SPBU menunjukkan wilayah pemasaran Pertamina atau Marketing Operation Region (MOR). "Jadi angka yang tertera di awal atau angka pertama menunjukkan wilayah operasi," katanya.   MOR 1, wilayahnya terdiri dari Medan, Batam, Padang dan Pekanbaru. MOR 2 tersebar di Jambi, Lampung Selatan, dan Sumatera Selatan.‎ MOR 3 untuk Jabodetabek, Bandung, Cianjur, Subang, Sukabumi. MOR 4 Semarang, Cilacap dan Yogyakarta. MOR 5 adalah SPBU yang beroperasi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. MOR 6 merupakan SPBU yang tersebar di wilayah Balikpapan, Samarinda dan Banjarmasin.   Selanjutnya angka kedua pada nomor seri SPBU menunjukkan jenis atau tipe SPBU tersebut. "Angka ke 2 adalah tipe SPBU. Rinciannya angka 1 sampai dengan 7 mulai dari COCO, CODO,DODO, SPDN, SPBN, SPBB dan seterusnya," lanjut Afandi.   SPBU COCO (Company Owned Company Operated), artinya SPBU ini murni milik dan dikelola oleh Pertamina Retail. SPBU CODO (Company Owned Dealer Operated), artinya SPBU ini milik Swasta atau Perorangan yang bekerjasama dengan Pertamina Retail. SPBU DODO (Dealer Owned Dealer Operated) artinya SPBU ini murni milik Swasta atau Perorangan dan segala hal tentang manajemen dikelola oleh Swasta. Terakhir, 5 angka berikutnya adalah nomor urut SPBU di wilayah tersebut.   Sebagai contoh, SPBU dengan nomor 31.76548. Maka SPBU tersebut adalah SPBU di wilayah Jabodetabek dan dimiliki oleh Pertamina Retail.  (YAS)
Thursday, 09 Jun 2016 - 15:29:31
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina Unit Pemasaran 1 Medan menggadakan program "Sumut Mengaji" yang dilaksanakan di lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yakni SPBU di Jalan Kapten Muslim, SPBU kawasan Tanah 600 Medan Marelan, SPBU depan Masjid Raya Medan, di Sei Semayang dan, SPBU Kampung Lalang.   Sekretaris Umum Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran 1 Medan, Adi Rachman mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Sudah dimulai sejak 9 Mei dan dilangsungkan hingga tiga minggu dalam bulan Ramadahan.   "Kegiatan ini dilakukan selama tiga minggu rutin setiap Selasa, Rabu, dan Kamis dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB," katanya.   Menurut Adi, kegiatan itu dimaksudkan untuk membangkitkan semangat Di bulan suci Ramadhan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang mengikuti program "Sumut Mengaji" tersebut, Pertamina akan memberikan apresiasi terkait pembelian bahan bakar khusus.   Bagi peserta yang mampu menyesaikan bacaan Al Quran sebanyak satu juz, Pertamina akan memberikan apresiasi senilai Rp25.000 yang dapat ditukarkan dengan Pertamax sekitar tiga liter. (YAS)  
Wednesday, 08 Jun 2016 - 13:47:48
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menambah infrastruktur pipa gas bumi. Kali ini proyek pipa gas di wilayah Kejayan-Purwosari, Pasuruan bagian barat, Jawa Timur selesai dibangun dan siap memasok ke konsumen.   Direktur PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan, setelah proyek pipa gas di wilayah Jetis-Ploso di Mojokerto hingga Jombang sepanjang 27 kilometer (km) selesai dibangun, PGN kembali menyelesaikan proyek pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.   "Di wilayah Pasuruan, Mojokerto, Jombang maupun wilayah Jawa Timur lainnya adalah kawasan yang akan terus dikembangkan sehingga semakin banyak  yang menikmati energi baik gas bumi" kata Dilo, Jakarta, Selasa (7/6/2016).   Dilo mengungkapkan, selama ini PGN menjadi badan usaha di bidang gas bumi yang paling berkomitmen membuka pasar baru pengguna gas bumi dengan membangun infrastrukur pipa gas bumi.   "Kami akan terus melakukan pioneering atau membuka pasar baru dengan pembangunan pipa gas bumi di wilayah-wilayah baru," tutur Dilo.   Area Head PGN Pasuruan, Agus Mustofa Hadi menambahkan, pasokan gas bumi dari ruas pipa Kejayan-Purwosari selain mengalirkan gas bumi ke industri dan komersial, nantinya juga akan memasok gas bumi ke pelanggan usaha kecil menengah hingga rumah tangga. Pipa gas Kejayan–Purwosari dapat memasok gas bumi hingga 17 juta kaki kubik per hari (MMscfd).   Sementara itu, pipa gas bumi Jetis–Ploso yang berada di wilayah Mojokerto dan Jombang dapat memasok gas bumi hingga 65 MMscfd. Keberadaan pipa dan pasokan gas bumi ini, menjadi peluang bagi investor yang berinvestasi di Mojokerto dan Jombang.   Dengan keberadaan pipa gas Jetis-Ploso ini, diharapkan menjadi peluang bagi investor yang investasi di Mojokerto Jombang. "Dengan keberadaan pipa gas jalur Jetis-Ploso, diharapkan dapat membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan usahanya," katanya. (MAL)  
Tuesday, 07 Jun 2016 - 16:26:35
foto: ilustrasi/pertamina.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina EP menggunakan teknologi oksidasi dengan bantuan bakteri untuk mengonversi hidrogen sulfida (H2S) menjadi elemental sulfur yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan zat kimia dalam Proyek Pengembangan Gas Matindok (PPGM) di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.   Project Controller Proyek Pengembangan Gas Matindok, M Rully Yasradi, mengatakan, saat ini Pertamina EP satu-satunya perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknologi oksidasi dengan bantuan bakteri.   “Keberadaan Bioreactor tersebut merupakan bagian dari fasilitas produksi pengolahan asam sulfat (H2S) menjadi sulfur. Sampai sekarang Pertamina EP merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknologi oksidasi dengan bantuan bakteri,” ujar Rully.   Rully mengatakan, manfaat proyek ini tidak hanya karena menggunakan teknologi ramah lingkungan, akan tetapi proyek ini juga berperan dalam akselerasi pembangunan daerah dengan penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan dan pengembangan masyarakat lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).   "Proyek tersebut juga berperan dalam akselerasi pembangunan daerah dengan penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan dan pengembangan masyarakat lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," katanya.   Proyek Pengembangan Gas Matindok yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, terdiri atas Central Processing Plan (CPP) Donggi dan CPP Matindok. Bioreaktor tersebut diatas akan digunakan untuk dua CPP tersebut.   Pengembangan gas di Sulawesi Tengah merupakan proyek yang penting karena akan mempertahankan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) terbesar di dunia.   Pembangunan PPGM diyakini bakal meningkatkan kontribusi sektor migas dalam menyumbang devisa bagi negara dan kemungkinan sebagian untuk substitusi bahan bakar minyak dalam negeri. (YAS)  
Tuesday, 07 Jun 2016 - 16:10:34
foto: tambang.co.id CIKANEWS/energi - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memberikan fasilitas pembiayaan kepada distributor Pertamina Lubricants melalui outlet Pertamina Lubricants.   Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Gigih Wahyu Hari lrianto, SEVP Corporate Banking PT Bank Mandiri, Alexandra Askandar dan SEVP UKM & Consumer Banking PT Bank Rakyat indonesia, Supari di kantor Pertamina Lubricant, Senin (6/6/2016).   Kerjasama melingkupi sinergi banking solutions untuk distributor pelumas Pertamina guna meningkatkan efektifltas dan eflsiensi pengelolaan keuangan dan memudahkan pembayaran dan transaksi jual beli pelumas Pertamina. Solusi yang ditawarkan adalah Distributor Financing (DF) dan Flow Transaksi Distributor Financing.   Selain itu, dua bank BUMN ini juga membentuk kartu co-branding dengan Pertamina Lubricants. Jumlah fasilitas pembiyaaan ke Pertamina Lubricants ini jika ditotal kurang lebih Rp 9 triliun yang akan dibagi antara BRI dan Mandiri.   Gigih mengatakan, Pertamina Lubricants menjembatani distributor yang membutuhkan pembiayaan ke BRI atau Bank Mandiri. Ini merupakan strategi bagi Pertamina Lubricants untuk terus mengembangkan bisnis, meningkatkan performa dan penjualan Pelumas.   "Solusi perbankan ini memudahkan distributor kami untuk dengan cepat, mudah, dan inovatif dalam pengelolahan transaksi dan cash flow kedepannya," kata Gigih. (YAS)  
Thursday, 02 Jun 2016 - 15:38:22
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) merencanakan perluasan kapasitas daya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Lhokseumawe, Aceh sebesar 250 MW.   "PLTMG ini memasok lebih dari 50 persen kebutuhan daya listrik di Provinsi Aceh," katanya saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pengoperasian PLTMG Arun oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis.   Menurut Sofyan, PLTMG yang telah beroperasi sejak 21 Desember 2015 itu sekaligus memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera bagian utara.   "Alhamdulillah kerja keras PLN dalam upaya menyelesaikan pembangunan PLTMG Arun akhirnya bisa dinikmati seluruh warga, kami sangat berharap dengan beroperasinya Arun, bisa menjadi daya tarik investor untuk terus mengembangkan sektor ekonomi, industri dan pariwisata di Sumatera" ujarnya.   PLTMG Arun merupakan pembangkit listrik yang bisa menyuplai hingga 184 megawatt listrik. Proyek ini penting, karena saat ini Aceh mengalami krisis listrik. Dalam setahun terakhir kerap terjadi pemadaman bergilir.   Dengan adanya PLTMG ini diharapkan pasokan listrik ke Aceh menjadi lancar. Pembangkit itu bisa memasok setengah dari kebutuhan daya listrik di Aceh. PLTMG Arun atau Gas Engine Power Plant Arun memiliki 19 mesin pembangkit yang mampu menghasilkan daya listrik 184 megawatt (MW). PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun PLTMG Arun pada penghujung 2013. (MAL)  
Thursday, 02 Jun 2016 - 12:34:30
foto: bumn.go.id CIKANEWS/energi - Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan, situasi industri migas melemah sepanjang tahun lalu dimana harga minyak mentah turun tajam dari kisaran angka USD106 per barel menjadi sekitar USD42 per barel mempengaruhi kinerja seluruh perusahaan migas di dunia.   Hal itu menyebabkan banyak perusahaan migas melakukan langkah-langkah efisiensi, mulai dari pemotongan belanja modal hingga belanja operasional yang berdampak langsung pada pelemahan kinerja hingga pemutusan hubungan kerja.   Namun, Pertamina justru meningkatkan kinerja operasi dari unit-unit bisnis dan anak perusahaannya selain terus melakukan efisiensi di berbagai lini, tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja. Alhasil Pertamina dapat membukukan laba bersih USD1,42 miliar (sekitar Rp19,17 triliun). Kinerja operasi dan efisiensi PT Pertamina (Persero) menjadi penopang kinerja keuangan BUMN energi terintegrasi tersebut pada 2015.   ”Hasilnya, Pertamina dapat meraih laba bersih USD1,42 miliar atau turun tipis dari pencapaian pada 2014 sebesar USD1,45 miliar. Pertamina terlihat seperti anomali, di mana perusahaan-perusahaan didera pelambatan usaha hingga double digit, Pertamina hanya mengalami sedikit penurunan,” papar Dwi.   Dwi menambahkan, saat ini Pertamina fokus pada investasi hulu dan juga kilang disamping mengembangkan infrastruktur hilir migas. Pencapaian penting dari sisi keuangan Pertamina adalah kesehatan keuangan yang ditunjukkan dengan pembayaran utang sebesar USD4,07 miliar selama 2015.   ”Kinerja keuangan perusahaan yang semakin baik, menumbuhkan optimisme untuk rencana investasi dan ekspansi Pertamina di masa yang akan datang. Fokus kami saat ini adalah untuk investasi hulu dan juga kilang, selain melakukan pengembangan infrastruktur hilir migas,” kata Dwi.
Monday, 30 May 2016 - 09:41:51
CIKANEWS/energi - Universitas Pertamina menawarkan beasiswa ekonomi dan beasiswa prestasi kepada calon mahasiswanya. Penerima beasiswa ekonomi akan dibebaskan dari Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) hingga semester delapan ditambah biaya hidup.   Beasiswa prestasi terdiri dari kategori beasiswa Lomba Karya Kreatif dan Inovatif dan beasiswa dari Nilai Ujian Masuk Terbaik.   Beasiswa lewat Lomba karya kreatif dengan tema Energi Muda Masa Depan Bangsa itu meliputi kompetisi karya tulis ilmiah populer, desain grafis, dan aplikasi digital. Syarat dan ketentuan lomba ini semuanya ada di website pertamina.com dan  universitaspertamina.ac.id.   15 peserta terbaik atau 5 orang dari tiap-tiap kategori akan mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah di Universitas Pertamina dari semester satu hingga delapan dan akan diberikan tunjangan biaya hidup selama periode beasiswa.   Sebanyak 20 persen peserta yang lulus ujian masuk dengan nilai terbaik dibebaskan biaya SPI sebesar Rp 10 juta. Peserta yang lulus ujian masuk dengan peringkat antara 20 persen hingga 40 persen terbaik akan mendapatkan potongan sebesar 50 persen biaya SPP.   Ujian masuk pada 4 Juni di gelar di empat kota yakni Medan, Makassar, Yogyakarta dan Bandung. Sedangkan empat kota lainnya yaitu Balikpapan, Surabaya, Jakarta dan Palembang dilaksanakan pada 5 Juni. Sementara pendaftaran ujian masuknya hingga tanggal 2 Juni‎.   Universitas Pertamina berlokasi di kawasan Simpruk memiliki enam fakultas dengan 15 program studi. Baik fakultas teknik maupun nonteknik semuanya difokuskan pada konteks pengembangan pengetahuan dan riset bidang bisnis dan teknologi energi.  (YAS)  
Thursday, 26 May 2016 - 15:58:08
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan, Konversi minyak ke gas akan menjadi fokus dalam holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi dan akan menggunakan total pendanaan dari holding BUMN energi untuk membangun infrastruktur konversi.   Dengan aset yang lebih besar dan modal yang lebih kuat, Pertamina akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur gas di dalam negeri sebab, infrastruktur seperti pipa, FSRU, terminal regasifikasi, dan lain-lain sangat penting agar gas bumi bisa dirasakan secara luas manfaatnya oleh rakyat.   "Kekuatan modal itu akan kita manfaatkan pertama-tama untuk infrastruktur di gas karena program konversi dari minyak ke gas, dari LPG ke natural gas. Itu akan memberikan keuntungan kepada masyarakat. Itu yang harus kita fokuskan," kata Dwi Soetjipto.   Dwi berjanji, PGN tetap akan dibesarkan setelah holding terbentuk dan pembangunan infrastruktur gas juga tidak akan mandek. Seperti diketahui PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk holding energi, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi anak usaha di bawah Pertamina.   "Integrasi antara Pertamina dan PGN nanti ada benefitnya untuk investasi, nanti kita arahkan kepada bagaimana membangun aset PGN setelah terintegrasi, karena itu bagian dari tanggung jawab kita pada para investor di PGN," ujarnya. (YAS)  
Thursday, 26 May 2016 - 15:37:02
foto: Pekerja melakukan pengecekan di Anjungan Lepas Pantai Papa Flow Station milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan Laut Jawa, Jawa Barat/Tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ambalat Timur, anak usaha PT Pertamina (Persero) secara resmi mendapatkan pengelolaan blok minyak dan gas bumi di Blok East Ambalat.   PT PHE Ambalat Timur akan bertindak selaku operator dengan participating interest 100 persen pada Blok tersebut. Production Sharing Contract (PSC) atau kontrak bagi hasil Blok East Ambalat akan berlaku selama 30 tahun dengan komitmen pasti pada tiga tahun pertama sebesar 8,5 juta dolar AS.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, pengembangan bisnis hulu merupakan salah satu dari lima pilar prioritas strategis Pertamina untuk mencapai visi sebagai perusahaan energi kelas dunia pada 2025. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengelola wilayah kerja yang berpotensi.   "Penguasaan Blok East Ambalat juga memiliki arti strategis bagi Pertamina dalam upaya mengembangkan aktivitas eksplorasi aset domestik, khususnya di area Deep Water dan frontier," kata Wianda, saat ditemui di IPA Convention and Exhibition ke-40, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (25/5/2016).   Untuk diketahui, Blok East Ambalat terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia dan secara geologi berada di Cekungan Tarakan, perairan laut dalam Kalimantan Utara, dengan jarak kurang lebih 80 kilometer di sebelah timur kota Tarakan dengan kedalaman air laut berkisar 2,000 meter, mencakup area seluas 4.735 kilometer persegi.    Wianda mengatakan pengembangan bisnis hulu merupakan salah satu dari lima pilar prioritas strategis Pertamina untuk mencapai visi sebagai perusahaan energi nasional berkelas dunia pada 2025.   "Dengan semangat aggressive upstream, profitable downstream Pertamina terus berupaya untuk dapat meningkatkan kontribusinya sebagai national oil company dari posisi saat ini yang masih sekitar 26 persen terhadap total produksi nasional," kata dia. (MAL)  
Tuesday, 24 May 2016 - 16:44:14
foto: liputan6.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika), anak usaha PT Pertamina akan segera membangun rumah sakit di Arab Saudi yang nantinya akan fokus melayani para jemaah haji dan umroh asal Indonesia. Rumah sakit ini juga dibuka untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sana.   Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan, peluang bisnis rumah sakit di Arab Saudi sangat prospektif. Menurut data Kementerian Agama, jumlah jemaah haji asal Indonesia pada 2015 sebesar 155.200 orang. Angka itu terus bertambah dibanding tahun sebelumnya sebesar 154.467 orang.   "Kami mau mencari pasar karena banyak penduduk Indonesia ke sana setiap tahunnya. Kami mau cari peluang, kalau misalkan jasa rumah sakit di sana kurang bisa menangani pasien asal Indonesia kami bersedia mau masuk. Bagi kami yang penting adalah market-nya," ucapnya.   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengatakan Pertamina telah mendapatkan komitmen untuk membangun rumah sakit di Saudi. Sekarang sudah sampai tahap penandatanganan antara Menteri Kesehatan RI dan Menteri Kesehatan Arab Saudi   "Indonesia sudah dapat komitmen untuk membangun rumah sakit Indonesia di Arab Saudi. Kebetulan yang masuk RSPP," kata Sudirman.   Ekspansi ini merupakan hasil pembicaraan intensif kedua negara sejak September 2015. Sebagai menteri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani investasi dari dan menuju Timur Tengah, ia mengatakan akan terus mengawal investasi ini agar cepat teralisasi.   "Bahkan rencananya Menteri Kesehatan Indonesia akan signing nota kesepahaman dengan Menteri Kesehatan di sana. Karena selain rumah sakit, ternyata kami juga diberi kesempatan untuk masuk ke bisnis farmasi juga," jelasnya. (YAS)  
Tuesday, 24 May 2016 - 16:41:48
foto: ist CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Waskita Karya, BRI, dan BCA. Dalam sindikasi itu kedua bank memberikan plafon kredit sebesar Rp4,4 triliun.   Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq dan Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam. Acara tersebut berlangsung di kantor PLN Pusat, Jakarta pada hari Senin (23/5).   Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, dalam perjanjian kredit sindikasi, BRI mengucurkan Rp3,4 triliun dan BCA sebesar Rp1 triliun. Pinjaman tersebut memiliki tenor selama tujuh tahun sejak penandatanganan perjanjian termasuk masa tenggang tiga tahun untuk pembangunan jaringan transmisi sepanjang 480 kilometer (km) dari New Aur Duri (Jambi) hingga Perawang (Riau).   "Pada kesempatan ini, kembali kita membuktikan komitmen sebagai komponen bangsa, bahwa PLN bersama-sama dengan perbankan nasional menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam memajukkan Indonesia, khususnya dalam mengembangkan infrastruktur kelistrikan," kata Sofyan, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (24/5/2016).   Sofyan berharap, dengan kebutuhan investasi PLN yang cukup besar, maka perlu digali lagi skema-skema yang menguntungkan bagi semua pihak dan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.   Pengerjaan pembangunan transmisi listrik 470 kilometer sirkit (kms) di Sumatera oleh Waskita Karya terdiri dari 2 paket. Paket 1 pembangunan transmisi 500 kV dengan tower 4 sirkit dari New Aur Duri ke Peranap dengan panjang transmisi 320 kms dan masa pembangunan selama 3 tahun. Nilai kontrak paket 1 sebesar Rp 3,88 triliun. Paket 2 pembangunan transmisi 500 kV dengan tower 4 sirkit dari Peranap ke Perawang sepanjang 160 kms dan masa pembangungan selama 3 tahun. Nilai kontrak paket 2 sebesar 2,83 triliun rupiah.   Nantinya, jika jaringan transmisi yang dibangun oleh kontraktor Waskita Karya sudah beroperasi, maka akan sangat membantu sistem kelistrikan Sumatera, khususnya Jambi dan Riau. (MAL)  
Tuesday, 24 May 2016 - 15:32:06
foto: bumn.go.id CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) menyatakan akan menggelar penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) salah satu anak perusahaannya tahun depan.   Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, dirinya belum bisa mengumumkan anak perusahaan yang akan dilepas ke publik tahun depan.   "Memang ada, pelaksanaan IPO untuk anak usaha sudah siap tahun depan, tapi kami masih tentukan siapa anak perusahaan yang akan di-IPO karena tujuannya adalah untuk menguatkan kinerja anak perusahaan itu," kata Dwi ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10/2015).   Dwi juga menyebut, Pertamina akan memilih diantara tiga anak perusahaan yang diharapkan bisa melantai di Bursa Efek meliputi: PT Tugu Pratama Indonesia, PT Pertamina Bina Medika, atau PT Patra Jasa.   Sementara anak perusahaan Pertamina di bidang penerbangan, PT Pelita Air Service urung dilakukan IPO-nya kendati awalnya dijadwalkan pada tahun ini.   "Kalau Pelita Air kami tidak lakukan IPO karena saat ini kondisi pasarnya sedang berat. Begitupun tahun depan, kalau pasarnya sedang buruk pun mungkin kita hanya akan lepas ke publik sedikit," kata Dwi.   Dwi menuturkan, Pertamina mulai mencari perusahaan penjamin (underwriter) untuk melaksanakan rencana IPO ketiga anak usahanya tersebut. "Tapi memang pada dasarnya semua anak-anak perusahaan sudah siap. Tinggal nanti mana yang kita pilih," jelasnya. (MAL)
Tuesday, 24 May 2016 - 12:11:16
foto: detik.com CIKANEWS/energi - Pertamina dan Saudi Aramco senin kemarin (23/5) menyepakati untuk menunjuk Amec Foster Wheeler Energy Limited sebagai kontraktor yang akan melakukan studi Basic Engineering Design (BED) dalam pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap.   Penandatangan kontrak tersebut telah dilakukan oleh Vice President of International Operations Saudi Aramco Al-Hadrami dan Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi di kantor pusat Pertamina, Jakarta.   "Proyek pengembangan kilang Cilacap akan dilakukan melalui kerja sama antara Pertamina dan Saudi Aramco, di mana tahapan ini dianggap sebuah kemajuan yang cukup signifikan. Untuk melakukan sebuah proyek sebesar ini, keberadaan partner dengan kemampuan tenik dan finansial," ujar Rachmat.   Penandatangan tersebut merupakan melanjutkan dari Heads of Agreement (HoA) yang telah ditandatangani pada November 2015. Pengembangan studi BED ini akan memakan waktu selama sembilan bulan ke depan. Tahap selanjutnya adalah tahap Front End Engineering Design (FEED) yang ditargetkan selesai pada 2018. Lalu, mulai masuk fase Engineering Procurement Construction (EPC) di 2019 sehingga proyek RDMP Cilacap direncanakan selesai pada akhir 2022.   "Targetnya selesai akhir 2022," ucap Rachmat.   Pengembangan kilang Cilacap merupakan bagian dari program RDMP Pertamina yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Diperkirakan proyek ini akan membutuhkan dana USD4 miliar hingga USD5 miliar.   Diharapkan proyek ini nantinya akan meningkatkan kapasitas kilang menjadi 370.000 barel per hari dan juga akan meningkatkan kapasitas petrokimia yang diproduksi kilang, yaitu aromatic meningkat lebih 600 KTPA dan polypropylene hingga 160 KTPA. (YAS)  
Monday, 23 May 2016 - 12:11:15
foto: ujian sertifikasi kompetensi pegawai PLN/pln.co.id CIKANEWS/energi - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir, mengatakan, untuk mendukung program pembangkit listrik 35 ribu mega watt (MW), PLN mengukuhkan 403 pegawai baru jalur S1 dan S2 lulusan Program Pembelajaran Calon Pegawai Baru. Selama tahun 2016 PLN telah mengangkat 3.153 pegawai baru yang berasal dari latar pendidikan SMA/SMK hingga S2.   "Pengukuhan pegawai baru ini adalah tahap II untuk 2016, setelah tahap I dilaksanakan pada 4 Februari 2016 lalu dan diikuti oleh 628 pegawai baru jalur S1," kata Sofyan.   Pegawai baru ini telah diberi pelatihan selama kurang lebih 5-6 bulan, dimulai dari latihan kepemimpinan, pengenalan perusahaan, pembidangan dan on job training yang tujuannya adalah untuk membentuk para pegawai baru agar memiliki kompetensi yang dipersyarakatkan pada proyeksi jabatan pertama.   Pelatihan ini sangat dibutuhkan bagi para pegawai dikarenakan  nantinya mereka akan menghadapi tuntutan di lapangan yang lebih besar daripada apa yang dilakukan pada proses pembelajaran.   Di akhir program pembelajaran, para pegawai baru didorong untuk melakukan inovasi. Tujuan program ini tentunya untuk membangun generasi muda PLN agar meningkatkan minatnya terhadap inovasi untuk dapat menciptakan produk-produk sesuai dengan kebutuhan korporat dan seluruh stakeholders PLN.  Selain itu, pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik dan aman tanpa kecelakaan (zero accident).   (YAS)  
Friday, 20 May 2016 - 15:50:46
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) dinobatkan sebagai The Most Powerful Energy Company in Asia berdasarkan 2016 Brand Asia Study yang diselenggarakan oleh Nikkei BP dan Markplus Inc. Penghargaan diterima oleh Corporate Secretary Pertamina Wisnuntoro dalam ajang Jakarta Marketing Week 2016 pada Selasa 17 Mei.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Brand Asia Study yang diselenggarakan Nikkei BP bekerja sama dengan Markplus Inc ini dilaksanakan dengan jalan melakukan survei lintas negara. Terdapat sekira 13.000 responden di 12 negara di Asia, seperti China, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan, yang menjadi sampel dan melibatkan 1.446 brand nasional serta global.   "Terpilihnya Pertamina lewat survei lintas negara yang melibatkan 13 ribu responden di 12 negara di Asia, seperti Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan, yang menjadi sampel dan melibatkan 1.446 merek nasional dan global," Terang Wianda (17/5).   Brand Asia Study adalah inisiatif yang dilakukan Nikkei BP, anak perusahaan grup media raksasa Jepang, Nikkei, yang menguasai koran Nikkei dan Financial Times. Untuk pelaksanaan di Indonesia, Brand Asia Study dilakukan oleh Markplus Insight. (MAL)  
Friday, 20 May 2016 - 15:47:08
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menyiapkan beberapa mesin pembangkit listrik berkapasitas total 24 MegaWatt (MW) untuk memasok energi listrik di wilayah Kepulauan Nias.   "Saat ini PLN telah menyiapkan mesin dengan total kapasitas 24 MegaWatt (MW) yang tersebar di Nias," kata Manager Senior Public Relations, Agung Murdifi, Kamis (19/5/2016).   Agung Murdifi mengatakan, pada 21 Mei, PLN mendatangkan mesin pertama sebesar 13 mw setelah melalui uji kelayakan, serta 5 mw akan masuk setelah masuk tahap uji coba.   Terkait kontrak mesin pembangkit milik American Power Rent (APR) sebesar 2x10 MW yg terletak di Idanoi dan Moawo, PLN ingin memperpanjang kontrak hingga akhir Desember 2016.   Agung menyatakan PLN berharap agar pihak APR dapat segera memberikan spesifikasi dari mesin pembangkit.   Tujuannya agar dapat segera ditindaklanjuti proses uji tuntas (due diligence) dan penilaian (appraisal) nya.   “Kalau sudah ada detail spesifikasi mesin, proses administrasi dan pembelian mesin akan lebih mudah kami lakukan," ujar Agung, Kamis (19/5/2016). (MAL)  
Friday, 20 May 2016 - 11:13:15
foto: tempo.co CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) mulai pekan ketiga Mei 2016 melakukan perluasan wilayah uji pasar Dexlite di 18 SPBU yang tersebar di lima kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan.   Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengatakan, perluasan wilayah uji pasar Dexlite di Jawa Timur melihat hasil uji pasar yang sudah dilakukan di Jabodetabek. Pertamina melihat minat konsumen terhadap produk Dexlite cukup baik. Saat uji pasar di Jabodetabek, Pertamina bisa menggaet 14-15 persen konsumen solar beralih ke Dexlite.   "Di Jawa Timur kita targetkan 15 persen, nanti kalau harganya bisa diturunkan akan lebih banyak yang menggunakan Dexlite," kata Ahmad Bambang.   Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang akrab dengan sapaan  Gus Ipul, mengapresiasi inovasi produk Pertamina yang melihat peluang besar pasar konsumen mesin diesel yang semakin bertambah. Ini merupakan strategi yang bagus, yakni mengurangi subsidi bukan dengan menaikkan harga melainkan menawarkan produk baru.   "Dengan hadirnya Dexlite dapat berkontribusi positif membantu pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar bersubsidi Solar, dan dampaknya bagus terhadap mesin," kata Gus Ipul.   Dexlite memiliki angka cetane 51, berada di atas Biosolar dengan cetane 48. Harga yang dipasarkan untuk Dexlite di Jawa Timur saat ini Rp 6.650 per liter. (YAS)  
Friday, 20 May 2016 - 11:10:38
foto: globejournal.com CIKANEWS/energi - Pertamina EP Cepu (PEPC) dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) direncanakan akan membiayai pengeboran empat sumur gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur agar dapat memproduksi gas sebesar 315 juta standar kaki kubik mulai 2017.   "Pengeboran empat sumur gas Jambaran-TBR untuk menunjang tiga sumur gas yang sudah ada agar produksinya bisa mencapai 315 juta standar kaki kubik per hari," kata General Manager Project Jambaran-TBR PEPC Bob Wikan.   Sesuai kesepakatan dalam pengeboran empat sumur gas yaitu EMCL 60 persen dan PEPC 40 persen. "Pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR, dilakukan PEPC bersama EMCL," kata Bob.   Bob melanjutkan, pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR, termasuk pengeboran empat sumur gas bisa melibatkan sekitar 5.000 tenaga kerja yang akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2019.   "Pekerjaan pengembangan lapangan Gas Jambaran-TBR bisa melibatkan sekitar 5.000 tenaga kerja," ucapnya. (YAS)
Friday, 20 May 2016 - 10:31:41
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Penggabungan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) yang 56,96% sahamnya dikuasai negara ke dalam PT Pertamina (Persero) yang merupakan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi, dinilai akan mendorong sektor industri makin berkembang pesat karena akan mendapat pasokan gas yang lebih mudah dan murah.   Pengamat energi dari Universitas Indonesia Berly Martawardaya mmengatakan, penggabungan PGN ke Pertamina akan melahirkan sinergi dan terpangkasnya biaya-biaya di jaringan pipa gas di berbagai provinsi. "Jadi distribusi gas bisa lebih mudah dan harga yang lebih murah, sehingga mendorong industrialisasi," ujar Berly di Jakarta, Rabu 18 Mei 2016.   Menurut Berly, mekanisme penggabungan PGN menjadi anak usaha Pertamina sudah benar. Selain karena Pertamina 100 persen sahamnya dikuasai negara, cakupan bisnis dan aset perusahaannya juga lebih besar. "PGN jadi anak perusahaan Pertamina. Anak perusahaan boleh sahamnya sebagian dimiliki pihak lain," kata dia.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, dari semua sisi pembentukan holding BUMN energi akan memberikan efek positif bagi para pemangku kepentingan yang terlibat.   “Infrastruktur gas akan lebih terintegrasi, baik pipa transmisi atau distribusi, dan efisiensi terjadi sehingga harga gas akan turun,” tandasnya.   Pertamina merupakan BUMN terbesar di Indonesia dengan total aset pada akhir 2015 sebesar 45,5 miliar dolar AS. Pertamina merupakan perusahaan energi yang memiliki bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir. (MAL)  
Tuesday, 17 May 2016 - 11:30:12
foto: reuters.com CIKANEWS/energi - General Mananger PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumbangsel, Ahsin Sidqi Akhi, mengatakan, PLN sudah siap menyambut era nuklir untuk pembangkit listrik (PLTN). Pihaknya siap jika ditunjuk oleh pemerintah untuk mengoperasionalkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).   "Hanya tinggal menunggu keberanian pemerintah," ucapnya.   Ahsin mengungkapkan, sebenarnya tenaga-tenaga ahli nuklir telah direkrut PLN sejak 20 tahun silam. Setidaknya, ada 10 insinyur nuklir yang direkrut PLN dan kini sudah menduduki jajaran direksi. PLN juga terus merekrut tenaga-tenaga ahli bidang nuklir. Pasokan SDM terus bertambah karena perguruan tinggi memiliki jurusan tenaga nuklir.   Indonesia memiliki pengalaman mengelola energi nuklir sejak 1962. Saat itu, Presiden Soekarno mengambil kebijakan mengembangkan energi nuklir dengan membangun dua reactor nuklir, yakni di Yogyakarta dan Bandung.   "Dua reactor tersebut adalah Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dan di Bandung yang berada di Institute Tehnologi Bandung (ITB)," ujar Ahsin.   Kemudian diteruskan oleh Presiden Soeharto dengan membangun reactor nuklir di Serpong Jawa Barat. Sampai saat ini ketiga reactor tersebut masih berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan efek samping. Indonesia juga sudah mampu mengelola limbah radioaktif yang dihasilkan dari reactor nuklir tersebut.   Karena itu, pemerintah seharusnya sudah meningkatkan taraf reactor nuklir tersebut untuk kepentingan yang lebih besar lagi, yaitu membuat PLTN yang akan membantu pemerintah dalam program penyediaan energi listrik 35.000 Megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan.  (YAS)  
Tuesday, 17 May 2016 - 11:17:50
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, terus memacu penjualan tabung Bright Gas 5,5 kilogram untuk meningkatkan volume penjualan Liquified Petroleum Gas (LPG) perusahaan.   "Kami harapkan dalam jangka tiga bulan ke depan, kami dapat menjual 200.000 tabung lebih, sehingga dapat mendukung pencapaian laba yang ditargetkan perseroan," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Jakarta, Jumat (13/5).   Pertamina yang sebelumnya merugi dari bisnis LPG hingga Rp 4 triliun per tahun, terutama akibat menjual Elpiji 12 kg dibawah harga keekonomian, mulai mencatat laba sejak September 2015.   Wianda mengatakan jika pada Januari 2014, penjualan Elpiji 12 kg masih mencapai 76 ton per bulan, pada April 2015 turun menjadi 46 ton per bulan dan tinggal 42 ton per bulan pada Desember 2015.   “Karena itu, kami lahirkan Bright Gas kemasan 5,5 kg yang tujuannya adalah mengisi gap konsumen antara yang 3 kg dengan 12 kg. Dengan begitu, kami masuk di tengah-tengah, agar konsumen 12 kg itu tidak langsung ke 3 kg, tetapi ada produk penyangga,” ungkap dia.   Untuk terus mendorong masyarakat mampu tetap menggunakan LPG non subsidi, Pertamina kerap melakukan promo dengan cara trade in, atau tukar tabung. “Konsumen Elpiji 3 kg yang ini beralih ke Bright Gas 5,5kg dalam banyak kesempatan secara seasonal kami lakukan promo trade in untuk penukaran tabung kosong Elpiji 3 kg, dengan Bright Gas 5,5 kg cukup hanya dengan membeli isi LPG-nya saja.” (MAL)  
Wednesday, 11 May 2016 - 16:14:58
foto: ilustrasi/ndrwisme CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berkomitmen mencapai salah satu sasaran nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi. Saat ini, PLN sedang berfokus untuk mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW).   Menurut Manajer Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi, beberapa proyek telah direncanakan dan disusun PLN dalam kurun waktu 5 tahun yaitu 2014-2019 untuk percepatan realisasi program 35 ribu MW tersebut.   "Program-program tersebut antara lain membangun 109 pembangkit, masing-masing terdiri dari 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 ‎MW dan 74 Proyek oleh swasta atau dengan skema Independent Power Producer (IPP) berkapasitas total 25.904 MW," jelas Agung.   Hingga kuartal pertama 2016, sebanyak 12.226,8 MW dari total 35.000 MW atau 34,4 persen yang akan dibangun dalam lima tahun sedang tahap perencanaan. Sebanyak 8.377,7 MW atau 23,6 persen sedang dalam tahap pengadaan. Selain itu, PLN juga telah melakukan banyak penandatanganan kontrak jual beli.   "PLN telah melakukan kontrak jual beli/Power Purchase Agreement (PPA) sebesar 10.941 MW atau 30,8 persen," ujar Manajer Senior Public Relations PLN ini. (YAS)  
Monday, 09 May 2016 - 12:31:55
foto: bumn.go.id CIKANEWS/energi - Kondisi keuangan PT Pertamina (Persero) yang semakin prima, membuat perusahaan pelat merah ini berpotensi menjadi pemain minyak dan gas di kancah dunia. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean. Menurut dia, Pertamina saat ini perusahaan yang sangat sehat.   “Dari sisi manajemen dan SDM sangat mampu, tidak ada lagi BUMN lain yang lebih andal di sektor ini. Jadi mereka punya potensi untuk itu (pemain migas dunia),” terang Ferdinand dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/5/2016).   Menurut mantan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Profesor Mukhtasor, banyak indikator yang memperlihatkan bahwa BUMN migas tersebut semakin membaik.   “Performa keuangan sangat sehat, utang jangka panjang semakin menurun, dan efisiensi meningkat,” ujarnya.   Sehatnya kondisi keuangan, menurut Mukhtasor, tak lepas dari insiatif Pertamina untuk melakukan berbagai penataan.   Yang tak kalah penting, Pertamina melakukan strategi sangat tepat ketika harga minyak dunia sedang turun, yang mana saat banyak perusahaan minyak dunia mendapat tekanan di sisi hulu, BUMN itu justru menyeimbangkan antara hulu dan hilir.   Dalam hal ini, efisiensi banyak dilakukan di hulu, sedangkan di hilir banyak melakukan inovasi market, antara lain dengan mengeluarkan berbagai produk seperti Pertalite dan Dexlite. Strategi menyeimbangkan hulu dan hilir, menurut dia, turut berkontribusi dalam memperkokoh bisnis Pertamina.   "karena inovasi market pula, Dexlite yang baru diluncurkan juga langsung mendapat respons pasar yang luar biasa, begitu juga Pertamax konsumsinya juga terus meningkat," tambahnya. (MAL)
Wednesday, 04 May 2016 - 15:36:09
foto: antaranews.com CIKANEWS/energi - Sejumlah langkah telah disiapkan PT Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM saat libur panjang akhir pekan ini. Seperti mengisi penuh semua tangki SPBU, menyiapkan mobil tangki cadang yang berjaga di seputaran kawasan wisata serta jalur-jalur macet, menambah pasokan avtur di sejumlah bandara, menyiagakan satuan tugas dan armada mobil tangki.   “Mulai hari ini SPBU semua diisi full” ungkap Area Manager Communication and Relation Jawa Bagian Barat, Marketing Operation Region (MOR) III PT Pertamina, Yudy Nugraha.   Lokasi wisata yang dimaksudnya diantaranya Anyer, Lembang, Pangandaran, serta Puncak. Sementara di sepanjang jalur macet juga disiapkan tangki cadangan, diantaranya jalur Garut, Tasikmalaya, serta jalan tol Cipularang dan Cipali.   “Berdasarakan pengamalan, macetnya itu di tol. Sehingga SPBU di jalan tol Cipularang dan Cipali ktia antisipasi,” kata Yudy.   Pertamina menyiapkan mobil tangki cadang yang berjaga di seputaran kawasan wisata, serta jalur-jalur macet. “Istilah kita buffer stock, kalau istilah umumnya cadangan stand by di beberapa jalan akses menuju lokasi wasata yang kemungkinan macet,” jelas Yudy.   GM MOR III, PT Pertamina Jumali mengatakan, Pertamina juga menyiagakan satuan tugas dan armada mobil tangki selama libur akhir pekan ini. “Ketahanan stock dan supplay akan terus akmi pantau hingga area-area wisata,” katanya.
Wednesday, 04 May 2016 - 15:01:47
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Pemerintah menargetkan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi tuntas sebelum lebaran tahun ini. Perusahaan pelat merah yang akan disatukan adalah  PT Pertamina (Persero) dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengatakan, saat ini pemerintah tidak mengikutsertakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam holding BUMN energi dikarenakan PLN sudah bergerak sebagai induk usaha yang membawahi banyak perusahaan energi di Indonesia.                                                                                                                 "Sekarang ini migas dulu, Pertamina dengan PGN. listriknya belum. PLN sendiri sudah jadi holding karena anak perusahaanya banyak" terangnya.   Penggabungan dua perusahaan BUMN energi menjadi satu holding masih terus dibahas Kementerian BUMN. Sudirman Said enggan mengungkapkan apakah terbuka kemungkinan untuk membentuk induk usaha yang lebih besar.   "Itu kebijakannya Bu Menteri BUMN, kita dukung itu,"katanya.   Kajian pembentukan holding kedua perusahaan energi itu sudah sampai ke tangan Menteri Keuangan. Dalam waktu dekat, Kementerian BUMN berharap semua persyaratan holding terpenuhi. Selanjutnya tinggal menunggu lampu hijau dari para wakil rakyat yang bermarkas di Senayan, Jakarta. (YAS)
Wednesday, 04 May 2016 - 14:56:49
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bisa membangun jaringan gas ke rumah tangga hingga 1,3 juta sambungan pada periode 2015-2019, dengan investasi Rp 18,2 triliun.   "Tahun ini, pemerintah melanjutkan pembangunan jargas sebanyak 24.000 sambungan rumah tangga. PGN yang akan kerjakan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam Peresmian dan Groundbreaking Jargas di Surabaya, Senin (2/1). Nilai investasi proyek ini yakni Rp 285,21 miliar.   PGN juga mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk membangun Jargas di Batam sebanyak 4.000 sambungan dan Tarakan 21.000 sambungan pada tahun ini. Sebelumnya PGN telah diberi kepercayaan mengelola 43.000 jargas exisiting.   Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso menambahkan, jargas 24.000 SR ini akan dibangun di 13 kelurahan di Surabaya Timur, Surabaya Tengah, dan Surabaya Selatan. Panjang pipa yang akan dibangun sepanjang total 167 km dengan diameter pipa polyetilen ukuran 63 mm dan 180 mm. Kontraktor pelaksana adalah PT Hutama Karya.   "Target pemasangan per hari adalah pipa sepanjang 1 km dan 150 alamat rumah," jelas Hendi.   Sampai saat ini, tambahnya, sudah terverifikasi 60% alamat dan kemauan berlangganan gas bumi dari total 24.000 target. Untuk wilayah Kedung Baruk sendiri telah terpasang 436 sambungan kompor. (MAL)  
Tuesday, 26 Apr 2016 - 17:11:36
foto: Bloomberg CIKANEWS/energi - PT PLN (persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) membeli pasokan listrik yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 12 Mega Watt (MW).   Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Djoko R. Abumanan mengatakan, salah satu yang menjadi kendala yakni para perusahaan CPO yang lebih tertarik untuk mengekspor cangkang kelapa sawit dibandingkan digunakan di dalam negeri. Pasalnya harga yang didapatkan dari ekspor jauh lebih tinggi.   "Sekarang kita rebutan untuk cangkang kelapa sawit itu dengan diekspor. Harga cangkang diekspor itu lebih mahal dibandingkan dijadikan listrik di daerah. Ini harus ada kebijakan renewable untuk cangkang," ujarnya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (25/4/2016).   Selanjutnya di pertengahan jalan listrik tersebut masuk jaringan distribusi untuk disalurkan ke desa yang dilalui transmisi. "Di tengah jalan akan didistribusikan ke Jaringan Distribusi 20 KV yang ada pelanggan di desa," ‎kata Purnomo, Senin (25/4/2016).   Selain itu, Purnomo melanjutkan, PLN juga membeli listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2 MW. Listrik tersebut akan masuk jaringan sistem Barito yang masuk dalam sistem 20 KV sepanjang 2 km. Listrik tersebut juga akan disalurkan ke desa sekitar sistem.   Konstruksi awal direncanakan mulai dilaksanakan pada Mei 2017 untuk PLTBm dan Desember 2016 untuk PLTBg. PLTBm yang akan dibangun di Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Waringin Barat, Kalimantan Tengah direncanakan COD pada Juni 2019.   Sedangkan PLTBg yang akan dibangun di Desa Suka Damai, Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, direncanakan COD Juli 2017. (MAL)  
Monday, 25 Apr 2016 - 14:26:31
foto: vibiznews.com CIKANEWS/energi - Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jerman, Siemens menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk pengembangan pembangkit listrik berkapasitas 500 megawatt (MW) serta pengembangan jaringan distribusi dan transmisi listrik.   Pemerintah akan memanfaatkan kerjasama ini dalam program pembangkit listrik 35 Gigawatt (GW) pada 2019.   “Siemens siap mendukung program infrastruktur Indonesia yang ambisius. Dengan banyaknya portofolio produk serta keahlian yang dimiliki, kami bisa membantu mengembangkan sistem kelistrikan yang modern, terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Anggota Managing Board Siemens Roland Busch.   Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Nicke Widyawati mengaku penandatanganan ini untuk pengembangan pembangkit akan tersebar ke pulau-pulau terpencil.   "Rencananya akan dibangun di Indonesia timur dengan total kapasitas sekitar 500 mw akan disebar ke pulau-pulau kecil," ungkap Nicke dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (20/4/2016).   Dalam kerjasama ini, Siemens juga bisa memberikan dukungan dengan keahlian dalam pendanaan proyek, dan kemampuan manufaktur di Indonesia. (MAL)  
Thursday, 21 Apr 2016 - 11:48:46
foto: suaramerdeka.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) memperluas jaringan bisnis mereka dengan menghadiri ajang bergengsi pameran dan konferensi Liquefied Natural Gas (LNG), LNG 18, di Perth Convention and Exhibition Center, Western Australia, 11-15 April 2016. Pertamina termasuk di antara 250 perusahaan LNG kelas dunia dari 60 negara yang juga turut serta dalam perhelatan tiga tahunan tersebut.   Perhelatan tersebut merupakan acara tiga tahunan yang tidak kalah bergengsi seperti World Gas Congress (WBC). Selain pameran, LNG 18 juga diisi dengan konferensi yang dihadiri berbagai pembicara dari berbagai industri terkemuka di dunia.   LNG 18 memiliki arti penting. Pasalnya, seiring turunnya harga minyak, bisnis LNG dan gas memasuki periode yang penuh tantangan. Selain bertukar pengalaman, para pelaku bisnis LNG juga membahas langkah-langkah optimisasi yang dapat dilakukan ke depan. Selain itu, mereka juga membahas bersama peluang bisnis yang ada serta memproyeksikan tren ke depan bagi neraca energi dunia.   Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Andy Noorsaman Sommeng mengatakan LNG 18  memiliki arti penting bagi Pertamina. Sebab, selain sangat terorganisasi, ajang itu juga didukung kesiapan panitia yang sangat baik. Hal ini bisa dilihat, dari jumlah sponsor dan peserta yang cukup banyak dan selalu meningkat setiap tahun.                                 "Saya berharap Pertamina dan Pertagas selalu hadir dalam ajang-ajang internasional seperti ini. Acara ini penting untuk memperluas konektivitas bisnis dan jaringan  di bidang LNG. Dengan demikian, Pertamina dan Pertagas selalu update perkembangan teknologi, market, new business model LNG, dan dapat membuka peluang bisnis LNG dengan perusahaan-perusahaan lain," jelasnya, Senin malam (18/4).   (MAL)  
Tuesday, 19 Apr 2016 - 11:16:05
foto: Pertamina CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pelatihan pengembangan kapasitas (capacity building) bagi 30 local hero yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 April 2016.   Local hero adalah istilah bagi tokoh yang dinilai memiliki karya luar biasa dengan gagasan pokok yang mencerminkan jiwa kepemimpinan. Selain itu, mereka dipandang sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.   Peserta pelatihan ini adalah pemenang penghargaan Pertamina Local Hero tahun 2014 dan 2015 yang telah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka terpilih karena program yang dijalankan selaras dengan empat pilar CSR Pertamina yakni sehat, hijau, cerdas, dan berdikari.   CSR Manager Pertamina Agus Mashud mengatakan, Pertamina ingin terus mengembangkan kemampuan para local hero, khususnya dalam aspek pemasaran, keuangan dan pengembangan kelompok masyarakatnya.   "Kami sangat berharap pelatihan ini dapat membantu para local hero untuk terus menciptakan inovasi dan terobosan dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan yang telah mereka lakukan saat ini. Indonesia harus bangga memiliki insan-insan yang menginspirasi seperti mereka," jelas Agus.   Narasumber pelatihan pengembangan kapasitas ini merupakan akademisi serta pakar-pakar dari Fakultas Ekonomi, Fakultas ISIPOL, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Peternakan dari Universitas Gadjah Mada. Selain pelatihan, peserta juga diberikan tugas kelompok untuk membuat program kewirausahaan. (YAS)  
Monday, 18 Apr 2016 - 17:03:21
foto: batampos.co.id CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas jaringan pipa gas bumi ke berbagai wilayah. Direktur PT Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) Tbk, Dilo Seno Widagdo mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan proyek pipa gas bumi sepanjang 18,3 kilometer (km) di kawasan bisnis Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.   "Proyek di Nagoya sudah mencapai lebih dari 90%, diperkirakan Mei tahun ini rampung," ungkap Dilo kepada wartawan, Jakarta, Senin (18/4).   Dilo mengungkapkan, rencananya proyek ini ditujukan untuk memasok kebutuhan gas bumi di rumah makan, hotel, mal, hingga kawasan industri. Saat ini pipa gas bumi yang dimiliki dan dioperasikan PGN di Batam sepanjang 123 km. Dengan selesainya proyek pembangunan pipa distribusi Nagoya ini, jumlah pipa distribusi gas bumi di Batam menjadi 141,3 km.   "Di Batam, PGN sampai saat ini memasok gas bumi ke 672 pelanggan dengan rincian, 39 industri besar, 36 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 597 rumah tangga," jelas dia.   Secara nasional, PGN saat ini memasok gas bumi ke lebih dari 107.690 rumah tangga, lebih dari 1.857 pelanggan dari usaha kecil, mal, restoran hingga hotel. Serta 1.529 pelanggan dari industri skala besar dan pembangkit listrik telah menikmati gas bumi dari PGN. (MAL)
Monday, 18 Apr 2016 - 12:08:10
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membagikan dividen tunai sebesar Rp611 miliar atau Rp289,73 per saham di 2015. Dalam hal ini, Bukit Asam tetap mampu membagikan dividen meski komoditas batu bara tengah mengalami penurunan sekarang ini.   Sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono menjelaskan, sehingga pembagian dividen per lembar sahamnya senilai Rp289,73 per saham. Waktu penebaran dividen tersebut juga akan dilakukan sesuai ketentuan OJK yakni 30 hari setelah RUPST digelar.   "Pembagian dividen ini adalah bentuk apresiasi Perseroan kepada pemegang saham PTBA," tuturnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (14/4/2016).   Joko menambahkan, meski harga batu bara terus mengalami penurunan sejak 2012, namun perseroan mampu mencatat laba bersih Tahun Buku 2015 sebesar Rp2,04 triliun atau mengalami kenaikan sebanyak 9,3 persen dibandingkan dengan perolehan laba bersih di 2014 yang sebesar Rp1,86 triliun.   Hampir secara keseluruhan kinerja perusahaan tambang di 2015 ini baik itu kinerja operasional maupun kinerja keuangan lainnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. "Di luar pembelian batu bara sebesar 1,46 juta ton, volume produksi naik 18 persen atau menjadi 19,28 juta ton dibanding tahun sebelumnya 16,37 juta ton," jelas dia.   Seperti diketahui, sepanjang 2015 PTBA berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp2,04 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,30 persen dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,89 triliun. (MAL)  
Monday, 18 Apr 2016 - 10:16:37
foto: indomigas.com CIKANEWS/energi - Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (persero), Ahmad Bambang, mengatakan, pada 2019 ditargetkan pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis premium akan berpindah ke BBM varian lainnya (non subsidi).   Ahmad Bambang mengatakan di triwulan I/2016 migrasi pengguna premium ke jenis pertamax dan pertalite sebesar 21%. Hingga akhir tahun angka tersebut bertambah menjadi 30% dan 50% di tahun depan. Alhasil, diharapkan pada 2019 premium tak lagi beredar.   "Tahun depan hilang 50% jadi 2019 bisa hilang semua premium," ujarnya dalam acara uji pasar Dexlite di Jakarta, Jumat (15/4/2016).   Senior Vice President Fuel Marketing Pertamina M Iskandar mengatakan, selisih harga yang kian tipis antara BBM subsidi dan nonsubsidi membuka peluang terjadinya perubahan pasar. Pengguna BBM subsidi justru pindah menjadi pengguna BBM nonsubsidi.   Diperkirakan migrasi pengguna BBM akan bertambah lebar karena dengan nilai yang sama tahun ini konsumen bisa mendapat produk yang lebih berkualitas. kendaraan baru yang mengaspalpun tak lagi sesuai bila menggunakan BBM jenis premium.   Seperti diketahui, setiap dua pekan harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian. Dengan demikian, tren penurunan konsumsi solar dan premium akan berlanjut. (YAS)  
Friday, 15 Apr 2016 - 11:04:33
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Perusahaan Minyak dan Gas PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk dari holding BUMN yang akan membawahi beberapa perusahaan BUMN yang bergerak di bidang energi. pembentukan holding BUMN energi akan dilakukan tahun ini   Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno. Skema holdingisasi yang diterapkan adalah perusahaan induk harus 100 persen dimiliki negara.   "‎Saya sudah bicara dengan Menkeu, yang sudah selesai adalah Pertamina kita akan ajukan PP nya, dan semoga ada tiga lagi yang akan selesai yaitu jalan tol, tambang, dan keuangan," kata Rini.   Soal nama holding BUMN energi, nantinya menurut Rini akan diberikan dua opsi. Yakni dengan opsi "Pertamina Holding" atau opsi kedua adalah "Holding Energi".   "‎Ini kita belum bicara nih, nama Pertaminanya diganti atau enggak. Karena yang holdingnya kan Pertamina. Apa nama Pertamina-nya diganti atau jadi Pertamina Holding. Kita belum tau. ‎Yang akan masuk disitu adalah Pertamina memiliki PGN," jelas Rini. (YAS)  
Friday, 15 Apr 2016 - 10:38:43
foto: viva.co.id CIKANEWS/energi - PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) (Inalum) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) jalin kerjasama pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Rrefinary (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Perusahaan gabungan (joint venture) diberi nama PT Inalum Antam Alumina (IAA).   Direktur Utama Inalum, Winardi Sunoto mengatakan, Joint Venture Agreement (JVA) ini merupakan implementasi sinergi lanjutan yang telah dimulai sejak nota kesepahaman (MoU) dan pokok-pokok perjanjian (Heads of Agreement) disepakati pada 2015 lalu.   "Poinnya kita mau bentuk anak usaha bersama Antam untuk berpartner dengan Tiongkok. Sekarang joint venture agreement," kata Winardi.   Selanjutnya IAA akan bekerja sama dengan Tiongkok melalui perusahaan aluminium Tiongkok, China Alumunium Company untuk membangun pabrik smelter di Mempawah dengan porsi 51 persen untuk IAA.   "Nanti ini partner dengan Tiongkok, IAA nanti jadi mayoritas. Tiongkok minoritas. China Alumunium Company. Minimal dalam negerinya 51 persen. Artinya kita mayoritas. Atau 55 persen dan 45 persen," pungkas dia.   Melalui pengoperasian SGAR, Antam dan Inalum akan dapat mengolah cadangan bauksit yang ada sehingga Inalum akan memperoleh pasokan bahan baku aluminium dari dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor alumina. (YAS)  
Wednesday, 13 Apr 2016 - 15:31:58
foto: detik.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) meluncurkan bahan bakar diesel baru bernama DEXlite dengan harga perdana yang ditetapkan Rp6.750 per liter. BBM ini sudah siap dipasarkan di SPBU Pertamina mulai 15 April 2016. Dexlite merupakan bahan bakar pertengahan antara Pertamina Dex dan Solar bersubsidi bagi kendaraan bermesin diesel di Indonesia.   VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro memaparkan, untuk tahap awal, akan dilakukan market test di 33 SPBU wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang rencananya dimulai pada 15 April 2016. Untuk ke tahap I pada Mei di Jawa, tahap II Juni di Sumatera Utara dan Kalimantan, dan ketiga Agustus di Sumatera Selatan dan Sulawesi.   Pertamina menyiapkan 1.500 kilo liter DEXlite untuk 33 SPBU di Jabodetabek. Targetnya, sebanyak 100 ribu kilo liter dapat terjual hingga akhir tahun. Disasar untuk konsumen yang selama ini masih menggunakan solar 48. Kendaraan diesel dengan teknologi common rail sangat cocok.   “Apabila animo konsumen cukup besar, akan dilakukan roll out Dexlite di seluruh SPBU di Indonesia,” ujar Wianda di Jakarta, Selasa malam (12/4/16).   Sementara itu, di lain tempat Vice President Fuel Marketing And Distribution Pertamina Afandi menambahkan, Peluncuran DEXlite diharapkan bisa memberikan alternatif lain bagi konsumen, serta mampu membantu pemerintah mengurangi pemakaian subsidi BBM.   “Target pasar Dexlite diarahkan kepada pengguna Biosolar, kami berharap konsumen solar subsidi mau pindah ke Dexlite, begitu juga Dex,” ujar Afandi di Hermitage, Menteng, Selasa, (12/4/16).   Terkait spesifikasi produk, Afandi menjelaskan, kualitas Dexlite berada di bawah Dex dan di atas Biosolar berdasarkan Cetane Number dan kandungan Sulfur. Dex mengandung CN sebesar 53 dengan sulfur 300 part per million (PPM). Sementara CN Biosolar sebesar 48 dengan Sulfur 3.000 ppm.   Pertamina Dexlite memiliki angka cetane 51 dan sulfur maksimal 1.200 ppm. Bahan bakar diesel terbaru ini memiliki tambahan Zat Aditif, Fatty Acid Methyl Eter (FAME). Dengan spesifikasi tersebut, Afandi mengklaim Dexlite membantu performa, akselerasi, dan tenaga mesin.  (ARL)
Tuesday, 12 Apr 2016 - 16:36:24
foto: Syamsu Alam/istimewa CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) mencatat peningkatan produksi minyak dan gas di sepanjang kuartal 1 (Januari-Maret) 2016. Produksi minyak sebanyak 305 juta barel minyak per hari (BOPD) sepanjang kuartal I 2016, naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 267 juta BOPD.   Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/4), Syamsu Alam selaku Direktur Hulu Pertamina mengatakan bahwa naiknya produksi minyak perseroan ditopang oleh sumbangan minyak dari Pertamina EP Cepu yang pada tiga bulan pertama di 2016 menghasilkan 67 juta BOPD.   Terkait produksi gas, Syamsu menjelaskan, realisasi produksi tercatat sebesar 1.961 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), naik 20,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2015 sebesar 1.623 MMSCFD. Kenaikan tersebut berasal dari dua blok gas yang baru diakuisisi Pertamina dari ExxonMobil di Nanggroe Aceh Darussalam, yakni Blok NSO dan NSB. Blok tersebut saat ini dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) anak usaha Pertamina.   “Kenaikan produksi juga berasal dari Blok Senoro yang telah beroperasi penuh. Pada kuartal I 2015, Senoro belum memberikan kontribusi ke Pertamina,”ujar Syamsu Alam dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/4/16).   Menurut Syamsu, laju produksi Pertamina diperkirakan bakal terus bertambang. Tambahan produksi gas akan disumbang dari Lapangan Matindok di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dan minyak dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.   "Nantinya produksi minyak akan menjadi sebanyak 308 juta BOPD dan gas sebesar 1.950 MMSCCFD," tandas Syamsu.   Tidak hanya dari dalam negeri, kinerja produksi minyak dan gas bumi dari seluruh lapangan yang dikelola Pertamina di luar negeri juga terus meningkat. Tercatat, total produksi saat ini untuk minyak sebesar 85 ribu BOPD. Sementra itu, untuk mendukung kegiatan di sektor hulu, Pertamina sepanjang tahun ini mengalokasikan dana investasi untuk sektor hulu sebesar US$2,7 miliar atau sekitar Rp35,64 triliun. (ARL)  
Monday, 11 Apr 2016 - 17:17:51
foto: metrotvnews.com CIKANEWS/energi - Setelah enam tahun menjadi kampung binaan Pertamina, RW 04 Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan baik.   Melengkapi program yang sudah berjalan, PT Pertamina (Persero) kembali berpartisipasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui sejumlah bantuan senilai hampir Rp 400 juta.   Bantuan tersebut terdiri dari Renovasi gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah Persmin Jagir senilai Rp 299 juta dan program lingkungan serta pemberdayaan masyarakat senilai Rp 100 juta.   “Dengan program ini diharapkan tidak hanya lingkungannya semakin hijau, tetapi kami juga mendorong agar masyarakat bisa terus mengembangkan inisiatifnya untuk berinovasi supaya lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto pada acara penyerahan bantuan, Sabtu (9/4/2016).   MI Persmin Jagir merupakan satu-satunya sekolah di RW 4 yang didirikan khusus untuk anak-anak tidak mampu. Saat ini ada sekitar 74 anak yang bersekolah di sana dengan biaya sekolah Rp25 ribu per bulan atau tidak berbayar bagi yang tidak mampu.   Untuk program pemberdayaan masyarakat, Pertamina memberikan 10 Rombong Sejahtera Pertamina untuk para pedagang kaki lima di wilayah tersebut. Sebelumnya para pedagang tersebut menjajakan dagangan dengan meja terbuka di pinggir jalan gang.   "Agar para pedagang tidak menjajakan dagangannya dengan meja terbuka di pinggir jalan, karena pengemasan sebuah dagangan itu sekarang menjadi perhatian para pelanggan," jelasnya.   Selain program di Kampung Hijau ini, ada beberapa program CSR Pertamina lainnya di Surabaya. Di antaranya program penghijauan dan pembinaan UKM di Kelurahan Balas Klumprik, pengembangan dan penanaman mangrove di Ekowisata Wonorejo, Pendampingan UKM dan Program Bank Sampah di Kelurahan Perak Utara. (MAL)
Monday, 11 Apr 2016 - 15:30:11
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$500 juta atau setara Rp6,6 triliun, guna melakukan ekspansi bisnis hulu dan hilir, serta pemeliharaan infrastruktur gas.   Direktur PGN, Nusantara Suyono, mengatakan bahwa sebagian besar dana capex dipenuhi dari kas internal yang saat ini berkisar U$700 juta.   Sementara itu, anak usaha perseroan, PT Saka Energi Indonesia, menjajaki akuisisi sebagian hak partisipasi blok minyak dan gas. "Untuk akuisisi, akan lebih banyak dilakukan oleh Saka Energi. Namun sampai saat ini belum ada kesepakatan apapun," jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (8/4).   Terkati bisnis distribusi, Suryono menjelaskan, PGN mengandeng PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menyalurkan gas bumi ke lokasi pembangkit listrik, termasuk penyaluran gas ke pembangkit listrik Muara Tawar. Pada awal April 2016, PGN dan PLN menandatangani kesepakatan bersama penyaluran gas bumi ke Muara Tawar.   "Untuk Muara Tawar, kami sedang membahas soal harga dan volume," ujar Suryono di Jakarta, Minggu (10/4).   Tak hanya itu, Suyono menambahkan, mulai tahun 2016-2019, PGAS juga akan menambah jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 km yang tersebar di berbagai daerah. Sampai saat ini, total panjang pipa yang dibangun dan dioperasikan PGAS mencapai 7.026 kilometer yang setara 76% total pipa gas bumi hilir di Indonesia.   Sepanjang tahun 2015, PGN telah memasok gas bumi kepada lebih dari 107.690 rumah tangga, 1.857 usaha kecil, mal, restoran, hingga rumah makan, serta 1.529 industri skala besar dan pembangkit listrik. Tercatat, total gas bumi yang di salurkan PGN sebanyak 1.591 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) yang terdiri dari  bisnis distribusi sebesar 802 MMSCFD dan bisnis transmisi sebesar 789 MMSCFD.  (ARL)
Monday, 11 Apr 2016 - 14:09:09
foto: kompasiana.com CIKANEWS/energi - Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, menegaskan bahwa Pertamini bukan bagian dari jaringan hilir Pertamina. Pertamini tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan, misalnya untuk pencegahan bahaya kebakaran.   "Pertamini itu bukan Pertamina, tapi orang tahunya itu seolah-olah Pertamina. Safety-nya siapa yang jamin? Kalau ada kebakaran nuntutnya ke siapa? Itu yang mau kita benahi," ujar Ahmad Bambang usai diskusi di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa akhir bulan lalu.   Ahmad Bambang mengatakan, Pertamina akan membangun sejumlah stasiun pengisian umum (SPBU) mini di beberapa daerah. Pembangunan SPBU mini ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tertentu, terutama daerah yang belum terjangkau jaringan SPBU besar.   SPBU mini Pertamina dibuat untuk membantu pemerintah agar daerah yang tidak ekonomis untuk dibangun SPBU akan tetap memperoleh bahan bakar dengan harga yang wajar.   Tingkat keamanan SPBU mini ini pun juga akan terjamin dan akan tertutupi berbagai kekurangan yang ada pada penjual bensin eceran yang ada saat ini.   "Peluang itu ada kita cuma membantu pemerintah supaya daerah-daerah yang nggak ekonomis dibangun SPBU, masyarakat dapat mendapatkan BBM dengan harga yang wajar tetapi safetynya terjamin," kata Bambang.   (YAS)  
Thursday, 07 Apr 2016 - 11:59:50
foto: istimewa CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) gencar menambah infrastruktur jaringan pipa gas bumi nasional. Saat ini, total panjang pipa yang dimiliki dan dioperasikan PGN telah mencapai lebih dari 7.000 kilometer (km).   "Sampai saat ini total panjang pipa yang sudah kami bangun dan operasikan mencapai 7.026 km," katanya di Jakarta, Rabu (6/4).   Menurut dia, pada akhir 2014, total panjang pipa PGN baru mencapai 6.161 km. Artinya, selama satu tahun, panjang pipa PGN bertambah 865 km atau 14 persen. Panjang pipa transmisi dan distribusi gas bumi PGN sebesar 7.026 km tersebut mencakup 76 persen pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia.   "Tambahan pipa gas bumi lebih dari 1.680 km tersebut dibangun dengan investasi PGN sendiri tanpa mengandalkan APBN," ungkap Heri.   Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN, Irwan Andri Atmanto menambahkan dari pipa gas sepanjang lebih dari 7.000 km ini, PGN memasok gas bumi yang hemat dan ramah PGN dapat menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut, menciptakan penghematan bagi nasional sebesar Rp 88,03 triliun per tahun.   "Kami berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam setiap pembangunan infrasturktur pipa PGN, seperti alokasi gas bumi, kemudahan perizinan di pusat dan di daerah membangun infrastruktur gas bumi, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi nasional," tutup Irwan. (MAL)  
Wednesday, 06 Apr 2016 - 17:07:15
foto: ilustrasi/istimewa CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu telah menggelar lomba karya kreatif dan inovatif bagi siswa kelas 12 SMA/SMK dan sederajat bertema “Energi Muda Masa Depan Bangsa” dengan hadiah berupa 15 beasiswa selama satu tahun kuliah di Univeritas Pertamina. Tiga jenis lomba yang diselenggarakan adalah lomba karya tulis ilmiah populer, lomba desain grafis, dan lomba riset aplikasi digital untuk produk pelumas, distribusi produk LPG Pertamina, serta energi baru dan terbarukan. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan peserta yang mendaftar adalah siswa kelas 12 SMA/SMK dan sederajat dari dalam maupun luar negeri serta memilih salah satu kategori lomba. Karya yang didaftarkan merupakan karya perseorangan yang belum pernah diikutkan dalam lomba serupa. Masa registrasi dan pengiriman karya mulai 4 April sampai 29 Mei 2016.   “Informasi lengkap mengenai subtema lomba, syarat, dan ketentuan dapat dilihat di website pertamina.com atau universitaspertamina.ac.id,” ujar Wianda di Jakarta, Rabu (6/4).   Universitas Pertamina menyiapkan salah satu mekanisme untuk mendapatkan beasiswa melalui jalur prestasi, yakni dengan mengikuti lomba kreativitas yang terdiri atas karya tulis dan membuat animasi atau inovasi aplikasi digital.   Universitas Pertamina akan menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2016/2017 pada Juli mendatang. Pendaftaran mahasiswa baru dimulai April ini. (MAL)  
Tuesday, 05 Apr 2016 - 16:44:09
foto: detik.com CIKANEWS/energi - Vice President Fuel Retail Marketing Pertamina, Afandi, mengatakan, solar varian baru yaitu Dex Lite siap diujicoba pada pertengahan April 2016 ini untuk melihat respons masyarakat terhadap produk ini.   "Kami akan market test dulu pada pertengahan April ini untuk melihat respons masyarakat seperti apa," kata Afandi.   Afandi menjelaskan, Dex Lite memiliki Cetane Number (CN) 51, yang kualitasnya lebih baik dari solar subsidi yang dijual. Dex Lite juga memiliki emisi yang lebih baik dibandingkan solar biasa. Perkiraan harganya antara Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per liter.   "Harga sekitar Rp 6.000-Rp 7.000 per liter, tidak di atas Rp 7.000. Lebih irit dan emisinya jauh lebih bagus. Kandungan sulfurnya Dex Lite itu 1.000-1.2000 ppm, sementara solar itu 3.000-3.3000 ppm, jadi lebih bertenaga, dan efisien," terang Afandi.   Untuk tahap awal Pertamina akan melakukan uji pasar solar varian baru sebanyak 1.500 liter di Jakarta. Peluncurannya tinggal menunggu izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) setelah sebelumnya telah mengantongi izin kualitas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).   "Untuk wilayah DKI atau Jabodetabek, volume 1500 liter market test, Insya Allah minggu ini keluar izinnya dari BKPM, diluncurkan bulan ini mudah-mudahan," tutur Afandi. (YAS)  
Tuesday, 05 Apr 2016 - 16:39:28
foto: aktual.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) ingin mengelola Blok Masela Maluku yang saat ini dioperasikan Royal Dutch Shell. Untuk berperan menggarap blok tersebut Pertamina akan mencari dana.   Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina telah menyampaikan minatnya untuk menggarap Blok Masela dan telah mendapat akses data untuk dipelajari.   "Kami menyampaikan minat (ikut kelola Blok Masela) sekarang sedang dibahas di pemerintahan dan sebagainya dan kami juga sudah mulai diberikan akses untuk mempelajari data-data," kata Dwi di Jakarta, Senin (4/4).   Dwi menuturkan akses data-data tersebut menjadi dasar untuk menentukan besaran partisipasi Pertamina di Blok tersebut. Dia menyebut Pertamina ingin memiliki kepemilikan yang signifikan di Masela. Saat ini kepemilikan Blok Masela mayoritas dipegang oleh Inpex sebesar 65 persen. Sedangkan sisanya dipegang oleh Shell Upstream Overseas Services Ltd.   "Kalau kami sudah mendapatkan data berapa nilai asetnya, lalu kami akan sesuaikan, tentu saja kami ingin yang signifikan," ujarnya.   Dwi juga mengungkapkan pihak Pertamina juga sudah bertemu dengan Inpex yang bertindak sebagai operator eksisting sekarang. Namun, Pertamina dan Inpex masih membicarakan terkait soal besaran dan kemampuan dari total investasi yang harus dikeluarkan dengan menggunakan mekanisme pembangunan kilang darat atau onshore yakni USD14,8 miliar.   "Kalkulasi kita nanti kalau kita sudah mendapatkan data berapa nilai asetnya, lalu kita akan sesuaikan, tentu saja kita ingin yang signifikan lah," ucap dia.   Dwi pun berjanji akan berusaha mencarikan dana untuk akuisisi 20 persen saham tersebut. Sebagaimana diketahui dana belanja modal Pertamina tahun ini hanya USD5,31 miliar. "Dicarikan nanti," pungkas dia. (MAL)  
Tuesday, 05 Apr 2016 - 11:15:11
foto: JPNN.com CIKANEWS/energi - Fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung yang dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk menerima 1 kargo LNG (Liquefied Natural Gas) atau gas bumi cair yang berasal dari Kilang LNG Tangguh, Papua.   Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia, Mugiono, mengatakan, setelah berlayar hampir seminggu dari Papua, Kapal pembawa yang mengangkut satu kargo LNG atau sekitar 137.700 meter kubik merapat ke FSRU Lampung, pada Sabtu pagi, berlokasi sekitar 21 kilometer dari tepi pantai Labuan Maringgai Lampung. “Proses bongkar muat LNG-nya membutuhkan waktu sekitar 75 jam atau sekitar 3 hari,” kata Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia Mugiono, melalui rilis resminya, Ahad (3/4). PT PGN LNG Indonesia sendiri adalah anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang mengelola FSRU Lampung.   Mugiono menyebutkan, penerimaan 1 kargo LNG ke FSRU Lampung dari Kilang LNG Tangguh pada awal April ini adalah bagian dari 1,1 juta meter kubik LNG hingga akhir tahun 2016. Sementara ini, lanjutnya, anak usaha PGN tersebut juga sedang melakukan negosiasi untuk mendapatkan kargo tambahan dari sumber lain.   “Sementara ini juga sedang berlangsung negosiasi untuk mendapatkan kargo tambahan dari sumber lain," ujarnya Minggu (3/4/2016).   Keberadaan FSRU Lampung ini sangat mendukung pemanfaatan sumber gas di luar wilayah Indonesia bagian Barat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan gas bagi Sumatera Bagian Selatan dan Jawa Bagian Barat. (MAL)  
Tuesday, 05 Apr 2016 - 10:15:46
foto: jakartakita.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) tbk melalui anak usahanya PT Pertamina Retail menjalin kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta terkait penggunaan Radio Frequency Identification (RFID) pada kendaraan operasional kebersihan. Penggunaan RFID dinilai sangat efektif dalam upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi penggunaan BBM oleh pelanggan B2B.   Seperti diketahui, penggunaan kartu RFID selama ini digunakan oleh perusahaan sebagai alat transaksi pembayaran bagi pelanggan korporasi yang membeli BBM di SPBU Pertamina COCO. Kartu tersebut sebagai alih fungsi transaksi digital dan sifatnya fleksibel, jadi setiap harinya bisa diberi batas penggunaan, berapa liter atau berapa rupiah.   Direktur Utama Pertamina Retail Yos Toharso mengatakan, kerja sama ini merupakan dukungan Pertamina Retail dalam upaya meningkatkan kemudahan dan efisiensi pembayaran atas penggunaan BBM untuk pelanggan B2B, termasuk di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.   Toharso menjelaskan, kartu ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pertamina dan Pemprov DKI Jakarta untuk pengembangan infrastruktur migas, ketenagalistrikan dan energi terbarukan di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.   “Sebanyak 2500 kartu RFID telah di distribusikan dan akan meningkat sedikitnya menjadi 6000 kartu RFID untuk kendaran operasi Pemprov DKI Jakarta.” Ujar Toharso di Jakarta, Senin (4/4/16)   Total dinas Pemprov DKI Jakarta yang sudah berlangganan BBM Pertamina saat ini sebanyak 370 SKPD&UKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah)  dengan jumlah anggaran sekitar Rp396,8 miliar per tahun.   Tercatat, sedikitnya sudah ada 1500 perusahaan dan lembaga pemerintahan yang melakukan kerja sama dengan Pertamina Retail dalam penggunaan RFID card, baik itu pelanggan korporasi, Pemda maupun swasta. RFID card hanya dapat digunakan untuk kendaraan yang terdaftar dalam kartu tersebut. Sehingga tidak dapat dimanipulasi untuk penggunaan kendaraan lain.  (ARL)
Monday, 04 Apr 2016 - 15:54:31
foto: klikkabar.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) memasok 17 mesin genset dengan total kapasitas 1,25Mva guna mengatasi pemadaman listrik yang terjadi di ke Kepulauan Nias, Sumatera Utara, seiring dengan berhenti beroperasinya dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 2x10 megawatt yang terletak di Moawa dan Idanoi.   Genset yang dikirim ke Nias tersebut diambil dari seluruh Area di Wilayah Sumut, di antaranya dari Sibolga 6×50 kVa, Binjai 3×100 kVA, Pematang Siantar 1×100 kVA, Padang Sidimpuan 2×100 kVA + 50 kVA, Medan 1×100 kVA, Lubuk Pakam 1×100 kVA, Rantau Prapat 1×100 kVA.   Agung Murdifi selaku Manajer Senior Public Relations PLN mengatakan, pengiriman genset gelombang I sebanyak 10 genset dengan dengan total kapasitas 650 kVA telah tiba di Nias. Pengiriman genset gelombang II sebanyak 7 genset dengan total kapasitas 600 kVA rencananya dikirim hari ini.   “Kami mohon maaf atas pemadaman yang terjadi dan memohon kepada semua pihak agar turut mendukung PLN Wilayah Sumut untuk dapat segera mengatasi krisis listrik yang terjadi. Saat ini tim kami tengah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi kekurangan pasokan ini” ujar Agung, Minggu (3/4/16).   Seperti diketahui, saat ini Nias mengalami defisit listrik sebesar 74,07% atau sebesar 20mw dari total beban puncak sebesar 24mw akibat dari pemadaman dua pembangkit PLTD tersebut, dan PLN telah melakukan pertemuan dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Plus dan pemilik PLTD sewa. Disepakati, perpanjangan sewa selama 1 tahun, namun pada Jumat (1/4/2016) malam, pukul 22.21 WIB pemilik PLTD sewa memberhentikan operasi mesin tersebut.   Pada hari yang sama, PLN Wilayah Sumatera Utara juga telah melakukan audiensi ke Kantor Gubernur Sumatera Utara. Dalam audiensi tersebut, GM PLN Wilayah Sumut melaporkan permasalahan yang terjadi di Nias kepada Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan meminta dukungan terhadap usaha yang dilakukan PLN Wilayah Sumut.  (ARL)
Monday, 04 Apr 2016 - 15:48:29
foto: metrotvnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) kembali menggelar acara Nonton Bareng Race kedua Rio Haryanto yang akan berlaga di sirkuit Formula One Sakhir, Bahrain. Acara nonton bareng dipusatkan di Sport Stube – Pondok Indah Golf Gallery di Jl. Metro Pondok Indah Jakarta Selatan, Minggu (3/4). Acara yang juga akan dihadiri oleh manajemen Pertamina tersebut akan dimulai pukul 20.00 WIB.   Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan, dirinya optimis Rio akan tampil lebih baik hingga finish di sirkuit Sakhir, Bahrain. Pasalnya, sirkuit yang sama juga pernah mengantarkan dirinya menjadi pemenang pada sprint race saat masih berlaga di GP2.   "Kita semua tentu sangat berharap Rio dapat tampil lebih baik ketika berlaga di Sakhir yang juga bersejarah baginya. Jadi, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan Rio bertanding baik di lokasi Nonton Bareng Race Perdana Rio Haryanto maupun di lokasi masing-masing, sekaligus memberikan dukungan dan doa agar Rio Haryanto dapat tampil dengan kemampuan terbaiknya," ungkap Wianda, Minggu (3/4).   Sakhir adalah sirkuit yang pernah mencatatkan nama Rio Haryanto sebagai pemilik podium tertinggi di GP2, bendera Indonesia berkibar, dan Indonesia Raya dikumandangkan.   Formula One memang jauh berbeda dari GP2, jauh lebih ketat, jauh lebih keras persaingannya sehingga bisa menyentuh garis finsih untuk pertama kali saja sudah sangat bagus untuk Rio Haryanto. Namun harapan masyarakat juga bisa melampaui capaian rekan satu tim nya, Pascal Wehrlein. (MAL)
Friday, 01 Apr 2016 - 11:13:22
foto: pln.co.id CIKANEWS/energi - Karadeniz Holding akan bangun kapal genset di Indonesia sebanyak 20 unit dengan nilai investasi sekitar US$1 miliar atau setara Rp13 Triliun. Pembuatan dan perakitannya di lakukan di indonesia dengan menggandeng perusahaan galangan kapal lokal serta memberdayakan para insinyur kapal dalam negeri.   Karadeniz merupakan perusahaan asal Turki dan tak lama ini telah melakukan head of agreement (HoA) dengan PLN dalam pengadaan 5 unit Kapal Pembangkit Listrik Terapung atau Marine Vessel Power Plant (MVPP). Pembangunan 20 kapal genset tersebut merupakan efek positif sejalan dengan kerjasama yang telah dijalin.   "Kami akan investasikan US$1 miliar melayani lima wilayah berbeda di Indonesia," ujar Direktur Pengembangan Bisnis Karadeniz Holding, Zeynep Harezi, di Jakarta, Rabu (30/3).   Zeynep menjelaskan, dari 5 unit kapal genset yang akan di datangkan, 1 unit sudah tiba dan dioperasikan di lokasi PLTU Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal yang memiliki kapasitas 125 megawatt (MW) tersebut telah beroperasi sejak 17 Januari 2016 dan dipakai untuk mengatasi defisit listrik di area Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo). Empat kapal sisanya masih dalam proses perakitan di Turki.   Saat beroperasi, Zeynep menambahkan, kapal genset terapung dinilai irit bahan bakar bila dibandingkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), karna kapal tersebut menggunakan bahan bakar berupa heavy fuel oil, dimnana harga heavy fuel oil 50% lebih irit dari pada harga minyak diesel yang biasa digunakan dalam PLTD. Kapal tersebut juga menggunakan engine (mesin) yang besar, jadi makin besar engine, makin irit.   Dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan, penggunaan kapal listrik terapung yang bisa mobile dari satu pulau ke pulau lainnya diklaim langkah tepat dalam memenuhi pasokan listrik dan kapal tersebut sifatnya temporary solution.  (ARL)
Wednesday, 30 Mar 2016 - 16:05:14
foto: lampungonline.net PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas bumi yakni fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung untuk mendukung megaproyek listrik 35.000 megawatt (MW). Fasilitas terapung penyimpanan dan regasifikasi ini untuk menyalurkan gas bumi bagi kebutuhan pembangkit listrik di wilayah barat dan tengah Indonesia.   Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusuf mengatakan, selain mendukung pasokan gas bumi, FSRU Lampung itu juga akan memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pelanggan eksisting seperti industri, komersial, UKM dan rumah tangga, keberadaan FSRU Lampung juga untuk mendukung sektor kelistrikan.   “FSRU Lampung siap untuk mendukung proyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang digagas Presiden Joko Widodo, utamanya yang berada di Jawa bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan,” ujar Heri dikutip dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (29/3).   Heri Yusup menjelaskan, bahwa FSRU Lampung berperan sebagai terminal penerima LNG (gas bumi cair) dan memiliki fasilitas regasifikasi (mengubah gas bumi cair ke dalam bentuk cair ke gas). FSRU Lampung memiliki kapasitas penampung LNG 170.000 m3 dan kemampuan regasifikasi 240 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). FSRU Lampung terletak di lepas pantai, yang berjarak sekitar 21 km dari Labuhan Maringgai, Lampung.   PGN juga mengembangkan Mini LNG Sea Transportation (kapal mini LNG) yang akan membawa LNG dari FSRU Lampung ke pembangkit listrik yang berada di berbagai pulau antara lain di sekitar Sumatera, Kalimantan dan wilayah lainnya. (DWP)
Tuesday, 29 Mar 2016 - 16:31:56
foto: cnnindonesia.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina di sektor hulu minyak dan gas bumi, memasok gas sebanyak 48,97 persen atau 2,4 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari total 4,9 mmscfd alokasi yang diberikan pemerintah kepada seluruh KKKS guna mendukung program penyediaan jaringan gas untuk rumah tangga.   Gas tersebut dialokasikan untuk dua perusahaan yang menyediakan infrastruktur jaringan gas nasional, yaitu Pertamina, yang secara teknis operasionalnya diserahkan ke PT Pertamina Gas (Pertagas), sebesar 1 mmscfd dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar 1,4 mmscfd.   Direktur Utama Pertamina EP Roni Gunawan menjelaskan, cakupan wilayah yang dialiri gas dari Pertamina EP untuk Jargas Rumah Tangga meningkat dari tiga wilayah. “Selain Prabumulih, ada Kota Depok dan Kota Bekasi,” ujar Roni dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (29/3/2016).   Dwi Wahyu Daryoto, direktur Umum dan SDM Pertamina menambahkan, proyek infrastruktur gas di Prabumulih adalah bentuk sinergi segala lini bisnis di Pertamina.                            Pasokan gas dari hulu berasal dari Pertamina EP Asset 2, pipa gas dari Pertagas dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Pertagas Niaga, anak usaha Pertagas. “Ini bukti komitmen kami sebagai penyedia energi untuk negeri,” tuturnya.   Sepanjang Januari-Februari 2016, Pertamina EP Asset 2 mencatatkan produksi gas sebesar 450,4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101,4 persen dari target year to date dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sebesar 444.27 MMSCFD. Produksi gas tersebut berasal dari empat ladang migas di Sumatera Bagian Selatan, yaitu Field Prabumulih, Field Pendopo, Field Rimau, dan Field Adera. (MAL)  
Tuesday, 29 Mar 2016 - 16:29:37
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) tbk melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT Perusahan Listrik Negara (Persero) tbk - PLN ditunjuk sekaligus diberikan penugasan oleh Pemerintah pada tahun ini untuk menggarap delapan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Daya listrik yang akan diperoleh dari delapan WKP tersebut mencapai 320 megawatt (MW) dengan total investasi US$1,28 miliar.   “Perusahaan berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mengembangkan energi bersih”. Ucap Direktur Utama PGE Irfan Zanuddin di Jakarta, Minggu (27/3).   Irfan menjelaskan, penugasan yang diberikan Pemerintah baik kepada PGE maupun PLN masing-masing sebanyak empat WKP. Adapun WKP yang di berikan terhadap PGE diantaranya, WKP Kotamobagu di Sulawesi Utara (SULUT) dengan kapasitas 4x20MW, WKP Iyang Argopuro di Jawa Timur (Jatim) berkapasitas 55MW, WKP Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat (Jabar) berkapasitas 55MW dan yang terakhir adalah WKP Ciater (Jabar) dengan total kapasitas 30MW dan target operasi tahun 2024.   Irfan melanjutkan, adapun WKP yang di berikan Pemerintah kepada PLN antara lain, WKP Sembalun yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan rencana kapasitas 2x10 MW dengan target operasi pada 2021. Kemudian WKP Mataloko di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkapasitas 20MW dengan target operasi 2019, dan WKP Ulumbu yang berlokasi masih di (NTT) dengan kapasitas 2x20MW, dengan target operasi untuk unit pertama 2020 dan unit kedua pada 2024. Adapun yang terakhir iyalah WKP Tulehu di Maluku dengan rencana kapasitas 2x10 MW, target beroperasi pada 2018.   Sementara itu Rida Mulyana selaku Dijen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM menambahkan, penugasan kepada BUMN ini dilakukan guna mempercepat pemanfaatan panas bumi. Menurutnya, mengacu pada UU No.21/2014 tentang Panas Bumi. Pemerintah tidak akan menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang akan mendetailkan penugasan WKP kepada BUMN.   “Sudah ada di undang-undang jadi kami bisa langsung beri penugasan kepada BUMN”. Kata Rida di Jakarta akhir pekan lalu.   Penunjukkan tersebut disebabkan investasi pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) kurang diminati investor swasta. Pasalnya, investasi yang dibutuhkan sangat besar dan harga jual listriknya relatif tinggi dibanding pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dan Pemerintah bakal melelang delapan WKP lain kepada pihak swasta. Lelang ini merupakan bagian dari lelang 27WKP yang rencananya bakal dilelang hingga 3 tahun mendatang.  (ARL)
Tuesday, 29 Mar 2016 - 16:24:09
foto: pertamaxretail.com CIKANEWS/energi - Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengatakan, PT Pertamina (persero) memutuskan untuk menurunkan kembali harga Pertamax series sebesar Rp 200 per liter, harga itu akan berlaku untuk pertamax, pertamax plus, pertamina dex, dan pertalite.   "Kami putuskan akan menurunkan harga BBM non-PSO (public service obligation) tanggal 30 Maret 2016," kata Ahmad Bambang.   Harga BBM jenis Pertalite turun menjadi Rp 7.100 per liter dari sebelumnya Rp 7.300 per liter dan BBM jenis Pertalite turun menjadi Rp 7.500 dari sebelumnya Rp 7.700 per liter.   Pertamina memutuskan menurunkan harga Pertamax dan Pertalite untuk menjamin ketersediaan BBM di SPBU saat ada penurunan harga Premium dan solar yang akan dilakukan pada 1 April 2016. Apabila stok Premium dan solar kosong di SPBU, masyarakat bisa membeli Pertamax dan Pertalite.   "Kami isi dulu Pertamax dan Pertalite. Kalau Premium kosong, ya ada pilihan," ungkap Ahmad Bambang.   Bambang mengungkapkan, pihaknya belajar dari kejadian Januari 2016 lalu di mana terjadi penundaan pembelian BBM oleh pengusaha SPBU dan pembelian BBM oleh masyarakat. Selain itu, ada peningkatan konsumsi BBM saat hari H.   (YAS)  
Tuesday, 29 Mar 2016 - 10:01:55
foto: ilustrasi blok masela/istimewa CIKANEWS/energi - Peluang PT Pertamina (Persero) mendapatkan hak pengelolaan di Blok Masela semakin besar. Saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi ini sudah mulai masuk ruang data atau data room ladang kaya gas yang berada di Laut Arafura untuk mempelajari blok migas tersebut.   Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan sudah melakukan pembicaraan dengan operator Blok Masela yakni Inpex Corporation. Perusahaan asal Jepang ini juga sudah membuka kesempatan untuk Pertamina bisa mengelola blok itu.   “Oleh karena itu, saat ini kami akan segera melaksanakan untuk masuk di data room-nya Blok Masela,” kata dia akhir pekan lalu.   Dwi mengklaim Inpex bahkan telah memberikan kesempatan kepada Pertamina mempelajari data-data Blok Masela.   "Nanti apabila sudah ada data akan kami pelajari dan bicara lebih lanjut kepada Inpex maupun Shell berapa persen Pertamina akan diberi kesempatan," ujar Dwi.   Niat Pertamina ikut di Blok Masela lantaran melihat cadangan gas yang cukup besar yakni 10,73 triliun cubic feet (tcf). Selain itu, langkah bisnis ini mengikuti arahan Presiden Joko Widodo agar pemanfaatan blok tersebut bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional.   Pertamina berharap bisa mendapatkan hak partisipasi 20% sebelum penentuan final investment decision (FID) Blok Masela, tahun 2018.   "Tapi tentu saja nanti tergantung Inpex dan Shell," kata Dwi. (MAL)  
Monday, 28 Mar 2016 - 14:25:28
foto: peluncuran Pertalite di Sulawesi Utara/liputan6.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) melakukan pengiriman perdana bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Sabtu (26/3/2016) ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Sebanyak 90.000 liter Pertalite dikirim menggunakan kapal MT Permata Selatan.   Tengku Badarsyah, General Manager Marketing Operation Region VII Sulawesi mengatakan,  pengiriman Pertalite ke wilayah tersebut, jadi salah satu bukti komitmen Pertamina, memberikan kepuasan kepada pelanggan menyangkut kualitas dan kuantitas.   "Secara teknis Pertamina mampu memenuhi berapa pun peningkatan kebutuhan Pertalite di Kep.Talaud," kata Tengku, saat meluncurkan penjualan Pertalite, di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (26/3/2016).   Tengku Badarsyah mengatakan, penyaluran ‎BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 90‎ ke Talaud tersebut dapat mengatasi kekurangan pasokan Premium Penugasan yang diakibatkan penetapan kuota oleh Pemerintah.   “Kami ingin  masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud mendapatkan pilihan BBM, selain bahan bakar yang tersedia selama ini yaitu Premium," ujar Tengku, Sabtu (26/3/2016).   Menurut Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang, karena keunggulan Pertalite itu yang membuat masyarakat beralih dari Premiun ke Pertalite. Terbukti, lanjut Bambang, Pertalite jadi icon kemajuan dan kesadaran daerah akan lingkungan.   "Dan, pertalite tumbuh terus dan sudah menggeser konsumen premium," ujarnya. Dengan diresmikannya uji pasar di tersebut, saat ini sudah terdapat lebih dari 2500 SPBU di seluruh Indonesia yang menjual Pertalite.   Produk bahan bakar khusus (BBK) Pertalite, akan dipasok dari Terminal BBM Bitung. Terminal tersebut merupakan supply point bahan bakar untuk wilayah Sulawesi Utara, yang melayani kurang lebih 1700 KL (kilo kiter) kebutuhan BBM per hari. (MAL)
Monday, 28 Mar 2016 - 14:17:23
foto: kompas.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi (Pertamax Turbo) dengan Research Oktane Number (RON) 98 yang ditujukan untuk supercar atau kendaraan mewah lainnya.   Saat ini Pertamax Turbo tengah diuji di pasar Eropa sejak pertengahan Maret 2016 sampai dengan tiga bulan ke depan. Alasan Pertamina memilih Eropa untuk uji pasar bahan bakar Pertamax Turbo dikarenakan Eropa merupakan kiblat kendaraan mewah di dunia.   "Saya lagi tes pasar di Eropa dulu karena di sana kan banyak mobil-mobil sport berkelas tinggi. Kalau Eropa saja bagus berarti di Indonesia bisa (diterapkan Pertamax Turbo). Kan kendaraan-kendaraan bagus adanya di sana," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.   Ia melanjutkan, saat ini Pertamina memiliki Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamax Racing. Nantinya jika Pertamax Turbo hadir di Indonesia, maka Pertamax Plus akan dihilangkan.   “Jadi dari RON 92 (Pertamax) akan langsung lompat ke RON 98 (Pertamax Turbo). Jadi tidak kebanyakan produk, pusing juga kami. Lagipula untuk rata-rata grade RON 94-96 punya kemiripan, jadi langsung saja disatukan pada RON 98,” ujar Ahmad.   Ahmad Bambang, menjelaskan, masyarakat dengan segmentasi tertentu, yaitu pengguna sportcar sangat membutuhkan Pertamax Turbo. Dikarenakan kendaraan tersebut tidak cocok dengan kualitas Pertamax Plus. Sementara Pertamax Racing harganya terlalu mahal.   "Pasar mobil sport dan mewah kan biasanya malah menggunakan Pertamax Plus, tapi oktannya kurang pas dengan mobilnya. Tetapi kalau menggunakan Pertamax Racing terlalu mahal (Rp 50.000-an per liter), jadi kita akan hadirkan Pertamax Turbo yang pas (sekitar Rp 10.000-an)," jelasnya.   Jika Pertamax Turbo mendapat respons positif dari pasar Eropa dan berjalan sesuai rencana,  maka Pertamax Turbo akan mulai dipasarkan di Indonesia pertengahan tahun ini.
Monday, 28 Mar 2016 - 10:25:44
foto: detik.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) segera meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar varian baru bernama Dexlite. Ini merupakan BBM non subsidi, sama seperti pertalite yang sudah lebih dulu diluncurkan. Produk ini memiliki kualitas lebih baik dari solar subsidi.   Dexlite memiliki kandungan sulfur sekitar 1.000-1.200 BPM atau lebih rendah dari solar subsidi dengan kandungan sulur 3.000 BPM. Tingkat kandungan sulfur yang berbeda dengan solar subsidi membuat Dexlite lebih bertenaga dan efisien. "Kami harapkan April nanti sudah bisa dipasarkan,” kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Manado, Minggu (27/3).   Harga yang ditawarkan kepada masyarakat sebagai konsumen tentunya lebih mahal. "Harganya enggak lebih dari Rp 7.000 per liter," ujarnya.   Dexlite bakal menyasar pengguna mobil pribadi yang menginginkan solar dengan kualitas lebih baik. Kehadiran Dexlite dipastikan tidak akan menghapus keberadaan solar subsidi.   Bambang menyebutkan, Jawa dijadikan area penjualan tahap pertama. Kemudian bila menarik bagi masyarakat, maka akan dilanjutkan pada tugas-tugas berikutnya. "Penjualannya Jawa dulu. Kalau ini terobosan itu mengubah pola industri otomotif dan akan banyak kendaraan menggunakan solar,” pungkas Bambang.  (DWP)
Thursday, 24 Mar 2016 - 15:52:06
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan pembangunan proyek pengembangan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di Blok Abadi, Masela, Maluku dengan skema pipanisasi di darat (onshore).   Beliau mengatakan, proyek Blok Masela merupakan proyek jangka panjang dan menyangkut anggaran ratusan triliun rupiah. Karena itu, setelah menerima banyak masukan dari berbagai pihak dan mempertimbangankan pengembangan ekonomi daerah, maka diputuskan kilang blok abadi tersebut akan dibangun di darat.   "‎Ini adalah sebuah proyek jangka panjang, tidak hanya setahun, dua tahun, tidak hanya 10 tahun 15 tahun tetapi proyek yang sangat panjang, yang menyangkut ratusan triliun rupiah. Oleh sebab itu, dari kalkulasi, dari perhitungan, dari pertimbangan yang sudah saya hitung, kita putuskan dibangun di darat," jelas Presiden.   Pertimbangan awal yang menyebabkan Jokowi memutuskan membangun kilang di darat adalah pertumbuhan perekonomian di daerah setempat yang terimbas dari adanya pembangunan kilang di Blok Masela. Kedua, juga pembangunan wilayah regional development juga kita ingin agar juga terkena dampak dari pembangunan besar, Proyek Masela ini.   "Kita ingin ekonomi daerah juga ekonomi nasional terimbas dari adanya pembangunan Blok Masela, juga pembangunan wilayah. Kita ingin terkena dampak pembangunan besar proyek Masela," ujar Jokowi.   Pengamat Energi, Pri Agung Rakhmanto, menilai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembangunan fasilitas pengolahan gas blok Masela, Maluku di darat sebagai bentuk pertimbangan kesejahteraan masyarakat setempat.   Menurut Pri, selain aspek biaya, Jokowi lebih mempertimbangkan manfaat ekonomi yang diberikan dari fasilitas pengolahan gas  dibangun di darat, yaitu lebih mendorong kesejahteraan‎ masyarakat daerah. (YAS)  
Thursday, 24 Mar 2016 - 15:48:48
foto: okezone.com CIKANEWS/energi - Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, KPK akan menerjunkan tim satuan tugas untuk melakukan pendampingan di Pertamina. Hal ini untuk menciptakan Pertamina yang berintegritas dan lebih transparan.   "Satgas pertama kan sudah kita tugaskan ke beras, satgas kedua ini segera kita berangkatkan, kita deploy ke Pertamina karena banyak hal yang perlu pendampingan, terobosan supaya Pertamina selalu menegakkan integritas, menjadi lebih transparan, menegakkan governance (tata kelola)," kata Agus.   Hal tersebut dilakukan setelah Direksi PT Pertamina (Persero) melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi pada proyek-proyek strategis perusahaan dan perbaikan berkelanjutan dan menyeluruh terhadap tata kelola energi dari hulu ke hilir.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan jajaran direksi Pertamina dipimpin Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto diterima Ketua KPK Agus Rahardjo beserta seluruh pimpinan KPK di kantor KPK (24/3/2016).   Menurut Wianda, pertemuan direksi Pertamina dan pimpinan KPK dimaksudkan untuk melakukan koordinasi dalam upaya pembenahan tata kelola energi dari hulu ke hilir.   “Pertamina telah memiliki inisiatif korporasi melalui program Breakthrough Project New Initiatives yang tahun lalu memberikan efisiensi sebesar USD608,41 juta, termasuk di dalamnya berasal dari perubahan pola pengadaan minyak mentah dan produk kepada ISC dan pembenahan tata kelola arus minyak untuk meminimalisasi losses. Dengan adanya koordinasi dan supervisi oleh KPK diharapkan pembenahan tata kelola energi dari hulu ke hilir di Pertamina dapat lebih baik lagi,” kata Wianda. (YAS)  
Thursday, 24 Mar 2016 - 15:16:23
foto: bca.co.id CIKANEWS/energi - BCA menjalin kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga (PPN), anak perusahaan Pertamina, untuk penggunaan Flazz Card dengan fitur Fleet. Melalui penggunaan Flazz Card dengan fitur Fleet ini BCA mendorong efisiensi PPN.   Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara BCA dan PPN dilakukan oleh Direktur BCA Suwignyo Budiman dan Direktur Utama PPN Gandhi Sriwidodo di Jakarta, Senin (29/2/2016), bertepatan dengan perayaan  HUT  ke-19   PPN.   Suwignyo mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam dan kompleks, BCA akan membantu perusahaan nasabah dengan memberikan fasilitas pembayaran yang terbaik bagi nasabah korporasi.   "Pengalaman dan komitmen kami selama ini telah berhasil membangun hubungan yang baik dan memberikan kepuasan kepada nasabah. Salah satu bentuk komitmen BCA adalah dengan penandatanganan kesepakatan bersama penggunaan fasilitas Fleet dengan Pertamina Patra Niaga," ujarnya.   BCA telah melakukan kerja sama dengan PT Pertamina Persero sejak 2007 untuk penerimaan pembayaran atas pembelian produk Pertamina. Kerja sama juga dilakukan dengan beberapa anak perusahaan Pertamina, yakni Pertamina Retail, Pertamina Lubricant, Pertamedika Sentul, Pertamina Trans Kontinental, dan lain sebagainya. Kali ini kerja sama dilakukan dengan PPN.   Penggunaan kartu Fleet yang berbasis Flazz ini, kata Suwignyo, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam mengelola biaya perjalanan dinas pengemudi truk tangki PPN. Dengan menggunakan kartu Fleet BCA, pengemudi truk tangki cukup membawa kartu Fleet dan menggunakannya untuk pembelian bahan bakar dalam perjalanan menuju ke lokasi distribusi.   Untuk memudahkan operasional PPN, maka BCA mengembangkan sistem yang terintegrasi dengan PPN, sehingga topup saldo kartu Fleet dapat dilakukan secara otomatis.   Transaksi non tunai dengan menggunakan uang elektronik seperti kartu Fleet ini merupakan salah satu langkah BCA untuk ambil bagian dalam program yang sedang digalakkan oleh pemerintah, yakni program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).   “Beragam kerja sama kami jajaki guna memperluas penggunaan uang elektronik yang dikeluarkan BCA, salah satunya Flazz. Dengan meningkatnya penggunaan uang elektronik diharapkan terciptanya sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar.” tutup Suwignyo. (MAL)  
Wednesday, 23 Mar 2016 - 11:51:10
foto: detikfoto.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatat kinerja positif dengan membukukan laba bersih USD 401,19 juta atau sekitar Rp 5,53 triliun (rata-rata kurs di 2015 Rp 13.795), walau kondisi perekonomian global dan nasional sepanjang 2015 sedang mengalami perlambatan.   Kinerja PGN tetap baik di tengah harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi. Sepanjang 2015, PGN dapat membukukan pendapatan bersih sebesar 3,07 miliar dolar AS, dengan laba operasi sebesar 565,49 juta dolar AS, serta EBITDA sebesar 941,08 juta dolar AS.   Seketaris Perusahaan PGN, Heri Yusup bilang,meskipun perolehan laba tahun 2015 turun, namun perseroan masih tetap membukukan laba yang cukup signifikan ditengah kondisi perekonomian global dan nasional sepanjang 2015 sedang mengalami perlambatan.   "Untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan, kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Seketaris Perusahaan PGN, Heri Yusup.   Saat ini PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 6.900 km. Jumlah pipa PGN ini merepresentasikan 76% pipa gas bumi hilir yang ada di Indonesia.   Selama 2015 PGN menyelesaikan pembangunan infrastruktur gas bumi, baik pembangunan pipa distribusi maupun pipa transmisi sepanjang lebih dari 800 kilometer (km) di wilayah eksisting maupun di wilayah baru, seperti di Kepulauan Riau, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Timur. (MAL)  
Tuesday, 22 Mar 2016 - 11:27:39
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina ditunjuk untuk membangun serta mengelola jaringan gas kota dan SPBG Proyek jaringan gas bumi terbesar di Indonesia dengan 32.000 sambungan rumah tangga.   Proyek tersebut dimulai di Prabumulih, Sumatera Selatan dan ditargetkan akan selesai pada akhir Desember 2016. Suplai gas akan diperoleh dari sumur Pertamina EP dan PT Tropik Energi Pandan.   Proyek ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam hal ini Ditjen Migas guna mengoptimalkan penggunaan gas bumi sebagai bentuk diversifikasi energi.   Direktur SDM dan Umum Pertamina Dwi Wahyu Daryoto mengatakan proyek infrastruktur gas di Prabumulih ini adalah juga sebagai bentuk sinergi segala lini bisnis di Pertamina.   “Gasnya nanti akan kami dapat dari Pertamina EP, pipanya dari Pertagas dan pengelolanya adalah Pertagas Niaga, artinya ini bukti komitmen kami sebagai penyedia energi untuk negeri,” katanya.   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, mengatakan, kota Prabumulih menjadi kota yang menerima program jaringan gas kota dengan jumlah sambungan terbanyak di Indonesia. Keseluruhan proyek tersebut didanai oleh APBN yang dengan total nilai proyek sebesar Rp543,8 miliar   “Kota Prabumulih dipilih sebagai kota penerima proyek jaringan gas kota karena kota ini dianggap berhasil dalam program jaringan gas kota sebelumnya. Selain itu, pemerintah Prabumulih adalah salah satu contoh Pemkot yang sangat kooperatif dalam pengembangan infrastruktur gas di wilayahnya,” jelas Sudirman.   Walikota Prabumulih Ridho Yahya menargetkan, ke depan, seluruh warga Prabumulih bisa merasakan manfaat jaringan gas kota. "Jadi kami sebagai kota penghasil minyak dan gas, manfaatnya juga bisa langsung dirasakan masyarakat," ujar Ridho.   (YAS)
Tuesday, 22 Mar 2016 - 11:11:05
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) melalui unit pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia menyediakan layanan tambah daya listrik (tambah daya) gratis bagi pelanggan rumah tangga 900 VA (Volt Ampere) yang ingin naik daya ke 1.300 VA. Layanan ini berlaku sejak permohonan 15 Maret hingga 31 Desember 2016.   Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menegaskan, program ini hanya berlaku bagi penambahan daya konsumen Rumah Tangga 900 VA menjadi 1.300 VA.   "Yang digratiskan adalah biaya penyambungannya. Bagi konsumen listrik pascabayar tetap ada biaya penyesuaian Jaminan Langganan, sedangkan bagi konsumen prabayar cukup membayar token perdana saja," katanya.   Benny menyebutkan, jika tidak gratis biasanya pelanggan yang hendak menambah daya ‎ke 1.300 Va dikenakan biaya Rp 375 ribu. Sedangkan untuk memasang sambungan baru 1.300 Va Rp 1.218.000.   "Saya tambahkan tadi untuk daya gratis 1.300 Va sampai 31 Desember, biayanya mereka Rp 375 ribu.  Kalau naik daya dari 900 ke 1.300 Va‎ bayar selisihnya saja dan itu digratiskan," dia menuturkan.   ‎Lewat program ini, PLN juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk dapat menikmati listrik dengan daya lebih besar. Sehingga bisa lebih bebas dan nyaman dalam menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan.   Bagi konsumen bisnis dan industri dengan daya 100 sampai 200 kilo Volt Ampere (kVA), PLN memberikan mereka keringanan berupa diskon biaya penyambungan sebesar 20% dari tarif yang ditetapkan pemerintah.   "Ini berlaku khusus untuk permintaan sambungan baru dan penambahan daya konsumen bisnis dan industri yang ingin memiliki daya 100 hingga 200 kVA," jelas Benny.   Kebijakan ini ditempuh PLN setelah memperhatikan bahwa kebanyakan konsumen golongan bisnis dan industri merupakan jenis usaha pemula yang secara aktif mampu menggerakkan perekonomian. "Kita mendukung upaya pemerintah guna menggerakkan dunia usaha lewat keringanan di sisi penyediaan listriknya," pungkas dia.   (MAL)  
Monday, 21 Mar 2016 - 15:15:27
foto: istimewa CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) meningkatkan pasokan listrik dengan menjamin suplai energi listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo aman. PLN menyediakan cadangan daya listrik hingga 70 Mega Watt (MW).   Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri mengatakan, beban listrik pada sistem kelistrikan Sulutgo saat ini rata-rata mencapai 325 MW sedangkan daya mampu pembangkit saat ini 395 MW atau ada kelebihan daya sekitar 70 MW, cadangan daya ini akan ditambah dari masuknya pasokan listrik dari PLTG Gorontalo peaker sebesar 100 mw. “Setelah sempat mengalami defisit, akhirnya kami berhasil mengatasi kekurangan daya pasok listrik tersebut dengan masuknya dua pembangkit kami yang baru, yakni MVPP dan PLTG Gorontalo Peaker," ucapnya dalam keterangan tertulis di Manado, Minggu (20/3/2016). Sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo akan memiliki cadangan daya sekitar 170 MW. Listrik tersebut akan terhubung dalam sistem interkoneksi transmisi 150 kilo Volt (kV)   "Saat ini telah terdapat cadangan pasokan daya pembangkit listrik yang cukup, maka PLN telah siap untuk membantu Pemerintah Daerah di kedua Provinsi tersebut dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," papar Machnizon Masri.   Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh PLN dalam mengatasi permasalahan listrik di daerahnya. “Upaya PLN dalam mengatasi pemadaman bergilir karena kekurangan pasokan listrik dari pembangkit di Sulawesi Utara patut untuk diapresiasi betul. Karena kebutuhan listrik daerah kita akan terpenuhi," katanya.  (MAL)
Thursday, 17 Mar 2016 - 15:46:05
foto: tempo.co CIKANEWS/energi - Pemerintah mengisyaratkan segera mengevaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) pada akhir bulan ini terutama untuk Premium dan Solar. Pemerintah masih memberikan subsidi untuk Solar Rp1.000 per liter.   Harga bahan bakar minyak jenis Premium berpeluang turun hingga Rp6.000-an per liter dibandingkan dengan harga saat ini Rp7.050 per liter seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah di pasar global.   “Pasti turun, bisa sampai Rp 6.000-an per liter,” ucap Deputi Pengelolaan Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna kepada wartawan, di Batam, Senin (14/3/2016).   Sementara Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menyatakan bahwa penurunan harga itu sangat mungkin diikuti dengan premium. Namun, dia belum bisa menyebut besarannya karena masih dikaji pemerintah. “Turun sih. Ada rencana untuk beberapa perubahan,” ungkap dia.   Perubahan yang dimaksud adalah rencana mencabut subsidi solar yang kini diberikan Rp1.000 per liter. Lantas, ada rencana baru yang dimatangkan berkenaan dengan mekanisme penentuan harga BBM. Yakni, menggabungkan histori harga minyak dunia selama tiga bulan dengan prediksi tiga bulan mendatang. “Masih dibahas, pasti 1 April berlaku,’’ ujarnya.   Namun, Ahmad tidak bisa menjelaskan dengan terperinci soal cara baru tersebut. Termasuk efeknya pada penetapan harga baru premium dan solar nanti. Yaitu, membuat penurunan tidak lagi banyak atau justru lebih menguntungkan kantong konsumen.   Sebagaimana diwartakan, cara penentuan harga BBM saat ini cukup sederhana. Harga baru mengacu pada komponen-komponen pembentuk BBM yang terjadi pada tiga bulan sebelumnya. Dia yakin betul pemerintah memberikan harga BBM terbaik bagi masyarakat.   “Pemerintah juga memperhatikan aspek sosial. Begitu naik, pasti pemerintah menahan supaya tidak segera menaikkan harga,” tuturnya. (MAL)  
Thursday, 17 Mar 2016 - 11:11:16
foto: pln.co.id CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) berencana membangun 58 gardu induk tekanan ekstra tinggi (GITET) di wilayah DKI Jakarta. Nilai investasinya mencapai Rp40 triliun untuk lima tahun ke depan.   Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir, mengatakan, gardu induk dan jaringan transmisi di Jakarta sudah overload hingga 80 persen. Menurutnya sistem kelistrikan di Jakarta akan mengalami pemadaman dalam dua tahun ke depan.   “Infrastruktur kelistrikan ini perlu tambahan luar biasa. antara lain gardu dan jaringan-jaringan transmisi yang sangat panjang. Posisi gardu induk di Jakarta dan jaringannya sudah overload, sudah lebih dari 80 persen. Mungkin dua tahun lagi pasti ada pemadaman di DKI,” ujar Sofyan.   Untuk menghindari pemadaman tersebut, PT PLN (Persero) dan Pemerintah DKI Jakarta menandatangani nota kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) kerjasama penyediaan infrastruktur kelistrikan, ‎untuk meningkatkan kualitas pelayanan listrik bagi masyarakat.   Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengatakan, dengan adanya kerjasama tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik warga Jakarta yang kian meningkat. Saat ini dibutuhkan sekitar 6.500 megawatt (MW) pada malam hari dan sekitar 7.300 MW pada siang hari.   “Kami optimistis kerjasama yang dibangun ini adalah respons kedua belah pihak demi meningkatkan infrastruktur kelistrikan di ibu kota, terlebih kebutuhan listrik Jakarta saat ini sangat tinggi, sehingga membutuhkan sistem kelistrikan yang handal,” kata Sofyan.   Dari 58 GITET yang akan dibangun, 48 GITET sudah clear alias berdiri di atas lahan milik PLN. Sementara itu, sisa 10 lokasi berada di atas lahan yang merupakan aset Pemprov DKI. (YAS)  
Thursday, 17 Mar 2016 - 11:07:11
foto: tempo.co CIKANEWS/energi - Kiprah Rio Haryanto di Formula 1 (F1) tidak bisa semata-mata dilihat sebagai kiprah personal, karena ia membawa nama Indonesia. Ajang ini bisa menjadi corong untuk memperkenalkan Indonesia kepada seluruh dunia sehingga patut mendapatkan dukungan dari semua pihak. Demikian dikemukakan Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro.   "Suatu kebanggaan bagi Pertamina dapat mendukung Rio Haryanto di ajang F1, yang merupakan kompetisi paling prestisius untuk olahraga otomotif dunia. Misi Pertamina dan Rio bukan sekadar ikut berkompetisi, tetapi membawa nama Indonesia di kancah dunia melalui F1. Tentu saja, dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk menguatkan mental pebalap prestatif kebanggaan kita di lintasan sirkuit nanti,” ujar Wianda.   PT Pertamina telah menjadi sponsor utama Rio Haryanto sejak tahun 2010. Perusahaan energi terbesar di Indonesia ini turut andil besar untuk mengantarkan Rio Haryanto meraih satu kursi yang tersisa di Manor Racing Team.   Wianda juga mengatakan bahwa Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pertamina yang telah mendukung Rio Haryanto. Beliau juga meminta perusahaan-perusahaan lainnya untuk membantu dan mendukung Rio di kompetisi otomotif paling prestisius di dunia ini.   “Beliau juga meminta ada BUMN lain dan juga badan usaha swasta yang ikut bergabung mendukung Rio Haryanto karena sekali lagi, Rio Haryanto membawa nama Indonesia sehingga wajar dan layak apabila masyarakat Indonesia bangga dan mendukung,” ungkap Wianda.  (YAS)  
Thursday, 17 Mar 2016 - 11:02:43
foto: ketiknews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Rp200 per liter. Harga baru tersebut berlaku mulai Selasa, 15 Maret 2016 pukul 00.00. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan terus turunnya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada harga indeks pasar produk bensin tersebut.   "Harga BBM jenis lainnya seperti Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite juga turun Rp200 per liter terhitung mulai 15 Maret pukul 00.00 seiring dengan tren turunnya harga minyak mentah dunia," ujar Wianda.   Berikut harga Pertamax Cs untuk wilayah Jakarta: Pertamax dari Rp 7.950 per liter turun menjadi Rp7.750 per liter Pertamax Plus dari Rp 8.950 per liter menjadi Rp 8.750 per liter Pertamina Dex dari Rp 8.800 per liter menjadi Rp 8.600 per liter Pertalite dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 7.300 per liter  Penurunan harga sebesar Rp 200 per liter itu berlaku sama untuk seluruh daerah. Sedangkan, harga solar atau biosolar nonsubsidi mengalami penurunan Rp 400 per liter di seluruh daerah.   Adapun untuk harga Premium di luar Jawa-Bali dan Solar bersubsidi yang ditetapkan pemerintah, serta premium di Jawa-Bali yang ditetapkan Pertamina tidak berubah.   Harga Premium tetap Rp7.050 di wilayah Jawa-Bali dan Rp6.950 di luar Jawa Bali, sedangkan solar bersubsidi tetap Rp5.650 per liter. Sesuai regulasi, pemerintah baru akan mengevaluasi harga jual premium dan solar bersubsidi tersebut pada April 2016.  Sebelumnya, per 1 Maret 2016, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Rp 200 per liter menjadi Rp 7.950 per liter, Pertamax Plus Rp 200 per liter menjadi Rp 8.850 per liter, Pertalite Rp 100 per liter menjadi Rp 7.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp 200 per liter menjadi Rp 8.800 per liter.  (YAS)
Thursday, 17 Mar 2016 - 10:58:03
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas jaringan pipa gas, terutama untuk membuka akses bagi ibu rumah tangga agar bisa menikmati jaringan gas rumah tangga. Sepanjang tahun 2015, PGN telah membangun jaringan gas bumi di DKI Jakarta, Bekasi, Cirebon, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Medan, Batam dan daerah lainnya.   "PGN memiliki Program Sayang Ibu, program ini bertujuan memperbanyak rumah menggunakan energi baik gas bumi. Mulai tahun ini hingga 2019 mendatang kami akan menambah 110.000 sambungan gas rumah tangga," ujar Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso.   Dalam setahun terakhir, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus dalam sektor gas tersebut telah membangun pipa gas sepanjang 825 kilometer (km). Pipa gas yang dibangun terdiri dari pipa transmisi open access dan pipa distribusi gas bumi. Pada akhir 2014 total panjang pipa gas bumi PGN mencapai 6.161 km, sedangkan saat ini pipa PGN bertambah menjadi 6.986 km. "Pipa gas bumi PGN ini merepresentasikan 76 persen pipa gas bumi nasional," kata Hendi, di Jakarta, Senin (14/3/2016).‎   Selain itu, PGN juga menyelesaikan pembangunan pipa transmisi gas bumi open access Kalimantan - Jawa (Kalija) I yang sepanjang lebih dari 200 km. Pipa gas Kalija I ini menghubungkan sumber gas Lapangan Kepodang di Laut Utara Jawa Tengah ke pembangkit listrik PT PLN (Persero), PLTGU Tambak Lorok di Semarang.   Pada akhir 2014, total panjang pipa gas bumi PGN mencapai 6.161 km. Hingga saat ini pipa PGN bertambah menjadi 6.986 km. Pipa gas bumi PGN ini merepresentasikan 76% pipa gas bumi nasional. Selama 2016-2019, PGN akan menambah jaringan pipa gas baik transmisi maupun distribusinya sepanjang lebih dari 1.650 Km.   "PGN juga merencanakan pembangunan infrastruktur gas untuk peningkatan pemanfaatan gas domestik. Penambahan panjang pipa gas yang akan dibangun oleh PGN mulai tahun ini sampai 2019 lebih dari 1.680 km," tutur Hendi. (MAL)
Friday, 11 Mar 2016 - 11:46:46
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), sepanjang 2016 akan mengoperasikan tiga unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas terpasang 105 megawatt (MW). Hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk energi listrik.   Tiga unit pembangkit listrik yang bakal dioperasikan yakni unit tiga PLTP Ulubelu, Lampung berkapasitas 55 MW; unit lima PLTP Lahendong, Sulawesi Utara berkapasitas 20 MW; dan unit satu Karaha Bodas, Jawa Barat berkapasitas 30 MW.   Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan hingga akhir Februari 2016 kesiapan unit tiga PLTP Ulubelu sudah mencapai 87.68% sedang unit lima Lahendong mencapai 38,5% dan unit satu Karaha Bodas mencapai 26,59%.   “COD (Commercial of Date)  untuk  unit tiga PLTP Ulubelu pada Agustus 2016, sedangkan   unit lima PLTP Lahendong dan unit satu PLTP Karaha Boda pada Desember 2016,” ujar Wianda dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (1/3/2016).   Seperti diketahui, sepanjang 2015-2019, Pertamina akan membangun PLTP berkapasitas 907 MW dengan investasi sekitar 2,5 miliar dolar AS. Perseroan telah menempatkan lini bisnis panas bumi sebagai salah satu prioritas proyek strategis sesuai dengan cetak biru (blue print) pengembangan panas bumi hingga 2019.   Apalagi, ujar dia, Indonesia memiliki potensi panas bumi hampir 29 ribu MW atau 40% di dunia, namun yang termanfaatkan baru sekitar 5%. “Di saat investor lain tidak banyak tergerak karena berbagai hambatan yang dialami, kami terus berinvestasi di sektor panas bumi,” ujarnya. (MAL)  
Friday, 11 Mar 2016 - 11:43:57
foto: solopos.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah berhasil memenangi lelang pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Lawu di Jawa Tengah (Jateng) tepatnya di Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri dan Jawa Timur (Jatim) di Kabupaten Ngawi, Kabupaten Maget.   Ketentuan pemenang ini didasarkan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor Nomor 35 K/30/MEM/2016 tentang Penetapan Pemenang Pelelangan Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Lawu. Berdasarkan hal tersebut, dikutip dari laman Direktorat Jenderal EBTKE, Menteri ESDM menetapkan pemenang pelelangan WKP Gunung Lawu adalah PT Pertamina (Persero).   Pasca pemenangan tender WKP tersebut PGE tengah menyiapkan dana eksplorasi senilai US$50 Juta untuk biaya infrastruktur dan pemboran tiga sampai lima sumur eksplorasi, sekaligus sebagai pembuktian kapasitas uap panas bumi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.    “pihaknya akan langsung melaksanakan survei detail geologi, geokimia, dan geofisikan untuk memperoleh data sistem panas bumi dan potensi yang bisa dibor.” Kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Geothermal Energy Tafif Azimuddin, di Jakarta, Rabu (2/3).   Tafif  menuturkan, tahap eksplorasi memiliki risiko terbesar di mana prosentasi keberhasilan pemboran eksplorasi hanya 50 persen. Maka, eksplorasi harus dilakukan sebelum PGE menyusun rencana pengembangan WKP Gunung Lawu ini. Terkait target operasi, pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku sesuai dalam Peraturan Pemerintah yang di tetapkan. Masa eksplorasi panas bumi selama tiga tahun dan tahap pengembangan lima tahun.   Sesuai dengan pengumuman lelang, wilayah kerja panas bumi Gunung Lawu memiliki luas 60.030 hektar, cadangan terduga uap panas bumi di wilayah ini tercatat sebesar 195megawatt (MW) dengan perkiraan temperatur reservoar 250o Celcius. Namun, rencana kapasitas pengembangannya hanya 165megawatt (MW). Proyek WKP ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2022. (ARL)  
Friday, 11 Mar 2016 - 11:39:36
foto: esdm.go.id CIKANEWS/energi - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto meresmikan tiga Infrastruktur Jaringan Gas Bumi (Jargas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (3/3/2016).   Ketiga infrastruktur tersebut adalah Infrastruktur Jaringan Gas (Jargas) Bumi untuk Rumah Tangga, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan pengoperasian lima unit Gas Transportation Module (GTM).   Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan proyek-proyek infrastruktur gas bumi ini merupakan bagian dari penugasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 yang secara keseluruhan bernilai Rp2,1 triliun.   "Keseluruhan berupa 18 unit SPBG, dua lokasi Jargas, dan lima unit GTM dengan nilai anggaran Rp2,1 triliun," kata Dwi.   Menteri Sudirman mengatakan, pembangunan infrastruktur Jargas dan SPBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan umum dalam penyediaan energi yang murah, bersih, aman. Pemakaiannya tergolong mudah serta mengurangi beban subsidi BBM khususnya subsidi minyak tanah dan LPG, yang merupakan komponen subsidi terbesar.   “Jargas dan SPBG ini merupakan bukti komitmen yang sungguh-sungguh dari pemerintah untuk mewujudkan diversifikasi dan konservasi energi melalui program konversi BBM ke BBG. Hal ini diwujudkan dengan membangun infrastruktur gas yang bersumber dari anggaran APBN dan penugasan kepada PT Pertamina (Persero)”, jelas Sudirman. (YAS)  
Friday, 11 Mar 2016 - 11:37:15
foto: tempo.co CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menyatakan sikap optimistis terhadap target pembangunan megaproyek 35 ribu megawatt (mw). Dari proyek tersebut, 10 ribu mw direncanakan akan groundbreaking pada tahun ini.   Direktur Pengadaan PLN Iwan Supangatt mengatakan, peletakan batu pertama pada beberapa proyek 35 ribu mw  yakni yang besar maupun yang kecil dapat dilakukan tahun ini. Proyek-proyek tersebut bisa meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).   "Persisnya saya tidak hafal. Tapi yang besar-besar bisa ground breaking, yang kecil saya kira bisa juga ground breaking," kata Iwan saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (3/3/2016).   Beberapa pembangkit yang akan dimulai pengerjaan lapangannya pada tahun ini, di antaranya PLTU Jawa 7 di Serang, Banten dengan kapasitas 2x1.000 MW dan PLTU Cilacap Ekspansi 1x1.000 MW. Dua lainnya adalah PLTU Cirebon Ekspansi 1x1.000 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa Bali 3 di Banten dengan kapasitas 500 MW.   Meski sudah groundbreaking, lanjut dia, bukan berarti pembangkit akan mulai operasi dalam waktu dekat. Sebagian besar pembangkit Program 35 Ribu MW baru akan mulai beroperasi pada 2018-2019. Pihaknya optimis Program 35 Ribu MW akan selesai sesuai target pemerintah pada 2019. "Kami optimis pada 2019 sudah selesai, terutama yang kontraknya sudah ditandatangan," ujar Iwan.   Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sudirman Said. Menurutnya, terlalu dini untuk menyatakan Program 35 Ribu MW ini tidak bisa terwujud. Apalagi pihaknya terus bekerja keras memantau progres program ini.    "Dulu 10 ribu MW bisa groundbreaking tahun ini juga orang tidak menyangka. Kalau kerja serius, progres pasti bisa," tegas dia. (MAL)  
Friday, 11 Mar 2016 - 11:35:22
foto: Liputan6.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) Tbk mengucurkan dana senilai US$2 miliar atau setara Rp26 triliun guna mendongkrak pemanfaatan dan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Dengan ini, Pertamina turut mendukung Program Indonesia Terang yang di gagas oleh Pemerintah. Dana tersebut diharapkan mampu menambah 1.000MW (megawatt) sumber listrik EBT.   “Masa depan energi bukanlah minyak dan gas bumi melainkan energi baru terbarukan. Karena itu, Pertamina akan serius mengembangkannya. Proyek pembangkit yang akan dibangun Pertamina akan difokuskan di Indonesia Timur,” ujar Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto di Bandung, (6/3).   Dwi mengatakan, Pertamina siap untuk mengembangkan program 1.000 megawatt berbasis energi baru terbarukan. Saat ini, Pertamina sedang menyiapkan enam proyek pembangkit listrik panas bumi atau geotermal. Dalam waktu lima tahun kedepan akan ada 30 proyek serupa.   Apresiasi pertamina terhadap pemanfaatan dan penggunaan energi baru terbarukan terus di lakukan. Seperti diketahui, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Gheotermal Energi (PGE) baru saja meneken perjanjian jual-beli uap dan listrik panas bumi (geothermal) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Kesepakatan itu dilakukan untuk mendorong investasi pembangkit yang bersumber dari panas bumi.   Kesepakatan kontrak dan amendemen kontrak mencakup dua Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) yang dioperasikan PGE, yakni PLTP Lahedong dan PLTP Kamojang. Amandemen PJBU untuk suplai uap panas bumi, mencakup PLTP Lahendong Unit 1 hingga Unit 4 yang masing-masing berkapasitas 20 MW.   Amendemen dilakukan pada PJBL panas bumi untuk PLTP Kamojang Unit 4 berkapasitas 60 MW dan Kamojang Unit 5 berkapasitas 35 MW. Adapun kontrak baru ditandatangani antara PGE dan Indonesia Power untuk PJBU suplai uap PLTP Kamojang Unit 1 berkapasitas 30 MW, Kamojang Unit 2 kapasitas 55 Megawatt dan Kamojang Unit 3 kapasitas 55 Megawatt.   Tak hanya itu, PGE pun menjalin kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait uji coba pembangunan pembangkit listrik geothermal mini dengan kapasitas 3 Mega Watt (MW). Uap yang dialokasikan terhadap uji coba tersebut berasal dari sumur panas bumi yang dikelola oleh PGE di Kamojang Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ARL)  
Friday, 11 Mar 2016 - 11:27:26
foto: Pertamina.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) Tbk berkomitmen untuk memperkuat mata rantai bisnis gas terintegrasi yang telah dibangun. Bisnis gas Pertamina ke depan akan lebih dominan dibandingkan dengan kondisi saat ini, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menuturkan, bisnis gas yang dijalankan Pertamina saat ini tak lepas dari kontribusi empat anak usaha di sektor eksplorasi dan produksi, yaitu PT Pertamina EP (PEP), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina EP Cepu (PEPC, dan  PT Pertamina Internasional EP (PIEP).   “bahkan dari tiga anak usaha di dalam negeri saja, Pertamina memproduksi gas sebanyak 1,63 miliar kaki kubik per hari”, kata Wianda di Jakarta, Senin (7/3).   Wianda menjelaskan, gas yang diproduksi ada yang langsung disalurkan melalui pipa oleh Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak usaha Pertamina di sektor distribusi dan transmisi gas. Selain itu, terkait jaringan pipa transmisi open acces Pertamina, hingga saat ini mencapai 2.200 kilometer (km).   “Dengan sistem open access, semua jaringan pipa perseroan bisa digunakan oleh siapa pun,” sambung Wianda.   Pasokan gas dari hulu juga ada yang langsung ke konsumen. Seperti, gas untuk PGN (PT Perusahaan Gas Negara Tbk), pupuk, PLN, industri, jaringan gas, dan transportasi melalui jaringan pipa.   Selama 10 tahun terakhir Pertamina mengeluarkan dana sekitar USD3,68 miliar atau setara Rp48,9 triliun untuk pengembangan infrastruktur gas di level mid-downstream. Dana tersebut juga digunakan sebagai investasi pada liquefaction sebesar USD2 miliar dengan total kapasitas terpasang 260 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). (ARL)  
Thursday, 03 Mar 2016 - 13:40:58
foto: ilustrasi/ bumn.go.id CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Pertamina Pertagas (Pertagas) berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 151,1 juta di sepanjang 2015. Dengan pencapaian tersebut, Pertagas menjadi anak perusahaan yang memberikan laba terbesar kedua di Pertamina.   Presiden Direktur PT Pertamina Gas Hendra Jaya menjelaskan, Jika dilihat secara nilai tukar rupiah memang laba yang dicatatkan tersebut mengalami penurunan. Pasalnya, nilai tukar dolar AS saat ini melemah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, angka laba bersih tersebut tidak terlalu berbeda dengan catatan tahun lalu yakni masih di atas Rp2 triliun.   Saat ini, PT Pertamina Gas tengah menyelesaikan beberapa proyek besar, pemasangan pipa transmisi yang tersebar di empat ruas yakni ruas Belawan Kawasan Industri Medan (KIM)- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatera Utara, Muara Karang (DKI Jakarta) - Muara Tawar (Bekasi), Porong (Sidoarjo) – Grati (Pasuruan) serta Gresik – Semarang.   “Jika rampung seluruhnya, akan ada penambahan pipa transmisi open access sekitar 500km.” Ujar Hendra, jakarta, Rabu (24/2).   Dengan adanya beberapa proyek yang sedang berjalan tersebut Pertagas optimis untuk kinerja di tahun 2016 ini.   Seluruh usaha tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari perseroan untuk menyediakan energi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan yang mana diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Sesuai dengan slogannya. "Pertagas hadir ‘nyalakan’ energi untuk masa depan bangsa." (ARL)  
Thursday, 03 Mar 2016 - 13:37:32
foto: tempoco CIKANEWS/energi - PT Pertamina Lubricants tahun ini mengalokasikan dana Rp860 miliar untuk pengembangan bisnis. Dana yang dialokasikan anak usaha PT Pertamina (Persero) di bidang pelumas itu antara lain untuk menyelesaikan pabrik terbaru, pengembangan pabrik yang ada di Surabaya, dan penambahan fasilitas lain seperti pergudangan.   Direktur Sales and Marketing Pertamina Lubricants Andria Nusa mengatakan, tahun ini perseroan fokus menyelesaikan pabrik baru di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pabrik baru yang menggunakan teknologi terkini itu menelan investasi sebesar Rp1,3 triliun.   ”Pabrik ini memiliki kapasitas 270.000 kiloliter (kl)/tahun sehingga merupakan pabrik terbesar di Indonesia akan mulai produksi secara penuh pertengahan tahun ini,” ujar Andria di Jakarta, (25/2).   Pabrik baru ini sudah diresmikan pada Desember 2015 namun belum berproduksi secara penuh. Dari delapan lini produksi yang direncanakan, baru beroperasi dua lini. Pada pertengahan tahun ini ditargetkan sudah beroperasi secara penuh.   "Kami juga akan mengembangkan beberapa gudang dengan teknologi yang lebih modern seperti robotik. Ini dilakukan dengan tujuan memberi layanan yang lebih prima dan cepat pada konsumen," katanya.   Pertamina Lubricants hingga kini menguasai lebih dari 60 persen pasar pelumas di Tanah Air. Selain terus mempertahankan penguasa pasar domestik, perseroan juga agresif menggarap pasar luar negeri.   Saat ini Pertamina Lubricants sudah memiliki unit bisnis di 17 negara dan bahkan punya anak perusahaan dan pabrik di Thailand. Bahkan dari sisi pertumbuhan pasar dibanding di dalam negeri, pasar luar negeri diyakini akan tumbuh lebih pesat.   "Secara bisnis, pasar domestik pertumbuhan pasarnya akan kecil. Sementara untuk pasar luar negeri kami baru mulai dan masih ada banyak peluang yang bisa digarap sehingga potensi untuk tumbuh dari sisi pangsa pasar masih cukup besar," terang Andria. (MAL)  
Wednesday, 02 Mar 2016 - 14:26:45
foto: liputan6.com PT Wijaya Karya (Persero) Tbk berencana membentuk satu anak perusahaan yang khusus bergerak dalam pembangunan konstruksi sekaligus pembangkit tenaga listrik. Meski begitu, GM Power Plant and Energy Development WIKA Novias Surendra menyebutkan belum tahu pasti kapan anak usaha ini akan terbentuk. Untuk sementara ini, kata dia, rencana ekspansi ke sektor pembangkit tenaga listrik akan ditampung di dalam holding perusahaan.   "Belum, kita masih di-holding. Kita masih di bawah PT Wijaya Karya. Nggak khusus gitu. Kita belum ya. Mungkin nanti," kata Novias saat ditemui usai menjadi pembicara dalam Shell Technology Conference, di Jakarta, Rabu (17/02/16).   Saat ini setidaknya sudah ada 5 pembangkit IPP yang dikerjakan WIKA dengan kapasitas masing-masing 200 MW.   Sumber tenaga listrik nantinya menyesuaikan kebutuhan PT PLN (persero) sebagai pihak yang akan mendistribusikan listrik ke masyarakat. PLN mendapat jatah 5.000 MW pembangkit dalam proyek 35 ribu MW.   "Kami melihat kesempatan yang besar di bidang power plant. Karena kami sendiri sudah masuk, dan kita berinvestasi di pembangkit. Nanti bisa dari gas, diesel, tergantung pada saat itu PLN butuh apa. Artinya, pada waktu itu berdasarkan kebutuhan PLN. Kalau PLN adakan tender atas gas, ya kita ikut gas," ujar Novias.   Ia menambahkan, pihaknya melihat saat ini terdapat banyak pelaku industri pertambangan yang berencana membangun pembangkit untuk memasok listrik kepada fasilitas pemurnian mineral tambang atau smelter. Pembangkit ini, kata dia, yang tidak difasilitasi oleh PLN sehingga WIKA berencana menjadi fasilitator untuk membangun pembangkit bagi industri pertambangan.   "Kalau mau mainnya, katakanlah kita ambil 10 persen saja udah 3.500 kan. Kita akan proyeksinya, ikuti beberapa tender yang sudah jalan. Kita ikut tender dua kali 1.000. Kita berharap dapat 10 persen dari yang akan dibangun," kata dia. (MAL)  
Friday, 26 Feb 2016 - 14:38:39
foto: Antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa setelah melakukan revaluasi aset, total aset perusahaan kini berkisar Rp1.100 triliun.   Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, hasil revaluasi aset ini sangat berdampak besar pada kinerja keuangan PLN. Salah satunya penambahan ekuitas aset perusahaan.   "Tambah Rp500 triliunan, jadi Rp1.100 triliun asetnya. Dampaknya, ya asetnya sudah besar, ekuitasnya jadi tambah ke Rp700 triliun. Kita punya leverage bagus sekali," kata Sofyan, saat rapat panja dengan Komisi VI DPR-RI di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Februari.   Dia menuturkan, dengan tambahan aset sebesar itu, pihaknya saat ini bisa mendapat pinjaman lebih besar untuk pembangunan infrastruktur, khususnya dalam pembangunan jaringan transmisi.   "Dampaknya, ya asetnya sudah besar. Equity nambah jadi Rp 700 triliun, jadi kita punya leverage bagus sekali. Lalu bisa pinjaman sekitar Rp 1.500 triliun," tutup Sofyan   Meskipun mencatat adanya penambahan aset tersebut, PLN akan tetap mencari pendanaan program kelistrikan yang murah.   "Ya tidak (ada masalah pendanaan proyek), kita tetap cari yang paling murah," ungkap dia. (MAL)
Friday, 26 Feb 2016 - 14:33:57
foto: migasreview.com CIKANEWS/energi - Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa, mengatakan, lima tahun kedepan PT Pertamina Lubricants menargetkan masuk 15 besar perusahaan pelumas terbesar di dunia.   "Dalam waktu lima tahun target kami peringkat 15 dunia. Saat ini kami peringkat 20an," ucap Andria.   Saat ini beberapa produk Pertamina Lubricants telah digunakan oleh beberapa perusahaan otomotif terkemuka di dunia seperti Lamborghini.   "Kami secara internasional juga sudah bekerjasama dengan Lamborghini. Pelumas pertamina dalam outlet mereka diwajibkan untuk digunakan. Sedangkan untuk balapan juga pelumas kami yang digunakan," jelasnya.   Pertamina Lubricants juga tengah membidik beberapa negara untuk menjadi basis pemasaran produknya.   "Nigeria dan Afrika Selatan potensinya cukup besar untuk dimasuki," tuturnya. (YAS)  
Tuesday, 23 Feb 2016 - 14:28:31
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - Untuk menekan konsumsi solar bersubsidi, PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan bahan bakar jenis baru untuk mesin diesel yaitu Solarlite. Solarlite nantinya akan diposisikan antara Biosolar dan Pertamina DEX. Solar jenis baru ini memiliki spesifikasi lebih baik daripada bahan bakar solar bersubsidi yang dipasarkan saat ini.   Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja memastikan, Solarlite  dicampur dengan bahan bakar nabati (BBN). "Semua jenis solar terkena mandatori BBN 20 persen," jelas Puja.   Bilangan cetane (ukuran tingkat kepekaan terhadap pembakaran) mencapai 51. Lebih tinggi daripada solar bersubsidi yang berkisar antara 46 dan 48 dan terpaut tipis dengan Pertamina Dex dengan bilangan cetane 53.   Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengklaim Solarlite lebih ramah lingkungan dibandingkan solar biasa, namun  masih kalah dibanding Pertamina Dex yang kandungan sulfurnya hanya 300 ppm. "Karena kadar sulfurnya rendah, yakni 1.000 ppm(parts per million). Sementara solar biasa berkadar sulfur 3.000 ppm." ucapnya.   Rencananya Solarlite akan dibanderol Rp 7.000 per liter, lebih murah daripada Pertamina Dex  Rp 9.600 per liter dan lebih mahal dari solar subsidi yang dijual Rp 5.650 per liter.   Ahmad Bambang mengatakan, Maret mendatang, Pertamina akan menguji penggunaan Solarlite untuk angkutan umum dan kendaraan bermotor pribadi bermesin diesel. "Terutama sport utility vehicle (SUV) kelas menengah ke atas yang semakin banyak," katanya.   Ia yakin peluncuran Solarlite tak akan mengganggu program pencampuran solar dengan biodiesel 20 persen (B20), yang menjadi target pemerintah tahun ini. Pertamina akan mengusulkan dua jenis Solarlite: memakai biodiesel atau tanpa campuran biodiesel. "Terserah pemerintah mau pakai yang mana" katanya.   (YAS)  
Tuesday, 23 Feb 2016 - 11:58:10
CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) tbk, melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Unit Kamojang melakukan kesepakatan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk uji coba pembangunan pembangkit listrik geothermal mini dengan kapasitas 3 Mega Watt (MW). Dalam kerja sama ini, General Manager PGE Unit Kamojang, Wawan Darmawan mengatakan, pembangkit yang dibangun BPPT masih dalam wilayah kerja Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang. Nantinya, BPPT sendiri yang akan mengoperasikan pembangkit tersebut. Uap yang akan dialokasikan untuk pembangkit yang dibangun BPPT berasal dari sumur panas bumi yang dikelola oleh PGE di Kamojang Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desain rancang bangun pembangkitnya di desain sendiri oleh BPPT. Sedangkan, pembuatan komponen dilakukan oleh PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP), PT Barata Indonesia, dan PT Pindad. PGE menyediakan pasokan uap demi mendukung program BPPT dalam penelitian energi listrik dari energi terbarukan. "Ini sebagai satu studi penerapan teknologi dalam pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit berskala kecil," ucap Wawan kepada pers di Jakarta, Sabtu, (19/2). Sementara itu Vice President Operation and Engineering PGE, Eko Agung Bramantyo menambahkan, selain di Kamojang, BPPT juga menjalin kerja sama dengan PGE di Unit Lahendong, Sulawesi Utara. Kerja sama tersebut menggunakan binary system 0,5 MW. Pembangkit hasil dari kerjasama tersebut menggunakan teknologi siklus biner asal Jerman yang diklaim dapat menghasilkan daya listrik tambahan 500 Kilo Watt. BPPT dijadwalkan melakukan uji coba pembangkit tersebut pada bulan Mei tahun ini. Saat ini, PGE memiliki lima unit pembangkit di Kamojang dimana dua diantaranya dikelola sendiri. Yakni, unit 4 memiliki kapasitas 60 MW dan Unit 5 berkapasitas 35 megawatt. Sedangkan tiga unit lainya, yaitu unit 1, 2, dan 3 dikelola oleh PT Indonesia Power. Total pembangkit di wilayah kerja panas bumi Kamojang mencapai 235 MW. (ARL)  
Tuesday, 23 Feb 2016 - 11:02:02
foto: istimewa CIKANEWS/energi - Indonesia memiliki potensi penghematan hingga Rp 110,9 triliun pada 2019. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berencana untuk membangun pipa gas bumi sekitar 1.685 kilometer (km).   Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso menyatakan dengan proyek itu akan menambah panjang pipa gas bumi PGN yang saat ini sudah lebih dari 6.971 km. Nantinya pada 2019 total panjang pipa PGN menjadi 8.656 km.   "Dengan penambahan panjang pipa tersebut (pipa sepanjang 8.656 km), dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMscfd)," ujar Hendi melalui siaran pers, Senin (22/2).   Hendi mengungkapkan, infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun sepanjang 1.685 km tersebut di antaranya adalah proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, pipa Distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya.   Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN, Irwan Andri Atmanto menambahkan sampai akhir 2015, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.529 industri dan pembangkit listrik, 1.857 restoran, rumah makan dan UKM, serta lebih dari 107.690 pelanggan rumah tangga.   "PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pengguna gas bumi mulai rumah tangga, industri, pembangkit listrik, komersial seperti restoran, rumah makan hingga Usaha Kecil Menengah dan SPBG," ungkap Irwan. (MAL)  
Thursday, 18 Feb 2016 - 16:46:11
foto: otosia.com CIKANEWS/energi - Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang mengatakan, memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), perseroan harus terus meningkatkan layanan kepada konsumen guna mempertahankan loyalitas konsumen sehingga tidak berpindah ke produk lain.   Saat ini ada sekitar 5.200 SPBU yang menggunakan merk Pertamina. Dari jumlah tersebut, menurut Bambang, sebagian besar atau 4.800 SPBU telah memiliki sertifikasi Pasti Pas. Sementara sisanya 400 SPBU belum memiliki sertifikasi Pasti Pas.   "Tahun ini akan kurangi (SPBU non-Pasti Pas) sekitar 200 SPBU, tahun depan 200 SPBU lagi. Jadi mudah-mudahan tahun depan hilang semua," kata Bambang.   Tingkatan SPBU bermerek Pertamina terdiri dari beberapa kelas. Dari yang kualitas layanannya paling bagus hingga terendah, yakni Pasti Prima, Pasti Pas, dan non-Pasti Pas. Untuk SPBU Pasti Pas masih terbagi dalam tiga tingkatan yakni excellent, good, dan basic.   Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Wianda Pusponegoro menambahkan, Jika tidak mampu meningkatkan fasilitas dan layanan, Pertamina akan mengambil alih SPBU-SPBU tersebut.    “Jika tidak mampu, Pertamina akan mengambil alih upaya peningkatan kualitas lewat akuisisi atau kerja sama operasi (KSO), yaitu SPBU swasta tetapi dioperasikan Pertamina,” ucapnya.   Saat ini Pertamina telah menerapkan strategi pengamanan takaran yang berlapis untuk meningkatkan kualitas dan jaminan kuantitas pada setiap SPBU.   "Untuk pengukuran kita tidak sendirian ada surveyor internasional dan badan meteorologi untuk melakukan tera atau pengukuran. Itu pengamanan yang sangat berlapis," ujar Wianda.   Pertamina juga melakukan pengetatan standar minimum toleransi takaran di bejana ukur dari 0,5 persen menjadi 0,3 persen. SPBU pun diperiksa secara berkala setiap bulannya untuk memastikan ketepatan takaran pada setiap SPBU.   Sementara, untuk passing grade SPBU Pasti Prima, Pertamina memiliki standar yang cukup tinggi sebesar 80 persen untuk peningkatan kualitas dan ada juga bobot penilaian fasilitas yang tidak tinggi seperti tempat makan, bengkel, mini market, dan fasilitas penunjang lainnya. (YAS)
Thursday, 18 Feb 2016 - 12:21:20
CIKANEWS/energi - Sepanjang 2015, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak dibidang jasa pengeboran minyak, gas dan panas bumi, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatatkan pendapatan sebesar 131% target dari yang ditentukan perusahaan. Di tahun yang sama perusahaan juga mencatat kenaikan laba bersih sebesar 32,71%   “Kendati biaya operasi naik 36,39%, laba usaha juga naik secara signifikan sebesar 212% dibandingkan target. Laba bersih kami pada 2015 mencapai USD2,487 juta (unaudited),” Ujar Direktur Utama PDSI Lelin Eprianto dalam keterangan tertulis, kemarin (16/02).   Hasil kinerja ini tidak lepas dari ikut andilnya kerja sama semua insan PDSI secara gigih serta mesin-mesin pencetak uang di luar jasa rig  jasa rig, seperti integrated project management (IPM), jasa rig mitra, dan jasa nonrig. Disebutkan, produktivitas rig perseroan mencapai 43,4%, melampaui angka target yang dipatok 34,8%.   Lelin mengatakan, tahun ini PDSI diharapkan mampu mencatatkan rig availability sebesar 98,54 %, dengan angka produktivitas sebesar 49,38%.   Kendati harga minyak dunia yang terus melorot, tantangan yang harus dihadapi sangat besar sehingga sinergi dan alignment harus terus dilaksanakan di antara seluruh pekerja PDSI.   Menurut Lelin, tahun ini PDSI akan ekspansi rig ke luar negeri, yaitu Aljazair, Brunei Darussalam, dan Filipina. PDSI akan mengirim satu rig untuk dioperasikan di ladang migas di Aljazair sekitar Agustus mendatang. Rig tersebut digunakan pada ladang migas yang hak partisipasinya dimiliki oleh Pertamina. (ARL)  
Wednesday, 17 Feb 2016 - 10:52:45
foto: Walikota Bandung Ridwan Kamil bersama Istri/galamedianews CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) meluncurkan Bright Gas 5,5 kg di wilayah Bandung pada Minggu 14 Februari kemarin. Sedikitnya 10.000 tabung Bright Gas 5,5 kg disiapkan Pertamina untuk pemasaran tahap awal di wilayah Bandung.   Manager Area Domestik Gas Marketing Operational Region (MOR) III Jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero), Ari Anggoro, mengatakan, peluncuran Bright Gas 5,5 kg ditargetkan bisa mengurangi penggunaan elpiji 3 kg oleh masyarakat yang tidak berhak. Varian terbaru elpiji tersebut diproyeksikan untuk menyasar wanita karier, ibu runah tangga dinamis, atau keluarga kecil dan penghuni apartemen dengan frekuensi memasak sedikit.   "Isinya itu sama, tapi dari tabungnya Bright Gas lebih aman karena karet pentil dalam tabungnya itu ada 2, jadi lebih aman, kemudian Bright gas ini lebih hemat 5-10 persen," ujarnya usai peluncuran Bright Gas 5,5 kg di Metro Indah Mall, Jln. Soekarno Hatta, Bandung, Minggu (14/2/2016).   Bright Gas 5,5 kg, menurut dia, memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan varian elpiji lainnya. Selain dikemas menarik menggunakan tabung berwana shocking pink, bright gas juga diklaim lebih aman dan lebih efisien.   "Bright Gas 5,5 kg lebih aman karena memiliki fitur katup ganda, sehingga dua kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. Apinya juga lebih terkumpul, sehingga penggunaannya bisa lebih hemat hingga 10%" kata Ari.   Selain lebih hemat 5-10 persen pemakaiannya, Bright Gas isi 5,5 kg memiliki berat 12,6 kg ini akan diluncurkan dengan harga isi ulang Rp 57 ribu per tabung. Untuk Kota Bandung ketersediaan tabung sudah siap sekitar 10 ribu buah.   Walikota Bandung Ridwan Kamil yang ikut meresmikan acara itu juga sangat mendukung inovasi dari Pertamina agar dapat segera digunakan oleh masyarakat. Menurutnya, Bright Gas 5.5 kg ini  bisa menjadi alternatif pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas sehari-hari.   "Sebagai wali kota, saya mendukung produk Pertamina dan dapat segera digunakan oleh masyarakat," katanya.   Dengan inovasi baru ini, Emil mengimbau agar ketersediaannya tidak menjadi masalah di kemudian hari. Seperti tabung gas isi tiga kg ataupun 12 kg yang terkadang sulit ditemukan pada waktu-waktu tertentu. Ia juga berharap peluncuran produk baru ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas. (MAL)  
Wednesday, 17 Feb 2016 - 10:31:00
foto: ilustrasi CIKANEWS/energi - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan mengembangkan dua lapangan sekaligus di Blok Nunukan, Kalimantan Utara, yakni Lapangan Badik dan West Badik. Jika pengembangan (plan of development/POD) telah disetujui, pihaknya akan langsung memulai pengembangan Blok Nunukan.   Direktur Utama PHE Gunung Sardjono Hadi menuturkan, pihaknya memang belum mendapat persetujuan POD dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun, pihaknya optimistis bisa memperolehnya pada Februari ini. Apalagi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat mendukung pengembangan Blok Nunukan ini segera dieksekusi.   "Hasil kunjungan ke Provinsi Kalimantan Utara sangat positif sekali. Pemprov Kaltara sangat mendukung proyek ini bisa segera dieksekusi," ujarnya   Perusahaan akan membor depalan sumur dan membangun tiga anjungan lepas pantai. Selain itu, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu juga akan membangun pipa bawah laut dan pembangunan fasilitas penerima darat di Pulau Bunyu.   Blok ini ditargetkan memproduksi minyak 1.800 barel per hari (bph) dan gas 60 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).   General Manager PHE Nunukan Company Alfian Husein menuturkan, gas Badik dan West Badik diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Sedangkan minyak akan dikelola oleh Pertamina.   "Rencananya, produksi gas Badik dan West Badik diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Sedangkan untuk minyaknya, akan dikelola Pertamina untuk dikapalkan bersama minyak Pertamina EP Bunyu dan Pertamina EP Sembakung untuk diolah di Balikpapan," tutur Alfian. (YAS)  
Wednesday, 17 Feb 2016 - 10:01:30
foto: istimewa CIKANEWS/energi - PT Pertamina Gas (Pertagas) siap menjadi agregator gas seiring dengan semakin luasnya pemakai gas di industri, rumah tangga, dan transportasi serta berjalannya program konversi BBM.   Kesiapan itu disampaikan Vice President Bussiness Development PT Pertamina Gas Indra Setyawati, Senin (15/2/2016). “Kami siap mengemban tugas sebagai badan penyangga atau agregator gas. Ini demi  mendukung pengembangan industri nasional."   Menurut indra, pembuatan pipa dedicated oleh tiap pengguna justru tidak efisien. Untuk itu, Pertagas telah membangun 2.000 kilometer pipa open access atau setara 99 persen jaringan pipa Pertagas. Masalah terpenting yang harus dituntaskan oleh agregator gas nanti adalah masalah distribusi yang terkait infrastruktur jaringan pipa gas.   Peran badan penyangga diperlukan karena di satu sisi kebutuhan gas untuk sektor listrik dan industri selama 2015-2025 akan terus meningkat, namun pada sisi berbeda tidak diimbangi kenaikan suplai gas.   “Harus ada semangat gotong royong sehingga fee murah. Dengan begitu, industri pasti tumbuh,” ujar Indra.   Dilain tempat, Kepala Pusat Studi Energi UGM, Deendarlianto menambahkan, konsep badan penyangga gas sebagai konsep baru dalam tata kelola gas bumi di Indonesia untuk melakukan agregasi dan penjaminan pasokan, harga, infrastruktur dan sistem tata kelola gas.   Dari hasil studi yang dilakukan PSE UGM (2015), terdapat tiga alternatif bentuk badan penyangga yaitu Badan Penyangga Nasional untuk Supply and Demand, Badan Penyangga Kewilayahan, Badan Penyangga Supply Nasional dan Badan Penyangga Demand Nasional (terpisah).   “Ketiga bentuk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” katanya.   Konsep badan penyangga atau agregator harus mendukung program-program pemerintah, misalnya program pembangkit listrik 35.000 MW dan akselerasi industri kawasan timur. Sektor kelistrikan memiliki porsi dan demand yang besar, maka sektor ini perlu mendapat perhatian khusus dalam pembentukan badan penyangga.   Selain itu, transisi pembentukan badan penyangga perlu diatur dalam Ketentuan Peralihan sehingga tetap memperhatikan kondisi eksisting. (ARL)
Tuesday, 16 Feb 2016 - 11:22:37
foto: istimewa CIKANEWS/energi - Guna memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Jawa dan Bali, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali menambah pasokan listrik dengan beroperasinya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) berkapasitas 500 kilo Volt (kV).   SUTET yang terdiri dari dua sirkit ini menyalurkan energi listrik dari Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi yang berlokasi di Desa Karang Kandri, Kabupaten Cilacap yang berkapasitas 660 Mega Watt (MW).   "Pengoperasian sirkit pertama resmi dilakukan Jumat, 12 Februari 2016 lalu, sedangkan sirkit kedua masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan beroperasi Maret 2016 nanti," kata Agung Murdifi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, dalam keterangan resmi PLN, Minggu (14/2).   Seiring dengan beroperasian SUTET ini, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) XVI yang berlokasi di Jawa Tengah, dalam dua bulan terakhir juga telah berhasil mengoperasikan up-rating trafo yang semula berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) menjadi 60 MVA di beberapa Gardu Induk (GI), seperti GI Sragen, GI Secang atau Magelang, GI Pandean Lamper atau Semarang dan GI Beringin atau Salatiga. Dengan penambahan daya trafo yang mencapai 120 MVA tersebut, pelanggan dapat menikmati listrik yang lebih handal.   Pada 20 Januari 2016, PLN juga berhasil mengoperasikan Sutet 500 kV, yang menghubungkan PLTU 2 Jateng/Adipala (1 x 660 MW) ke sistem kelistrikan Jawa-Bali.   Pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa-Bali diprediksi akan terus meningkat. Pada 2014, tercatat jumlah pelanggan PLN di Jawa dan Bali mencapai 37.044.645 pelanggan. Sedangkan pada 2015, jumlah pelanggan meningkat menjadi 39.469.948 pelanggan. (ARL)  
Friday, 12 Feb 2016 - 17:06:34
foto: istimewa CIKANEWS/energi - Guna mendorong penggunaan dan investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT), PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melakukan penandatanganan kontrak baru dan amandemen Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) panas bumi dengan PT Indonesia Power dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).   Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, Irfan Zainuddin dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir, di ajang Bali Clean Energy Forum (BCEF) 2016, Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis (11/2).   Kesepakatan kontrak dan amendemen kontrak mencakup dua Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) yang dioperasikan PGE, yakni PLTP Lahedong dan PLTP Kamojang. Amandemen PJBU untuk suplai uap panas bumi, mencakup PLTP Lahendong Unit 1 hingga Unit 4 yang masing-masing berkapasitas 20 MW.   Selain itu, Pertamina Geothermal dan PLN juga melakukan amandemen PJBL Panas Bumi untuk PLTP Kamojang Unit 4 kapasitas 60 Megawatt dan Kamojang Unit 5 dengan kapasitas 35 Megawatt.   Sedangkan untuk kontrak baru, PGE dan Indonesia Power melakukan penandatanganan kontrak baru (restrated) PJBU untuk suplai uap PLTP Kamojang Unit 1 kapasitas 30 Megawatt, Kamojang Unit 2 kapasitas 55 Megawatt dan Kamojang Unit 3 kapasitas 55 Megawatt.   Dengan telah ditandatanganinya kontrak kerjasama tersebut, Direktur Utama PGE, Irfan Zainudin merasa optimis bahwa pemanfaatan energi geothermal di Indonesia akan semakin bergairah dan berkembang dengan pesat.   “PGE berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan energi bersih yang ramah lingkungan sehingga bisa membantu mengurangi emisi carbon secara berkesinambungan”, ujar Irfan dalam siaran persnya, Kamis (11/2).   Senada, Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam mengatakan, dengan memiliki potensi sumber daya geothermal terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia bisa menguasainya dan mengembangkan sendiri teknologi pemanfaatan geothermal.   Saat ini PGE memiliki 12 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas pembangkitan sebesar 437 MW yang dihasilkan dari empat area, yakni Kamojang 235 MW, Ulubelu 110 MW, Lahendong 80 MW dan Sibayak 12 MW. Selain itu saat ini secara paralel PGE sedang melakukan pembangunan proyek-proyek panas bumi dengan total kapasitas 510 MW.   Pada 2016, empat proyek di antaranya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial, yakni PLTP Ulubelu Unit 3 berkapasitas 55MW yang ditargetkan COD (commercial of date) pada Agustus 2016. PLTP Lahendong Unit 5 berkapasitas 20MW direncanakan COD Desember 2016. PLTP Karaha Unit 1 berkapasitas 30 MW ditargetkan COD Desember 2016. Serta PLTP Lumutbalai Unit 1 berkapasitas 55 MW yang direncanakan COD Desember 2016. (ARL)  
Friday, 12 Feb 2016 - 16:07:40
foto: Pertamina.com CIKANEWS/energi - Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat secara bertahap mulai menikmati fasilitas jaringan gas kota (city gas). Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota setelah Bulungan di Kalimantan Utara.   “Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota yang dikelola Pertamina pada tahun 2016, setelah Bulungan di Kalimantan Utara. Ini adalah bentuk sinergi Pertamina. Gasnya dari Pertamina EP, menggunakan pipa transmisi Pertagas dan pengelolanya Pertagas Niaga,” ujar President Director PT Pertagas Niaga, Jugi Prajogio.   Pengelolaan jaringan gas kota tersebut dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui tahun anggaran 2014, dilakukan PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertagas Niaga.   Jugi Prajogio mengatakan, sumber gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Barat dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).   Untuk tahap awal, Jugi menjelaskan, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke sekitar 900 rumah di wilayah Desa Jaya Mukti, Cikarang Pusat dan Kelurahan Serta Jaya, Cikarang Timur. Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga.   Pengelolaan jaringan gas kota sendiri memang oleh PT Pertagas, karna lingkup bisnis PT Pertagas Niaga adalah komersialisasi gas bumi, baik itu melalui gas pipa dalam bentuk CNG, LNG serta pengembangan jaringan gas kota.    “Niaga gas juga meliputi membeli dan memasarkan gas produksi Pertamina EP, PHE/JOB, dan KKS, pemasaran dilakukan kepada konsumen industri.” Ujar Jugi.   Sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 3328 K/12/MEM/2015, pada tahun 2016 Pertagas Niaga menargetkan akan mengalirkan gas di kota/kabupaten lain. Di antaranya Kabupaten Sidoarjo, Ogan Ilir, Subang, Bontang, dan Lhokseumawe.   Jaringan gas kota adalah jaringan pipa gas yang dibangun untuk mendistribusikan gas langsung ke rumah tangga atau pelanggan kecil. Di Indonesia, lokasi yang dialiri jargas diutamakan adalah wilayah yang memiliki sumur gas dan telah tersedia infrastruktur pipa gas. Penggunaan jaringan gas kota bagi masyarakat, memiliki sejumlah keuntungan. Yakni lebih aman, praktis, hemat serta mendukung program pemerintah untuk melaksanakan diversivikasi energi. (ARL)  
Thursday, 11 Feb 2016 - 15:36:59
foto: SPBG PGN Gasku di Surabaya/liputan6.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berencana akan membangun 60 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) hingga 2019. SPBG tersebut untuk memasok kebutuhan gas bumi di Indonesia.   "Mulai 2016-2019, kami merencanakan pembangunan SPBG sebanyak 60 unit," kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, di Jakarta, Rabu (10/2).   Hendi merinci, 60 unit SPBG yang akan dibangun PGN hingga 2019 tersebut antara lain berlokasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara.   Saat ini PGN telah mengoperasikan 5 unit SPBG dan menyalurkan gas bumi ke 14 SPBG mitra. Gas bumi PGN sudah digunakan sebagai bahan bakar untuk bus, bajaj, taksi, hingga kendaraan pribadi. Tak hanya itu, PGN juga menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi dengan menggunakan Mobile Refueling Unit (MRU) di beberapa lokasi seperti di IRTI Monas, Waduk Pluit, Grogol, dan Gresik.   Untuk meningkatkan penyaluran gas bumi ke masyarakat, PGN mengharapkan dukungan alokasi dan pasokan gas bumi dari pemerintah.   “Selain itu, juga dukungan berupa kemudahan perizinan dalam membangun infrastruktur gas bumi di Tanah Air,” ungkap Hendi.   Sementara itu, PGN melalui anak usahanya, yaitu PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melaksanakan uji coba pengoperasian SPBG di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (10/2) kemarin.   SPBG ini nantinya akan memasok BBG ke 88 unit bus transJakarta koridor Ancol-Kampung Melayu.  (ARL)
Thursday, 11 Feb 2016 - 15:12:49
foto: peresmian pembukaan universitas Pertamina/detik.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) hari ini meresmikan pembukaan Universitas Pertamina yang merupakan wujud kontribusi Pertamina pada masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi.   Pertamina telah menunjuk Pertamina Foundation untuk melakukan pengelolaan aset untuk mendukung penyelenggaraan Universitas Pertama yang meliputi sarana dan prasarana untuk kampus, sarana olahraga, perpustakaan dan laboratorium.   “Pertamina Foundation mengalokasikan dana Rp680 miliar untuk lima tahun ke depan guna pengembangan Universitas Pertamina. Untuk tahun pertama, alokasi dana diproyeksikan senilai Rp80 miliar,” ungkap Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Umar Fahmi, saat menghadiri Peresmian Universitas Pertamina, di Simprug, Jakarta, Kamis (11/2/).   Umar mengatakan, mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020, Pertamina Foundation berfokus kepada penyediaan infrastruktur dasar meliputi pembangunan kampus I, ruang kuliah, laboratorium, serta penyiapan sistem pembelajaran dan administrasi dan ditargetkan pada 2021 pengembangan kampus utama serta pengembangan pusat kegiatan mahasiswa dimulai.   Sepadan, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, kami ingin meningkatkan fokus kami pada bidang pendidikan untuk memperluas cakupan wilayah kerja dan pendanaan program, serta membangun sistem manajemen program berbasis teknologi informasi.   "Peresmian Univeritas Pertamina ini menjadi sebuah awal bagi kami untuk membangun individu yang kompeten dan dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," ungkapnya.   Program Studi yang ditawarkan berjumlah 15 program studi Strata 1 (S1), melalui 6 fakultas yang ada yakni, Fakultas Teknologi Eksplorasi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Perencanaan Infrastruktur, Fakultas Sains, dan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi.   Universitas Pertamina menempati area seluas 6,5 hektar terletak di kawasan Simprung, Jakarta Selatan ini akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2016/2017 pada Juli mendatang.  (ARL)  
Thursday, 11 Feb 2016 - 14:29:55
foto: Universitas Pertamina/liputan6.com CIKANEWS/energi - Hari ini PT Pertamina (Persero) meresmikan pembukaan Universitas Pertamina yang merupakan wujud kontribusi Pertamina pada masyarakat Indonesia melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi di Indonesia. Peresmian Universitas yang berlokasi di kawasan Simprug, Jakarta Selatan ini turut dihadiri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.   “Ini merupakan perwujudan kontribusi Pertamina kepada masyarakat,” ungkap Direktur Utama PT. Pertamina, Dwi Soetjipto dalam acara peluncuran Universitas Pertamina, Kamis (11/2).   Menurutnya, peresmian Universitas Pertamina ini menjadi awal bagi Pertamina untuk membangun individu yang kompeten dan dapat bersaing pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Dwi mengatakan, universitas ini akan didukung 90 dosen berkualifikasi akademik S2 dan S3. Selain itu, akan terdapat 225 tenaga penunjang. Ia menegaskan, target jumlah dosen ini kemungkinan akan bertambah.   Untuk pengelolaan aset, Pertamina telah menunjuk Pertamina Foundation untuk mendukung penyelenggaraan Universitas Pertamina yang meliputi sarana dan prasarana kampus, olah raga, perpustakaan, dan laboratorium.   Menempati lahan seluas 6,5 hektare, Universitas Pertamina akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2016/2017 pada Juli mendatang. Program Studi yang ditawarkan berjumlah 15 program studi Strata 1 (S1), melalui 6 fakultas yang ada yakni, Fakultas Teknologi Eksplorasi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Perencanaan Infrastruktur, Fakultas Sains, dan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi.   Selain itu, Pertamina berharap lulusan Universitas Pertamina juga dapat menciptakan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat, negara, bangsa, dan peradaban. Untuk itu, Pertamina optimistis kapasitas dan pengalaman Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap bidang studi yang diselenggarakan. (KML)  
Wednesday, 10 Feb 2016 - 09:20:26
foto: istimewa CIKANEWS/energi - Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Hendi Prio Santoso, mengatakan, sepanjang 2015 PGN sudah mengelola dan menyalurkan gas bumi sebanyak 1.586 juta kaki kubik per hari (mmscfd).   Ini setara dengan penggunaan 286.000 barel minyak per hari. Pengelolaan ini setara dengan 22% dari seluruh pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Jumlah ini membuat negara hemat Rp 88,03 triliun.   "Dengan penyaluran gas sebanyak 1.586 mmscfd ini, potensi penghematan dari pemanfaatan gas yang dikelola PGN bagi nasional di 2015 sebesar Rp 88,03 triliun," ungkap Hendi.   Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) IGN Wiratmaja Puja, dengan Direksi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN, Selasa (2/2/2016).   Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan, PGN sudah menyalurkan gas bumi yang harganya jauh lebih murah dibandingkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi rumah tangga di Indonesia. Selain itu, penggunaan gas bumi tanpa subsidi, artinya tidak membebani negara.   "Dari paparan PGN, mereka menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 107.690 rumah, jumlah ini cukup besar walaupun tadi dibilang penyaluran gas ini tidak ekonomis bagi PGN. Ini harusnya kita apresiasi, ada BUMN seperti PGN yang bangun jaringan gas tanpa uang negara (APBN) walau tidak ekonomis, mau menyalurkan gas untuk rumah tangga sebanyak itu," jelasnya.   "Ini harus kita dorong, apalagi gas kita banyak, sebelumnya banyak kita ekspor, walau dari tahun lalu ekspor makin berkurang dan produksi gas kita banyak digunakan ke domestik," tutup Gus  Irawan. (YAS)  
Wednesday, 10 Feb 2016 - 09:18:50
foto: istimewa CIKANEWS/energi - Wacana penghapusan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Jakarta yang diusulkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat persetujuan dari PT Pertamina (Persero). Walaupun belum secara resmi disampaikan.   Ahok mengatakan, persetujuan itu baru disampaikan secara lisan oleh salah satu petinggi perusahaan minyak negara tersebut.  "Pertamina kalau secara lisan dia setuju," kata Gubernur DKI Jakarta ini.   Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang mengungkapkan, penghapusan premium bisa saja dilakukan dalam waktu dekat, dari sisi aturan hal tersebut bisa dilakukan.   "Iya memungkinkan (hapus Premium). Mungkin bertahap, yang pertama mungkin tengah kota dulu, apalagi selama angkutan umum, mikrolet masih ada, bertahap lah," katanya.   Ahmad Bambang memprediksi penghapusan premium tidak akan menimbulkan gejolak yang signifikan di masyarakat.   "Tahun lalu kemampuan beli Rp 8.500 bisa buat Premium, sekarang Rp 8.500 beli Pertamax saja masih kembali. Sebetulnya nggak masalah, apalagi Jakarta sudah menyediakan angkutan umum. Tinggal kewenangan Gubernur, nanti kita tinggal lihat Dirjen Migas menyetujui apa nggak," jelasnya.   Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai subsidi  tak lebih dari pemborosan anggaran negara. Premium juga tak ramah bagi lingkungan (RON 88).   Subsidi yang paling tepat untuk Jakarta menurut ahok adalah subsidi untuk fasilitas umum, BBM hanya akan berdampak pada aspek konsumtif.   "Model seperti itulah yang akan terus kami lakukan. Kalau rakyat enggak punya uang, minimal kami berikan mereka transportasi untuk bekerja. Minimal rakyat juga punya perumahan, punya perut yang kenyang. Anaknya sekolah punya KJP. Anggota keluarganya sakit, ada BPJS. Model subsidi seperti ini juga yang akan membantu menstabilkan angka inflasi kita," ucap gubernur  DKI ini. (YAS)  
Thursday, 28 Jan 2016 - 16:50:42
foto: antarafoto.com CIKANEWS/transportasi - Hingga akhir 2016, PT Pertamina (Persero) akan memiliki sekitar 72 unit kapal yang berstatus milik sendiri. Sebanyak 34 kapal atau 47% merupakan kapal yang diproduksi oleh galangan kapal nasional, di mana 30 unit di antaranya telah beroperasi dan 4 unit masih dalam tahap konstruksi.   Penambahan kapal tanker yang berkonsep ramah lingkungan ini untuk mengoptimalkan industri hilir minyak dan gas bumi. Kapal tersebut memiliki bobot 40.000 long on dead weight (LTDW) yang nantinya digunakan untuk transportasi minyak mentah di Tanah Air. Ujar Senior Vice President Shipping Direktorat Pemasaran Pertamina Mulyono dalam keterangan tertulis, di Jinjiang, China, Rabu (27/1).   Rabu kemarin, Pertamina menambah armada kapal tanker milik dengan diserahterimakannya MT Sanggau yang dibangun oleh Newtimes Shipbuilding Co. Ltd., yang berlokasi di Jinjiang, Provinsi Jiangsu, China. MT Sanggau merupakan kapal milik ke-66 dari total 273 armada kapal yang dioperasikan dalam menjamin keamanan pasokan energi di dalam negeri. Kapal senilai US$31 juta ini direncanakan bertolak dari galangan pada 29 Januari 2016 dan diperkirakan mulai beroperasi pada awal Maret 2016.   Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan penambahan kapal ini merupakan implementasi dari Shipping Excellence yang merupakan bagian dari program Marketing and Operation Excellence. Hal ini juga sejalan dengan lima pilar prioritas strategis Pertamina untuk memperkuat infrastruktur yang dapat mendukung daya saing perusahaan.   Wianda mengungkapkan, penambahan kapal tersebut untuk melayani distribusi BBM seluruh Indonesia dengan 111 terminal BBM dan jalur distribusi terkompleks di dunia guna terciptanya keamanan pasokan (security of supply) dan dukungan terhadap daya saing Pertamina di level nasional maupun internasional. (ARL)
Thursday, 28 Jan 2016 - 16:24:23
foto: istimewa CIKANEWS/energi - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melakukan sinergi dengan PT Pertamina (Persero) Tbk terkait proyek angkutan barang milik Pertamina hingga lima tahun kedepan. Direktur Utama Pelni Elfien Goentoro mengatakan, kerja sama ini sebagai langkah awal kemitraan khususnya untuk memenuhi kebutuhan kapal angkut dalam mendistribusikan bahan bakar minyak dan gas elpiji milik Pertamina secara nasional, ungkapnya di Jakarta.   Saat ini kapal yang ada sebagian besar corenya masih kapal penumpang, sedangkan kapal untuk pengangkut BBM harus tanker dan spesifikasinya khusus. Jadi, hal tersebut masih perlu dipertimbangkan persiapannya.   "Pelni akan pakai leasing kapal tanker sehingga punya kesempatan mengembangkan angkutan barang," Ujarnya.    Untuk memenuhi kebutuhan operasional, Elfien menjelaskan, Pertamina akan menyediakan bahan bakar minyak (BBM) untuk bebutuhan kapal, selain itu utntuk kebutuhan operasional perkantoran Pertamina juga akan menyediakan Musicool yang merupakan produk refrigerant hidrokarbon Pertamina yang ramah lingkungan.   Sedangkan untuk pengadaan kapal tanker, perseroan membutuhkan investasi yang tidak sedikit, sambil menunggu cairnya dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Jadi saat ini, kita operasikan tiga kapal Pelni sendiri dan enam lainnya dari PMN, untuk memenuhi kekurangan kapal, perseroan akan menjalin sinergi dengan BUMN lain untuk sewa kapal, Ujarnya.   Pelni sendiri telah ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagai operator tol laut dan Pertamina sebelumnya telah melakukan kerja sama dalam penyediaan pelumas dan grease untuk kebutuhan operasional seluruh armada kapal milik Pelni.  (ARL)
Thursday, 28 Jan 2016 - 16:04:57
foto: istimewa CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sudah menghitung kebutuhan listrik yang diperlukan untuk menunjang operasional Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Listrik tersebut akan didistribusikan ke enam stasiun di sepanjang Jakarta-Bandung. Enam stasiun tersebut yakni Halim, Gambir (Jakarta), Karawang, Walini (Kabupaten Bandung Barat), Gedebage (Kota Bandung), dan Bandung selatan.   Deputi Manajer Komunikasi PLN Jabar Suargina mengatakan stasiun yang paling banyak memerlukan pasokan listrik adalah Gedebage dengan jumlah 15.700 kVA. Menurut Suargina, pasokan besar ini diperlukan karena di stasiun yang terletak di timur Kota Bandung ini terdapat depo dan bengkel KA cepat. Kebutuhan listrik untuk stasiun lainnya yakni Halim 6.400 kVA, Karawang 2600 kVA, Walini 2600 kVA, serta Bandung selatan 2.200 kVA.   "Stasiun tersebut terletak di timur Kota Bandung. Di sini terdapat depo dan bengkel KA cepat," tutur Suargina kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/1/2016).   Dia menuturkan, kebutuhan listrik untuk stasiun Halim sekitar 6.400 kVA, Karawang 2600 kVA, Walini 2600 kVA, serta Bandung selatan 2.200 kVA. "Pasokan listrik tersebut diketahui setelah kami berkoordinasi dengan pengembang KA cepat yakni PT KCIC," jelas dia.   Ke depan, kata dia, di setiap stasiun akan dibangun gardu listrik baru yang akan terhubung dengan pembangkit listrik terdekat. "Dari gardu induk terdekat. Antara gardu dengan gardu ada instalasi internal," ujarnya.   Suargina juga menjelaskan bahwa saat ini PLN terus menambah kapasitas dengan dibukanya sejumlah pembangkit listrik baru. Artinya daya dukung pasokan listrik tidak masalah. (KML)  
Wednesday, 27 Jan 2016 - 14:42:22
foto: tribunnews.com CIKANEWS/energi - PLN Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) akan mengembangkan energi baru terbarukan dari batok kelapa sebagai energi alternatif.  "Tahun ini kami akan mengembangkan energi listrik alternatif dari komoditas kelapa yakni batok kelapa," kata General Manager PLN Suluttenggo Baringin Nababan di Manado, Selasa (26/1/2016). Baringin mengatakan, Jika nantinya beroperasi maka akan ada ketambahan listrik sebesar 50-100 kilo watt (KW) yang mampu menerangi 100 rumah tangga, sedangkan pengembangannya akan dilakukan di Kabupaten Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). "Dengan adanya penambahan energi listrik dari batok kelapa ini maka akan semakin meningkatkan energi terbarukan di Provinsi Sulut," ucapnya. Ia mengatakan pihaknya bekerjasama dengan aparat setempat, yang akan menyediakan batok kelapa dari petani disekitar, sehingga bahan baku untuk menghasilkan listrik dapat tersedia. "Karena besarnya listrik yang dihasilkan nantinya tergantung dari ketersediaan bahan baku batok kelapa," ujarnya. Rencananya, penerangan ini akan digunakan pada malam hari saja, sehingga tidak akan ada lagi kegelapan di daerah tersebut. PLN akan berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan berusaha mengatasi defisit yang selama ini dialami wilayah Sulutgo. (ARL)  
Tuesday, 26 Jan 2016 - 08:50:58
foto: liputan6.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengumumkan penurunan tarif listrik 12 golongan alias golongan tarif non subsidi pada 1 Februari 2016 menyusul harga minyak yang terus rendah. Hingga saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu masih menghitung besaran penurunan tarif itu.   Menurut Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi, untuk menurunkan tarif listrik pada Februari nanti PLN akan memakai tiga indikator, yakni ICP, kurs dollar, dan inflasi. Ketiga tersebut terkait dalam perhitungan tarrif adjustment yang diterapkan PLN setiap bulan.   "Pengumuman 1 Februari 2016 nanti, Soal berapa persennya pastinya kita tunggu" kata Agung ke Kontan, Minggu (24/1/2016).   Agung menyatakan, dirinya memastikan penurunan tarif yang sudah terjadi di Januari dan Februari nanti tidak akan pengaruhi kinerja PLN jelek. "Kinerja PLN akan tetap oke," ujar dia.   Awal Januari lalu, PLN sudah menurunkan tarif listrik nonsubsidi. Tarif Rumah Tangga daya 1.300 Volt Ampere (VA) ke atas turun dari Rp 1.509,38 per kilo Watt hour (kWh) pada bulan Desember 2015, menjadi Rp 1.409,16 pada Januari 2016. (KML)  
Friday, 22 Jan 2016 - 17:20:42
foto: energytoday.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) memesan delapan unit kapal general purpose (GP) dengan bobot mati 17.500 deadweight tonnage (DWT) kepada tiga galangan kapal nasional. Tiga perusahaan nasional tersebut adalah PT Anggrek Hitam Shipyard, PT Daya Radar Utama, dan PT Multi Ocean Shipyard.   Delapan kapal tersebut senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun (estimasi kurs: 13.900 per dolar AS) dan akan didatangkan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun 2017.   Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, pasar penyedia kapal di Indonesia sangat terbatas. Namun Pertamina tetap mencoba memesan dari galangan nasional. Langkah tersebut merupakan wujud nyata peran aktif Pertamina dalam memajukan industri maritim.   “Ini untuk memberikan kesempatan galangan dalam negeri dan potensi lokal daerah untuk memiliki pengalaman membangun kapal tanker dengan ukuran terbesar di kelas galangan kapal yang ada di Indonesia,” ujar Wianda.   Wianda menguraikan, perusahaan galangan kapal PT Anggrek Hitam Shipyard di Batam, Kepulauan Riau membangun dua kapal, yaitu MT Parigi danMT Pattimura. PT Daya Radar Utama di Lamongan, Jawa Timur membangun kapal untuk minyak mentah, yaitu MT Panderman, MT Papandayan, dan MT Putri. Sedangkan PT Multi Ocean Shipyard di Karimun, Kepulauan Riau membangun kapal produk MT Pasaman, kapal untuk avtur MT Panjang, dan kapal untuk mengangkut minyak mentah MT Pangrango.   Menurut Wianda, penambahan kapal ini merupakan implementasi dari Shipping Excellence yang merupakan bagian dari program Marketing and Operation Excellence. Hal ini juga sejalan dengan lima pilar prioritas strategis Pertamina untuk memperkuat infrastruktur yang dapat mendukung daya saing perusahaan.   Saat ini Pertamina memiliki 65 unit kapal milik berbagai ukuran untuk mengangkut minyak mentah dan produk guna memenuhi kebutuhan energi nasional. (YAS)
Friday, 22 Jan 2016 - 17:05:58
foto: tempo.com CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan perusahaan listrik milik negara Malaysia, SESCO, melakukan kerjasama untuk saling memasok kebutuhan listrik. Kerjasama ini diwujudkan dalam tersambungnya interkoneksi Jaringan Listrik Kalimantan barat-Serawak mulai Rabu (20/1).   Interkoneksi listrik dua negara ini terjadi pada 20 Januari kemarin. melalui Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 275 kilo Volt (kV) sirkit I antara Gardu Induk tegangan Extra Tinggi (GITET) Bengkayang dan GITET Mambong (SESCO) setelah melalui beberapa rangkaian pengujian.   Interkoneksi ini merujuk pada perjanjian pertukaran listrik (power exchange agreement/PEA), yaitu PLN Indonesia dan Sesco sepakat melakukan jual-beli (ekspor-impor) tenaga listrik selama 25 tahun.   Untuk 5 tahun pertama, Indonesia akan membeli Listrik dari Malaysia sebesar 50MW saat Lewat Waktu Beban Puncak (LWBP) dan 230 MW saat Waktu Beban Puncak (WBP) . Sedangkan untuk 5 tahun berikutnya, PLN memungkinkan untuk menjual listrik ke Malaysia.   Saat ini. Sistem Kalimantan Barat mengalami defisit listrik sebesar 30 MW, dengan daya mampu sebesar 240 MW. "Dengan masuknya Listrik Malaysia sebesar  50 MW ini akan menutupi defisit listrik di Kalimantan Barat," kata Manajer Senior Publik relation PLN Agung Murdifi, dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (21/1).   Agung menuturkan impor listrik dari Malaysia ini merupakan bagian usaha PLN Kalbar dalam rangka mengatasi pemadaman yang sudah lama terjadi di Wilayah tersebut khususnya di Sistem Khatulistiwa dalam 2 tahun terakhir.   Selain itu, PLN Kalbar juga tengah menunggu masuknya PLTU Kalbar 1 dengan kapasitas 2x50 MV, PLTU Kalbar 2 dengan kapasitas 2x27,5 MW dan PLTU Kalbar 3 dengan kapasitas 2x55 MW yang sementara ini dalam proses pembangunan.   Untuk lima tahun berikutnya, PLN memungkinkan menjual listrik ke Malaysia. Dalam perjanjian PEA itu pula, PLN Indonesia membangun saluran udara tegangan ekstra tinggi sepanjang 82 km. (KML)
Friday, 22 Jan 2016 - 11:30:37
ilustrasi - sindonews.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) berminat mengelola Blok East Kalimantan setelah 2018. Chevron Indonesia Company, operator blok saat ini, memutuskan untuk mengembalikan Blok East Kalimantan kepada pemerintah Indonesia setelah habis masa kontrak pada 24 Oktober 2018.   Menanggapi rencana Chevron, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan bahwa minat Pertamina untuk melanjutkan pengelolaan Blok migas yang terletak di Kalimantan Timur itu telah disampaikan kepada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Chevron Indonesia Company (CICO).   “Pertamina minat mengambil alih Blok East Kalimantan,” kata Direktur Utama Dwi Soetjipto di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (19/1).   Pada kesempatan berbeda, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan pihaknya akan terus melakukan kajian terhadap blok-blok minyak dan gas bumi (migas) yang memasuki masa terminasi.   "Kami akan review semua blok yang terminasi dengan parameter utama pertimbangan tekno-ekonomi maupun potensi cadangan," cetus Wianda.   Terlebih blok tersebut masih memiliki angka produksi dan kandungan migas yang besar seperti East Kalimantan.   Seperti diketahui, dalam keterangan resminya Selasa kemarin (19/1) manajemen Chevron memastikan bahwa pihaknya tidak akan memperpanjang kontrak bagi hasil Blok East Kalimantan.   "CICO tidak akan mengajukan perpanjangan PSC EKAL dan akan mengembalikan aset tersebut kepada Pemerintah Indonesia pada tanggal 24 Oktober 2018," ujar Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor, kemarin.   Keputusan untuk tak melanjutkan pengelolaan Blok East Kalimantan sendiri dikarenakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat (AS) tersebut akan berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang telah dimiliki perseroan termasuk pengeboran laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) yang terletak di Selat Makassar. (KML)
Wednesday, 20 Jan 2016 - 14:39:53
CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) Melalui program terobosan perusahaan Breakthrough Project (BTP) New Initiatives 2015 berhasil mencatat perolehan efesiensi USD 608,4 juta atau setara dengan Rp 8,4 triliun, 21,68% di atas target awal USD 500,4 juta.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan dalam situasi yang sulit karena harga minyak terus turun, Pertamina harus melakukan terobosan-terobosan termasuk dalam hal melakukan efisiensi melalui program yang diberi nama Breakthrough Project (BTP) New Initiatives 2015.   "Terdapat tiga kontributor utama bagi pencapaian BTP, yaitu pembenahan tata kelola arus minyak dengan nilai efisiensi sebesar USD255,2 juta, kemudian perubahan proses pengadaan minyak dan produk dengan nilai finansial sebesar USD208 juta dan sentralisasi procurement non hidrokarbon senilai USD90 juta, serta optimalisasi aset penunjang Usaha dan corporate cash management masing-masing berkontribusi sebesar USD27,8 juta dan USD27,3 juta," tutur Wianda.   menurut Wianda, BTP merupakan salah satu indikator yang cukup terpercaya dalam mendukung lima prioritas atau lima pilar strategis. Lima pilar tersebut adalah, pengembangan sektor hulu, efisiensi di semua lini, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan infrastruktur dan marketing, serta perbaikan struktur keuangan.   Direktur Hulu Pertamina Sysmsu Alam mengatakan, Pertamina juga memproyeksikan realisasi efisiensi sepanjang 2015 sekitar USD709 juta. Efisiensi tersebut guna menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan yang kini mulai dilakukan oleh beberapa perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.   Efisiensi dilakukan perusahaan sejak awal 2015 dan berlanjut pada 2016. Efisiensi di sektor hulu Pertamina, termasuk anak usaha, minimal sebesar 30 persen. Kebijakan ini akan terus didorong untuk menyiasati harga minyak mentah dunia yang kini mendekati level USD25 per barel. (ARL)
Tuesday, 19 Jan 2016 - 14:26:55
ilustrasi - ISTIMEWA PT Pertamina (Persero) di tahun 2016 ini menargetkan dapat menjual BBM jenis Pertalite sebanyak 15 ribu kiloliter (KL) per hari. Angka ini naik 275 persen dari realisasi penjualan tahun lalu sebanyak 4.000 KL.   Pertalite mulai dipasarkan Pertamina pada Juli 2015. Jenis BBM ini memiliki research oktane number (RON) 90 atau lebih tinggi dibanding premium yang memiliki RON 88. Pertamina menjual pertalite Rp 7.900 per liter dan premium Rp 7.050 per liter. Sedangkan pertamax dengan RON 92 dijual Rp 8.500 per liter.   Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, hingga saat ini, pertalite telah dipasarkan di 2.133 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kurun waktu kurang dari lima bulan sejak diluncurkan.   Ia menambahkan saat ini tantangan Pertamina dalam pemasaran BBM adalah peralihan masyarakat dari pengguna premium ke pertamax atau pertalite. Apalagi  harga minyak dunia saat ini tengah mengalami penurunan.   Pakar Pemasaran Rhenald Kasali mengatakan Pertamina diuntungkan oleh jaringan infrastruktur yang sudah masif di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemasaran produknya tidak banyak mengalami kesulitan. Pertamina telah melakukan langkah tepat dengan meluncurkan produk pertalite untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan premium dengan RON lebih tinggi.   "Sekarang tinggal bagaimana mengembangkan teknologi agar produk-produk yang dipasarkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen," kata Rhenald.   Tidak hanya Pertalite, Pertamina juga memproyeksikan peningkatan jumlah penjualan produk pertamax series, seperti pertamax, pertamax plus dan pertamax dex. (YAS)
Tuesday, 19 Jan 2016 - 08:45:43
foto: liputan6.com CIKANEWS/energi - PT. PLN (Persero) belum lama ini meresmikan pengoperasian kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang disewa perseroan dari turki. Pihak PLN mengklaim dengan menyalurkan listrik menggunakan kapal akan ada penghematan Rp 1,5 Triliun per Tahun. Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan kapal listrik menjadi solusi temporer krisis listrik di berbagai wilayah Indonesia. Sebab, membangun pembangkit listrik membutuhkan sekitar dua tahun untuk bisa selesai dan beroperasi. "Kapal ini temporary solution, karena bangun pembangkit butuh 4 tahun, PLTG dua tahun, kapal ini sifatnya temporari saat kesulitan," katanya di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (17/1/2016). Biaya sewa kapal yang sekira Rp 1.800 per Kwh sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti penggunaan bahan bakar untuk kapal listrik tersebut. "Jadi, ini substitusi, efisiensinya 0,21 per kWh dibandingkan kita sewa sebelumnya 0,75 per kWh," imbuh dia. Untuk pendistribusiannya, tambah Amir, kapal yang bersandar di pantai akan diperbantukan dengan alat pengait agar kestabilan kapal tetap terjaga. Pasalnya, kapal yang memproduksi listrik harus tetap stabil dan tidak akan mampu memproduksi jika terganggu dengan guncangan atau goyangan kapal. Pembangkit listrik terapung dianggap tepat mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Maka pembangkit listrik di atas kapal yang bisa mobile dari satu pulau ke pulau lain‎ paling cocok dengan Indonesia. (ARL)
Monday, 18 Jan 2016 - 14:50:18
foto: istimewa - cikaindonesia.com CIKANEWS/energi - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) pertama dalam Mega Proyek 35.000 MW, PLTG Gorontalo telah berhasil masuk sistem interkoneksi kelistrikan 150 kilo Volt (kV) Sulawesi Utara dan Gorontalo, setelah sebelumnya melalui uji coba tegangan.   PLTG Gorontalo merupakan pembangkit mega proyek pertama yang berhasil di rampungkan PLN. Ujicoba tegangan dihadiri langsung oleh Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Machnizon Masri dan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie beserta Jajarannya. Jumat (15/1/2016).   "Kami telah melakukan pengetesan panel dan trafo di gardu induk (GI) PLTG Gorontalo, dan semua berjalan dengan baik, jika hasilnya stabil seperti ini saya optimis proses masuk sistem akan segera terealisasi dalam 24 jam ke depan,” ujar Machnizon.   PLTG Gorontalo terdiri dari empat unit mesin genererator yang masing-masing berkapasitas 25 MW. Mesin Turbin tipe TM 2500+ merupakan mesin generator milik General Electric (GE) asal Amerika Serikat (AS) buatan Pabrik GE di Hungaria.   PLTG Gorontalo yang grondbreaking-nya dilakukan pada 19 September 2015  relatif cepat, pengerjaannya tak kurang hanya dalam waktu enam bulan. Jadi, secara keseluruhan pemasangan empat unit pembangkit berkapasitas masing-masing 25 MW telah dilakukan.   Namun untuk tahap pertama, diprioritaskan untuk dua mesin unit pembangkit. Hal ini demi mengejar penambahan pasokan listrik untuk Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sebanyak 700 pekerja dilibatkan dalam proses percepatan pembangunan PLTG yang terletak di desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Propinsi Gorontalo. Percepatan pembangunan PLTG ini untuk menjawab kebutuhan warga akan listrik yang semakin hari semakin tinggi.   Untuk saat ini, beban puncak di Sulutenggo pada siang hari mencapai 325 MW, sementara daya mampu pasok 320 MW. Khusus untuk Gorontalo, daya mampu hanya sekitar 50 MW sementara beban puncak mencapai 80 – 85 MW.   Untuk tahap selanjutnya, yaitu dua unit mesin lainnya, akan segera masuk sistem kelistrikan Sulutgo akhir Februari mendatang.   “Dengan masuknya sistem PLTG Gorontalo ini, menjadi jawaban akan kurangnya listrik di wilayah Sulutenggo, khusunya Gorontalo dan mampu meningkatkan rasio elektrikfikasi hingga 84,4 persen,” tandas Machnizon.     (ARL)
Friday, 15 Jan 2016 - 15:19:34
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Manager Humas PT PLN Kalimantan Barat, M Doing, mengatakan, PT PLN hemat Rp3,5 miliar per hari setelah membeli listrik dari Malaysia.   Langkah PLN membeli listrik dari Malaysia menjadi alternatif yang sangat baik untuk saat ini untuk memenuhi kekurangan daya listrik yang terjadi di Kalimantan Barat.   "Terlebih, dengan impor listrik dari Malaysia, PLN bisa hemat Rp 3,5 miliar perhari dengan membeli daya 50 MegaWatt dari perusahaan listrik swasta dari Malaysia, Sesco," kata Doing di Sungai Raya, Jumat (15/1).   "Dari sisi bisnis, membeli listrik dari Malaysia itu ternyata lebih murah dari pada kita memproduksi sendiri dan dalam hal ini kita mendapatkan perlakukan sama dengan para pelanggan listrik yang ada di Malaysia. Namun, ke depan, kemungkinan besar justru Malaysia yang akan membeli listrik dari kita," katanya.   Manajer Area Kalimantan Barat, Ricky Cahaya, menambahkan, PLN Kalimantan Barat membeli listrik dari Sesco yang merupakan perusahaan listrik swasta dari Malaysia dengan kontrak selama lima tahun.   "Sedikit informasi, Sesco merupakan perusahaan listrik swasta dari Malaysia, dimana saat ini mereka memiliki daya listrik sebesar 500 megawatt, sementara beban puncak mereka hanya 250 MegaWatt sehigga kelebihan beban puncaknya itu dijual ke Indonesia," katanya.   Sejauh ini, lanjutnya, pihak Sesco telah selesai membangun transmisi listrik di daerah yang berbatasan langsung dengan Bengkayang, dan PLN juga telah selesai membangun transmisi penerima listrik di daerah tersebut.   "Pada intinya semua sudah siap, tinggal proses transmisi listriknya saja yang tinggal dilakukan dan rencananya akan mulai transmisi pada bulan April nanti," tuturnya.   Jika semua sistem pembangkit listrik yang saat ini kita bangun sudah selesai. Pada tahun 2017 nanti, kita akan memiliki tambahan daya sebesar 265 MegaWatt. Dengan banyaknya daya yang kita miliki itu, tidak menutup kemungkinan ke depan kita bisa mengekspor listrik ke Malaysia, katanya.   Impor listrik yang dilakukan PLN dari Malaysia menjadi hal yang lumrah, terlebih saat ini mekanisme penerangan itu menjadi bisnis. Saat ini juga, Indonesia menjadi salah satu bagian dari ASEAN power grid (jaringan transmisi listrik ASEAN).  (ARL)
Friday, 15 Jan 2016 - 09:08:37
foto: istimewa - cikaindonesia.com  CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) hingga akhir tahun 2015 sudah membangun dan mengoperasikan lebih dari 6.470 kilometer (km) pipa gas bumi. Sebagian besar pipa yang dibangun statusnya open access atau dapat dimanfaatkan bersama.   "Dari 6.470 km pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN, sekitar 2.400 km merupakan pipa open access yang bisa dimanfaatkan bersama," kata Head of Corporate Communication PGN Irwan Andri Atmanto di Jakarta, Rabu (13/1).   Irwan menambahkan, sisanya lebih dari 4.000 km merupakan pipa distribusi yang memasok gas bumi langsung ke konsumen, seperti ke rumah tangga, industri, komersial, Usaha Kecil Menengah (UKM), hingga pembangkit listrik. Dengan jumlah pipa gas open access sepanjang 2.400 km.   "Belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki pipa gas open access sepanjang yang dimiliki PGN. Apalagi 6.470 km lebih pipa yang dibangun dan dioperasikan PGN saat ini, merupakan 76 persen dari seluruh pipa gas bumi di Indonesia".   Irwan merinci sebaran pipa gas bumi yang dimiliki PGN yakni wilayah distribusi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Palembang dengan panjang 2.707 km.   Lalu, wilayah distribusi Jawa Timur dan Jawa Tengah sepanjang 785 km dan wilayah distribusi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Riau sepanjang 761 km.   Sementara, pipa tansmisi yang dimiliki PGN adalah ruas Grissik-Duri sepanjang 536 km, Grissik-Batam-Singapura sepanjang 470 km, dan South Sumatera West Java (SSWJ) sepanjang 1.004 km. (ARL)
Thursday, 14 Jan 2016 - 16:51:00
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bahan bakar minyak jenis avtur rata-rata Rp143 per liter pada periode 15-31 Januari 2016.   Wakil Presiden Komunikasi Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penyesuaian harga avtur dilakukan seiring dengan penurunan harga minyak mentah serta efisiensi yang terus dilakukan perusahaan. Penyesuaian harga dilakukan di seluruh Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina.   "Secara nasional, rata-rata penurunan harga avtur adalah sebesar Rp143 per liter. Dengan penurunan harga ini, Pertamina mengharapkan dapat mendukung tumbuh kembangnya industri penerbangan nasional," ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/1/2016).   Wianda mengatakan untuk meningkatkan daya saing produk avturnya perusahaan melanjutkan langkah efisiensi antara lain penggunaan vessel yang lebih besar, sehingga shipping cost dapat ditekan, optimasi inventory sehingga biaya inventory dapat ditekan.   Ia juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan transparansi Pertamina menampilkan informasi perubahan harga ritel (Posting Airfield Price/PAP) dengan harga jual di setiap lokasi di laman www.pertamina.com/aviation.   Ketahanan stok Avtur Pertamina mencapai sekitar 26 hari. Saat ini, Pertamina melayani penjualan bahan bakar aviasi di 64 Depot Pengisian Pesawat Udara di seluruh Indonesia.    (DWP)
Thursday, 14 Jan 2016 - 16:13:20
foto: bumn.go.id CIKANEWS/energi - PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina di sektor hilir gas, berharap manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (PGAS) dapat mengintegrasikan pipa distribusi demi terlaksananya efisiensi pembangunan infrastruktur gas dan penyediaan harga gas yang ekonomis bagi masyarakat Indonesia.   Hendra Jaya, Direktur Utama Pertagas mengatakan solusi tercepat dan termudah saat ini untuk menyelesaikan permasalahan ketidakefisienan dan tumpang tindih pembangunan pipa adalah membentuk joint committee antar kedua perusahaan.   “Kami telah menyodorkan usulan joint committee ini sejak Desember 2015. Saat ini, kami masih menunggu kick off-nya dari Kementerian BUMN,” ujar Hendra.   Menurutnya, dengan adanya joint committee pipa transmisi yang dimiliki oleh Pertamina dapat dimanfaatkan oleh PGN untuk menyalurkan gasnya ke pipa distribusi atau pun konsumen akhir. Begitu juga dengan PGN. Pipa transmisinya dapat dimanfaatkan oleh Pertamina untuk menyalurkan gasnya ke pipa distribusi atau konsumen akhir. “Kami berharap, open access pada pipa distribusi PGN dapat diintegrasikan dengan pipa open access milik Pertamina,” katanya. Sementara itu, PGN mengklaim perseroan memiliki panjang open access terbesar. Hingga 2015, PGN memiliki ruas pipa open access 2.400 km dari total jaringan pipa perseroan 6.470 km   Irwan Andri Atmanto, Head of Corporate Communication PGN, mengatakan sebagian besar pipa yang dibangun perseroan statusnya open access alias dapat dimanfaatkan bersama. Dengan jumlah pipa sepanjang 2.400 km yang dimiliki berstatus open access, Irwan mengklaim, PGN merupakan perusahaan  yang sudah meng-open access-kan pipa terpanjang dibandingkan yang ada di Indonesia. (ARL)
Thursday, 14 Jan 2016 - 09:51:47
foto:sindonews.com  CIKANEWS/energi - Untuk memudahkan warga Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kodam Jaya bersama Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina kini menambah tangki penyulingan air siap minum bagi warga yang diambil dari Kali Ciliwung. Sebelumnya warga Bidara Cina telah memiliki empat keran air penyulingan yang berada di RW 02, namun ternyata dirasa kurang karena warga kerap mengantre.   Komandan Kodim 0505 Jakarta Timur Letkol Bagus Tri Wibowo mengatakan penambahan penyulingan air tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat. Diharapkan warga tidak perlu repot lagi memasak air sehingga bisa langsung dikonsumsi dari keran yang tersedia.   "Kita mendirikan penyulingan air ini untuk membantu masyarakat kehidupan sehari-hari agar bisa irit. Kalau sebulan isi galon bisa Rp 300 ribu, dengan adanya air bersih ini bisa nol pengeluaran," ujar Bagus, Selasa (12/1).   Menurut Bagus, adanya air siap minum ini membuat warga lebih peduli pada kebersihan sungai. Jika selama ini warga gemar membuang sampah di sungai, dengan adanya tangki penyulingan air warga bisa berpikir dua kali untuk membuang sampah.   Vice President CSR Pertamina Kuswandi mengatakan kegiatan ini merupakan program pertama Pertamina terkait air bersih. Selanjutnya pihaknya akan melakukan evaluasi untuk melakukan program serupa di lokasi lainnya.   "Kita ingin membantu masyarakat agar sadar supaya tidak membuang sampah di kali supaya air kalinya bisa mereka konsumsi," katanya. Tangki penyulingan air tersebut dapat memproduksi air bersih sekitar 4-5 liter per menit dengan daya tampung mencapai 1.500 liter. Cara penyulingannya yakni air akan melalui tahap filtrase yang terdiri dari karbon aktif untuk kemudian disaring melalui membran ultra filtrase dan diolah dengan proses reserve osmosis. (KML)
Wednesday, 13 Jan 2016 - 09:43:53
foto: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN WIratmaja (jitunews.com) CIKANEWS/energi - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah kabar yang beredar di masyarakat tentang pencabutan subsidi gas elpiji ukuran 3 kg.   Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menegaskan, hingga saat ini masih berlaku kesepakatan dengan DPR mengenai angka subsidi elpiji untuk 5,7 metrik ton gas elpiji. Ia menambahkan, tidak mudah untuk mencabut subsidi BBM lantaran prosesnya harus melalui pembahasan dengan komisi VII DPR.   "Subsidi elpiji 3 kg tidak ada rencana untuk dicabut karena itu perlu diskusi dengan parlemen dan sudah ditetapkan pada 2016 volume yang bersubsidi sudah ditetapkan 5,7 juta metrik ton," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (11/1/2015).   Dalam kesempatan yang sama, Senior VP Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (persero) Iskandar menambahkan, cadangan gas elpiji 3 kg saat ini bisa memenuhi 17,9 hari kebutuhan. Ia menilai tidak ada kekhawatiran atas kelangkaan.   "Dan 17 hari ini di porsi nasional sangat aman, dan di nasional aman, dengan dinamisasi cuaca, jadi walapun musim utara namun tinggi gelombang belum jadi hambatan kami sehingga operasi sangat aman," katanya.   Sebelumnya, isu pencabutan subsidi elpiji 3 kg membuat sejumlah agen nakal menimbun produk. Akibatnya, dilaporkan adanya kelangkaan elpiji 3 kg. Atas jaminan tidak dicabutnya subsidi elpiji 3 Kg tersebut, Wiratmaja menginginkan masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh kabar yang dapat meresahkan. (KML)
Tuesday, 12 Jan 2016 - 16:16:29
foto: tempo.co CIKANEWS/energi - PT PLN (Persero) menyatakan seluruh kebutuhan listrik di Pulau Sumatera telah terpenuhi. Tahun lalu, perusahaan pelat merah ini telah menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 1.640 megawatt (MW).   Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, beban listrik wilayah Sumatera saat ini mencapai sekitar 5.000 MW. Untuk perinciannya, Sumatera bagian Utara 2.000 MW, bagian Selatan dan bagian Tengah 3.000 MW. Seluruh beban ini telah mampu dipenuhi perseroan dengan bertambahnya kapasitas pembangkit pada tahun lalu.   “Sepanjang 2015 terdapat beberapa pembangkit yang beroperasi dengan total kapasitas 1.640 MW, di Sumatera bagian Selatan dan Tengah ada 1.060 MW dan Sumatera bagian Utara ada 560 MW,” kata dia dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (12/1).   Dengan penambahan ini, lanjut dia, total kapasitas listrik terpasang di Pulau Sumatera menjadi 5.750 MW. Dengan jumlah ini, seluruh kebutuhan listrik di sumatera telah bisa dipenuhi.   Meski demikian, kondisi kelistrikan di Pulau Sumatera ini belum bisa dibilang ideal. Pasalnya, cadangan listrik (reserve margin) di wilayah tersebut baru 15 persen (750 MW). “Reserve masih rendah hanya 15 persen, idealnya 30 persen. Jadi kalau bebannya 5.000 MW, maka reserve marginnya harusnya 1.500 MW. Kami harapkan menambah terus kapasitas pembangkit,” jelas Amir.   Amir optimistis bisa menutup kebutuhan listrik di Pulau Sumatera yang tumbuh sekitar 8% pada tahun ini. Pasalnya, perseroan menargetkan akan ada 10 pembangkit listrik baru dengan total kapasitas 1.290 MW yang beroperasi pada tahun ini. Tambahan pembangkit ini akan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik di Pulau Sumatera saat ini. (ARL)
Monday, 11 Jan 2016 - 16:42:44
foto: Gudang Feronikel Ekspor PT Aneka Tambang, Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara - Antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menandatangani kerja sama pengadaan listrik di pabrik peleburan feronikel di Halmahera Timur. Kerja sama ini dilakukan guna menciptakan industri hilir untuk pertambangan. Kerja sama antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dipandang menguntungkan kedua pihak.   Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman mengatakan, dalam menjangkau daerah-daerah terpencil perlu dipertimbangkan soal pendanaan dan listrik. Dengan kerja sama ini, masalah listrik akan ditangani PTBA, sedangkan Antam akan berfokus pada proses operasional pabrik. "Kami tidak perlu lagi memikirkan listrik, kami menargetkan proyek ini dapat selesai pada 2018,"ucap dia.   PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana membangun pembangkit listrik berkapasitas hingga 600 megawatt (MW) di proyek Feronikel Halmahera Timur (FHT), Maluku milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM). Nilai investasi berkisar US$ 720-840 juta.   Direktur Utama Bukit Asam Milawarma mengatakan, pada tahap pertama, perseroan akan membangun 2x40 MW. Kemudian, kapasitas bakal ditambah sesuai kebutuhan hingga 600 MW. Pembangunan pembangkit listrik tahap pertama harus selesai seiring dengan proyeksi rampungnya pabrik FHT pada akhir 2018.   Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mengatakan, Indonesia kaya akan sumber daya alam yang bisa digunakan untuk memasok kebutuhan hilirisasi sektor pertambangan. Ia mengungkapkan, sumber energi yang paling kompetitif saat ini adalah batu bara. "Oleh karena itu, saya senang, bukit asam sudah mau kerjasama, berhubungan dengan kelistrikan," kata Rini. (YAS)
Monday, 11 Jan 2016 - 16:22:22
foto: ptba.co.id CIKANEWS/energi - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengkaji untuk menaikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini menjadi Rp 5 triliun, dari semula Rp 3,5 triliun. Kenaikan ini didasarkan atas asumsi dimulainya konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Banko Tengah tahun ini.   Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono mengatakan, perkiraan tersebut melonjak dibandingkan dengan realisasi capex tahun lalu sekitar Rp 2 triliun. Joko mengatakan, sebagian belanja modal tersebut berasal dari belanja modal tahun lalu yang belum terserap. PTBA menyiapkan belanja modal senilai Rp 2 triliun pada tahun 2015. Tak semua belanja modal itu terserap karena ada beberapa proyek pembangkit listrik yang tertunda.   Saat ini, perseroan masih menunggu kelengkapan letter of intent (LoI) transmisi listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sesuai rencana, jika tiga LoI sudah diterbitkan PLN, perseroan baru bisa memulai konstruksi PLTU Banko Tengah atau Sumsel 8 berkapasitas 2x260 megawatt (MW) di mulut tambang Tanjung Enim.   PLTU yang juga disebut sebagai Sumsel 8 ini akan memanfaatkan batubara di lokasi tambang batubara milik PTBA di Muara Enim. Untuk merealisasikan proyek senilai US$ 1,6 miliar ini, PTBA sudah membebaskan lahan seluas 103 hektar.   Akhir pekan lalu, Bukit Asam pun menyatakan kesiapan membangun pembangkit listrik berkapasitas hingga 600 megawatt (MW) di proyek Feronikel Halmahera Timur (FHT), Maluku milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam). Nilai investasinya diperkirakan sekitar US$ 720-US$ 840 juta.    (ARL)
Monday, 11 Jan 2016 - 10:23:02
foto: rmol.com CIKANEWS/energi - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said didampingi oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja dan Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana, menemui kepala daerah dan tokoh-tokoh masyarakat Maluku untuk mencari masukan mengenai proyek gas Blok Masela yang saat ini masih menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sudirman Said, berjanji akan memutuskan pilihan yang memberi manfaat maksimal kepada masyarakat.   Sudirman menegaskan penetapan lokasi kilang liquefied natural gas (LNG) Blok Masela di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), provinsi Maluku, merupakan kewenangan penuh Presiden Joko Widodo untuk memutuskannya. Dia meluruskan hingga saat ini dirinya netral, karena berdasarkan pendapat konsultan, baik offshore maupun onshore, dua-duanya memungkinkan dilakukan.   "Bapak Presiden yang akan memutuskan lokasi kilang LNG Blok Masela. Dibangun di laut atau di darat semuanya memiliki dampak negatif maupun positif," kata Menteri Sudirman di Ambon, Sabtu.   Pertemuan digelar di kantor Gubernur Maluku di Ambon, Sabtu (9/1/2016). Dari tokoh Maluku, hadir Gubernur Maluku Said Assagaf, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw, Rektor Universitas Pattimura Thomas Pentury, para anggota DPRD, para kepala dinas, dan juga mantan Gubernur Maluku Karel Rahalalu.   Menteri ESDM memandang perlu melakukan pertemuan dengan jajaran pemprov dan DPRD Maluku untuk menghimpun berbagai masukan dan masalah guna melengkapi berbagai laporan terkait rencana investasi dan pengelolaan Blok Masela di masa mendatang.   Menyangkut sikap Pemprov Maluku, DPRD serta tokoh-tokoh masyarakat agar kilang LNG Blok Masela dibangun di darat, Menteri Sudirman Said menegaskan, semua pertimbangan dan keputusan memiliki unsur positif maupun negatif. Dari dua opsi ini, pemerintah masih melihat mana di antara dua opsi ini yang paling memberikan manfaat lebih luas dalam pembangunan kawasan Maluku.   "Beda pendapat itu baik, yang penting apapun yang dipilih itu yang terbaik untuk masyarakat dan keputusan mengenai pembangunan unit pengolahan gas Masela pun akan dibahas kembali pada pertemuan pada minggu depan," ujarnya.   Sudirman Said meminta dukungan kepada para tokoh Maluku untuk sama-sama menyambut dan mempersiapkan dengan baik Blok Masela. Dia meyakinkan kepada para tokoh Maluku bahwa pemerintah saat ini benar-benar memperhatikan kawasan Timur, termasuk Maluku. (DWP)
Friday, 08 Jan 2016 - 14:50:41
foto: PLTP Kamojang - antarafoto.com CIKANEWS/energi - Menteri BUMN Rini Soemarno akhirnya memutuskan harga uap panas bumi yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang unit 1,2 dan 3.‎ Ini disepakati setelah dirinya memanggil direksi PLN dan PT ‎Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Kementerian BUMN sore kemarin (7/1).   "Perdebatan ini sudah selesai dan sudah final diterima kedua belah pihak. Tadi difasilitasi Bu Menteri langsung," kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah.   Ia menjelaskan pembahasan untuk mencapai kesepakatan harga listrik berlangsung cepat, karena sudah mendapat audit dari Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP) terutama terkait harga uap dan biaya dari proses uap ke listrik.   Di tempat terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menuturkan masalah terjadi karena adanya beda persepsi.   "Perbedaan persepsi saja, ini lagi mau rapat. Perbedaan persepsi antara hitungan Pertamina dengan PLN. Karena PLTP Kamojang itu ada Kamojang 1 sampai 5," ujar Rini, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.   Wakil Presiden Jusuf Kalla juga buka suara terkait polemik ini. Ia menyampaikan agar kedua pihak mengedepankan paham win-win solution.   "Sudah kita bicarakan tadi. Harus win-win. Harus menguntungkan PLN, menguntungkan Pertamina juga. Ya pokoknya harus runding. Harus selesai. Menguntungkan Pertamina menguntungkan PLN," tandas JK.   Sebelumnya, PLN meminta harga uap untuk PLTP Kamojang sebesar USD 4 sen per kilowatt hour (kwh). Sementara, Pertamina selaku pemasok memasang harga USD 9,5 sen per kwh. Saat ini, harga masih berlaku sekitar USD 6,2 sen per kwh.   DWP
Wednesday, 06 Jan 2016 - 16:17:19
foto: antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), anak usaha PT Pertamina (persero) memproyeksikan produksi migas hingga 700 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day /BOEPD) pada 2025.   "Kami optimistis dalam 10 tahun mendatang sudah bisa memproduksi 700 ribu BOPD, baik dari blok migas yang ada saat ini yaitu di Irak, Malaysia dan Aljazair maupun dari penambahan aset baru," kata Direktur Utama PT Pertamina Internasional EP, Slamet Riadhy di Jakarta, Selasa (5/1/2016).   Dia menjelaskan, dalam mengembangkan blok migas di luar negeri, PIEP menjadi garda terdepan, bersinergi dengan anak perusahaan Pertamina lainnya, baik untuk pengeboran, pengapalan, dan sebagainya sehingga membentuk kekuatan Indonesia Incorporated.   Slamet Riadhy mengatakan selama 2015 realisasi produksinya mencapai 113.000 BOEPD. Lebih tinggi 20% dari target induk usaha kepada perseroan sebesar 93.000 barel. Dari produksi tersebut, sebanyak 39.000 BOPD diperoleh dari Aljazair, kemudian ladang minyak Irak berkontribusi sebesar 36 ribu BOPD dan dari blok migas di Malaysia menyumbang sebesar 38 ribu BOPD.   Pada 2025, total produksi blok migas yang ada di tiga negara tersebut akan bertambah menjadi 250.000 barel. Lapangan West Qurna 1 Irak, akan mengalami produksi puncak pada 2022 sebesar 1,6 juta barel. Dengan partisipasi sebesar 10 persen, bagian dari Pertamina sebesar 160.000 barel.   Kemudian blok migas di Malaysia dan Aljazair, masing-masing akan memberikan kontribusi sebesar 45.000 barel sehingga total produksi pada 2025, sebesar 250.000 barel. Sisanya sebesar 350.000 barel, diharapkan dari aset baru. Target produksi 700.000 BOEPD tersebut, belum ditambahkan dari aset eksplorasi.   Selain aset produksi, PIEP juga memiliki aset eksplorasi di Malaysia. Pada 2015 sudah dilakukan pengeboran terhadap satu lapangan prospek dan diharapkan akan ada tambahan sekitar 14-18 juta deposit sehingga kalau ditambahkan dengan eksplorasi yang sudah dilakukan, akan ada tambahan 10%-15%.   Dengan tambahan tersebut, dia optimistis target PIEP memproduksi 700 ribu BOEPD pada 2025 bisa terpenuhi. (YAS)
Wednesday, 06 Jan 2016 - 11:34:51
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - PT PLN (persero) akan memberikan biaya kompensasi atau yang lebih dikenal 'bonus' listrik bagi pelanggannya, jika Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) tidak sesuai yang ditentukan. Kompensasi diberikan ketika TMP PLN tidak memenuhi ketentuan seperti seringnya pemadaman listrik. Besaran kompensasinya sudah ditetapkan PLN.   "Kompensasi yang diberikan sebesar 20% dari biaya beban atau rekening nominal minimum," ujar Kepala Divisi Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN), Benny Marbun kepada detikFinance, Rabu (6/1/2016).   Apa saja faktor yang membuat PLN harus membayar kompensasi kepada pelanggannya?   Pertama, jumlah batas pemadaman dalam satu bulan melebihi jumlah yang telah ditetapkan. Kedua, lama pemadaman juga menentukan 'bonus' atau kompensasi. "Kompensasi akan diberikan jika kelebihannya mencapai 10%, kalau harusnya 10 jam jadi 11 jam kan itu lebih dari 10% maka dapat kompensasi, tapi kalau tidak melebihi 10% tidak dapat kompensasi," kata Benny.   Ketiga, jika kecepatan pelayanan PLN dalam menangani penambahan daya listrik pelanggan dinilai lamban. Itu konsumen berhak mendapatkan kompensasi.   Keempat, kesalahan petugas PLN dalam membetulkan meteran listrik. Dalam waktu 3 bulan, kesalahan yang dimaklumi hanya sekali. Jika dalam 3 bulan, petugas PLN melakukan lebih dari satu kali kesalahan, maka konsumen berhak mendapatkan kompensasi dari PLN.   Terakhir, soal kecepatan mengoreksi rekening listrik. Batasan maksimal koreksi rekening listrik selama 3 hari, namun jika petugas mengerjakan lebih dari 3 hari, maka konsumen berhak mendapatkan kompensasi dari PLN. (DWP, Disadur dari Detik.com)
Tuesday, 05 Jan 2016 - 15:34:52
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Pemerintah akhirnya menunda pungutan Dana Ketahanan Energi (DKE) untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Itu berarti, harga premium dan solar yang berlaku mulai hari ini lebih murah daripada pengumuman pemerintah sebelumnya.   “Kebutuhan untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan energi baru terbarukan sudah dirasa perlu dilakukan oleh pemerintah. Hanya saja penerapannya perlu ditata. Presiden meminta disiapkan segala sesuatunya, aturannya dan implementasinya harus melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Senin (4/1).   Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan untuk tidak memungut DKE. Keputusan itu diambil untuk menghindari kontroversi di kalangan masyarakat. "Bahwa akhirnya setelah memperhatikan diskusi, lebih baik dibicarakan di DPR daripada ada kontroversi macam-macam," ujar Darmin.   Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan harga baru sesuai dengan harga keekonomian. Harga tersebut sudah di tingkat agen, termasuk dalam PPn, filling fee, dan transport fee SPBG, serta margin agen.   Tanpa adanya pungutan untuk dana ketahanan energi (DKE), harga premium dari Rp 7.400 per liter menjadi Rp 7.050/liter untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Sementara itu, harga premium di luar wilayah tersebut dari Rp 7.300/ liter menjadi Rp 6.950/liter. Di lain hal, harga solar menjadi Rp 5.650/liter dari sebelumnya Rp 6.900/liter. (YAS)
Tuesday, 05 Jan 2016 - 09:17:11
foto: PLN - sindonews.com CIKANEWS/energi - Menguatnya nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya harga Indonesian Crude Price (ICP) November dibanding Oktober, serta efisiensi PLN menurunkan Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP), membuat PT PLN mulai 1 Januari 2016 menurunkan tarif listrik khususnya untuk golongan tariff adjustment.   “Turunnya tarif listrik ini salah satunya karena keberhasilan PLN melakukan efisiensi operasi, yang menyebabkan menurunnya Biaya Pokok Penyediaan Listrik (BPP),” kata Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero), Benny Marbun.   Daftar tarif golongan tariff adjustment: Tarif listrik di tegangan rendah/TR (untuk Rumah Tangga), Bisnis skala menengah, Kantor Pemerintah skala menengah), turun dari 1509,38 Rp/kWh menjadi 1409,16 Rp/kWh.  Tarif listrik di tegangan menengah/TM (untuk Bisnis skala besar, Kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah), turun dari 1104,73 Rp/kWh menjadi 1007,15 Rp/kWh.  Tarif listrik di tegangan tinggi/TT (untuk Industri skala besar), turun dari 1059,99 Rp/kWh menjadi 970,35 Rp/kWh. (YAS)
Monday, 04 Jan 2016 - 15:35:43
foto: indomigas.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) akan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax series hingga Pertalite yang  berlaku mulai besok, 5 Januari 2016. Penurunan harga BBM non subsidi ini bersamaan dengan penurunan harga Premium dan Solar yang sudah diumumkan pemerintah pada 23 Desember 2015.   Turunnya harga bahan bakar (BBM) non subsidi  ini menjadi “kado” awal tahun dari pemerintah. Hal itu dikarenakan mulai besok tidak hanya harga premium dan solar saja yang turun, akan tetapi harga pertamax cs dan pertalite juga ikut diturunkan.   PT Pertamina (Persero) menegaskan alasan penurunan harga bahan bakar BBM non subsidi tersebut bukanlah untuk mencegah pergeseran konsumen ke BBM subsidi. Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan penurunan harga Pertamax CS tersebut bukan untuk mengantisipasi beralihnya konsumen dari produk BBM non subsidi ke BBM jenis Premium dan Solar karena harga kedua produk tersebut akan turun di hari yang sama. "Tidak, bukan untuk mengantisipasi perpindahan konsumen ke Premium, tapi memang harganya perlu turun," kata Bambang, saat berbincang denganLiputan6.com, di Jakarta, Minggu (3/1/2015).   Berdasarkan perhitungan Pertamina, harga Pertamax CS memang sudah waktunya untuk turun. Dua komponen utama pembentuk harga BBM yaitu harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah mengalami penurunan sehingga bisa mendorong penurunan harga BBM Non subsidi.   Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, penurunan harga Pertamax series hingga Pertalite dikarenakan mengikuti pergerakan harga pasar yang berlaku serta komponen penetapan harga BBM. "Harga indeks pasarnya turun, maka kami sesuaikan," kata Wianda.   Berikut Penurunan harga BBM yang berlaku mulai 5 Januari 2016: Premium turun dari Rp 7.300 per liter menjadi Rp6.950 per liter. Jika pungutan Dana Ketahanan Energi disepakati, maka harga jual Premium ditambah Rp 200 per liter menjadi Rp 7.150 per liter. Solar turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.650 per liter. Jika pungutan Dana Ketahanan Energi disepakati, maka harga solar ditambah Rp 300 menjadi Rp 5.950 per liter. Pertalite dengan RON 90 turun Rp 250 per liter menjadi Rp7.950 per liter dari harga Rp 8.200 per liter. Pertamax dengan RON 92 turun Rp 200 per liter menjadi Rp8.450 per liter dari harga Rp 8.650 per liter. Sedangkan penurunan harga Pertamax dengan RON 95 dan Pertamina Dex juga akan turun dengan kisaran Rp 200 per liter. (YAS) 
Monday, 04 Jan 2016 - 15:23:28
foto: kompasiana.com CIKANEWS/energi - Indonesia mengalami banyak penurunan harga kebutuhan pokok di awal tahun 2016 ini. Di sektor energi, setelah tarif listrik, bensin premium, solar, hingga Pertamax Series dan Pertalite mengalami penurunan, kini harga kebutuhan penting masyarakat yang juga ikut turun adalah Liquefied Petroleum Gas (elpiji) non subsidi milik PT Pertamina (Persero).   Penurunan harga gas Elpiji ini mulai berlaku pada Selasa, 5 Januari 2016 besok. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang. "SK (Surat Keputusan) sedang disiapkan," ujar Ahmad pada KONTAN, Senin (4/12).   Turunnya harga elpiji baru pada Selasa, 5 Januari 2016, karena harga patokan elpiji yakni CP Aramco Januari baru keluar pada Sabtu, 2 Januari 2016. "Harga CP Aramco baru keluar Sabtu kemarin, dan harganya turun," ucapnya.   PT Pertamina (Persero) menurunkan atau memangkas harga gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) nonsubsidi lantaran melemahnya harga minyak mentah dan efisiensi yang dilakukan oleh perseroan.   Ahmad Bambang mengatakan, untuk wilayah Jabodetabek harga elpiji 12 kg akan turun sebesar Rp5.600 per tabung, dari Rp134.600 per tabung menjadi Rp129 ribu per tabung, sementara elpiji Bright Gas 5,5 kg turun Rp4.500 per tabung dari Rp62.000 menjadi Rp57.500 per tabung.   Selain penurunan harga elpjij non subsidi, Bambang menuturkan pihaknya juga masih menunggu kepastian kebijakan harga LPG bersubsidi 3 kilogram (kg) yang akan diputuskan oleh pemerintah. Pasalnya, sesuai APBN 2016, besaran subsidi LPG ditetapkan dengan asumsi adanya kenaikan harga Rp 1.000. “Kami masih menunggu harga LPG 3 kg dari pemerintah,” jelasnya. (YAS)
Monday, 04 Jan 2016 - 09:14:52
foto: wikidpr.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Gas, sepakat melakukan sinergi dan kerjasama operasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sinergi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi agar harga gas menjadi lebih murah.   Selain dinilai akan menguntungkan negara, Kerja sama operasi Pertamina Gas dan PGN ini dapat menjadi solusi termudah untuk mengatasi tumpang tindih pembangunan pipa dan penyaluran gas. Hal ini dapat mengatasi inefisiensi infrastruktur karena dapat saling memanfaatkan aset satu sama lain. Sinergi kedua perusahaan ini juga akan menguntungkan konsumen karena harga gas akan menjadi lebih murah.   Pengamat gas M Kholid Syerazi mengatakan, sinergi merupakan jalan terbaik untuk mengatasi mahalnya harga gas di Tanah Air. Harga gas di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Jika hal itu dibiarkan, dapat melemahkan daya saing dan akan membuat guncang banyak industri.   Seperti diketahui bahwa Nota kesepahaman kerja sama operasi Pertagas dan PGN diteken oleh Dirut Pertamina Dwi Soetjipto dan Dirut PGN Hendi Prio Santoso yang disaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno di KM Kelud pada 20 November 2015. Dalam pertemuan tersebut disepakati pembentukan joint committee di bawah kendali Kementerian BUMN.   Pertemuan dilanjutkan pada 3 Desember 2015 yang membahas soal joint committee. Pertamina Gas dan PGN menempatkan perwakilan pada level senior manager. Keduanya lantas menjalin sinergi dengan memanfaatkan pipa–pipa distribusi dan transmisi, termasuk berkongsi menetapkan area operasi yang dapat dikerjasamakan.   Sekretaris Perusahaan Pertagas, Adiatma Sardjito menyebut joint committee sejalan dengan program sinergi dari Kementerian BUMN serta pemanfaatan pipa gas juga seiring Peraturan Menteri ESDM 19/2009 Pasal 13 dan Peraturan Pemerintah 36/2009 Pasal 31.   Kementerian BUMN berharap agar PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) segera bersinergi. Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut, sinergi pertama yang bisa dilakukan Pertagas dengan PGN adalah dengan melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan jaringan gas bersama-sama. Skema sinergi ini diharapkan sudah bisa berjalan di tahun 2016. (YAS)  
Tuesday, 29 Dec 2015 - 18:36:47
foto: sindonews.com CIKANEWS/energi - Pemerintah akan memungut dana dalam harga baru penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar. Premium dikenakan sebesar Rp 200, sedangkan untuk solar dipungut sebesar Rp 300. Pemungutan ini sebagai dana ketahanan energi yang akan diterapkan pada 5 Januari 2016.   Ini bukan semata-mata mencari keuntungan dan dibebankan kepada konsumen. Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan secara konsepsi dana ini dapat digunakan untuk mendorong ekplorasi agar depletion rate cadangan kita bisa ditekan. Dana ini juga bisa digunakan untuk membangun infrastrukur cadangan strategi seperti membangun energi yang sustainable yakni energi baru dan terbarukan.   Lebih lanjut Sudirman Said mengatakan, dana ini seperti uang negara pada umumnya. Di mana akan disimpan Kementerian Keuangan dengan otoritas pengggunaan oleh kementerian teknis yaitu Kementerian ESDM. Secara internal audit dilakukan oleh Irjen Kementerian ESDM atau BPKP.   Ia menegaskan lagi, dasar hukum Dana Ketahanan Energi tersebut sudah jelas yakni Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014. Sudirman juga akan menyampaikan kebijakan ini kepada Komisi VII DPR.   Kebijakan 'Dana Ketahanan Energi' ini masih menjadi polemik di masyarakat, namun Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung adanya dana ketahanan energi yang dipungut dari masyarakat pembeli bahan bakar minyak. Menurut dia, pungutan itu nantinya sebagai dana cadangan apabila adanya kenaikan harga minyak dunia. Dana ini nantinya akan diperuntukan bagi masyarakat langsung yang fungsinya adalah sebagai penyeimbang dari fluktuatifnya harga minyak dunia.   Di lain pihak, PT Pertamina (Persero) menegaskan, dana ketahanan energi bukan pungutan dana dari bahan bakar minyak (BBM). Dana tersebut diambil dari kelebihan keuntungan Pertamina dari selisih harga penjualan premium dan solar dengan harga keekonomian. “Inilah konsep floor and ceiling," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang.   Saat ini pemerintah menyatakan tengah menyiapkan sejumlah aturan yang akan menjadi landasan dalam penerapan kebijakan dana ketahanan energi. Hal ini dimaksudkan agar kebijakan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (YAS)
Monday, 28 Dec 2015 - 16:14:52
foto: pertamina.com CIKANEWS/energi - Pemerintah menetapkan penurunan harga BBM bersubsidi yang akan di terapkan mulai 5 Januari 2016. Premium turun Rp 150 dari Rp 7.300 menjadi Rp 7.150 per liter. Harga itu berlaku di luar Jawa, Madura, dan Bali. Untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali, harganya ditambah Rp 100 menjadi Rp 7.250 per liter.Sementara harga Solar turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.950 per liter. Berlaku untuk semua wilayah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said usai Sidang Kabinet di Istana Presiden, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2015. Penurunan baru diberlakukan mulai 5 Januari 2016 agar pemilik SPBU dapat menjual hingga habis stok BBM dengan harga lama sehingga tidak merugi. Keputuskan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia. Penurunan harga BBM dilakukan karena harga minyak dunia terus menerus anjlok. Saat ini harga minyak internasional berada di kisaran US$ 37 per barel. Ini merupakan langkah positif di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena dapat meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami tekanan ekonomi. Penurunan harga solar juga akan meringankan sektor industri karena komponen bahan bakarnya menjadi lebih murah. PT Pertamina (Persero) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) aman untuk menghadapi kebijakan penyesuaian harga BBM yang ditetapkan pemerintah. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan saat ini ketahanan stok BBM yang dikelola oleh Pertamina mencapai sekitar 19 hari untuk Premium dan sekitar 22 hari untuk Solar.   Sudirman Said mengharapkan prosedur yang diambil oleh pemerintah dengan cara menurunkan harga BBM ini mampu memberikan hasil positif bagi perkembangan ekonomi di tanah Air pada tahun 2016 mendatang. (YAS)
Wednesday, 23 Dec 2015 - 17:57:18
Foto: Antarafoto.com/Fanny Octavianus CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina International EP (PIEP) terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) hingga menggarap lapangan-lapangan migas di luar negeri. PIEP telah mengelola lapangan migas di tiga negara yakni Malaysia, Aljazair dan Irak yang bisa memasok kebutuhan minyak mentah untuk Indonesia.   Menurut Presiden Direktur PIEP, Slamet Riadhy, akuisisi lapangan migas di luar negeri berangkat dari tren konsumsi BBM di Indonesia yang mengalami kenaikan tajam. Diperkirakan, tahun 2025, produksi minyak mentah hanya sebesar 600 ribu barel per hari (bph), sementara, kebutuhan di tahun itu, bisa mencapai 2 juta bph.   Pertamina Aljazair EP (PAEP), Anak perusahaan PIEP di Aljazair mengelola tiga ladang produksi yaitu lapangan Menjel Ledjment North (MLN) dengan saham 65%, El-Merk (EMK) 16,9%, dan Ourhud (OHD) 3,73%. Sementara di Irak, lewat Pertamina Irak EP (PIREP), mengelola lapangan West Qurna 1 dengan hak partisipasi sebesar 10%. Di Malaysia, melalui Pertamina Malaysia EP (PMEP), perseroan mengelola Blok Sabah dan Serawak dengan hak partisipasi sebesar 18-25%.   Produksi migas dari 3 lapangan yang dikuasai Pertamina memiliki besaran yang berbeda-beda. Produksi minyak mentah di Aljazair, tahun ini mencapai 39 ribu setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Di Irak, produksi di tahun ini 36,3 ribu boepd, dan di Malaysia 34.800 boepd.   Dengan mengakuisisi lapangan migas di luar negeri tersebut diharapkan produksi minyak dan gas bumi (migas) PT Pertamina (Persero) akan meningkat dan terpenuhi kebutuhan minyak mentah untuk Indonesia. (YAS)
Tuesday, 22 Dec 2015 - 17:40:54
Foto: Antarafoto.com CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar minyak dan LPG selama perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2016 cukup. Bisa diprediksi konsumsi Premium jelang Natal dan Tahun Baru 2016 yaitu selama 21 Desember 2015 hingga 8 Januari 2016 bakal naik 35% dari rata-rata penyaluran pada kondisi normal. Konsumsi Premium diperkirakan naik hingga 78.741 kiloliter per hari.   VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengatakan, stok rata-rata BBM nasional berada pada level di atas 20 hari.   “Berdasarkan pada stok BBM dan LPG serta tingkat konsumsi masyarakat pada masa perayaan Hari Raya Natal 2015 dan Tahun 2016 kami akan jamin pasokan BBM dan LPG untuk masyarakat aman,” ujarnya kemarin.   Secara nasional, rata-rata stok bahan bakar minyak (BBM) termasuk Premium, solar, LPG, avtur dan lainnya selama 18 hari. Sementara kondisi saat ini, stok solar mencukupi untuk selama 23 hari, sedangkan avtur selama 32 hari.   Pertamina juga memastikan terminal BBM dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beroperasi 24 jam, khususnya di jalur-jalur wisata atau pusat perayaan Natal dan tahun baru, memonitor stok BBM, menyiapkan mobil tangki BBM dan LPG di SPBU di jalur rawan kemacetan.   Peningkatan Investasi Di sisi lain, Pertamina merencanakan investasi sebesar 5,31 miliar dolar AS pada 2016. Hasil yang meningkat 20,7 persen dibandingkan dengan tahun ini. Peningkatan ini merupakan cerminan upaya perusahaan untuk memacu kinerja dari hulu hingga hilir.   Dari total investasi 5,31 miliar dolar AS, sebanyak 72 persen dialokasikan untuk bisnis hulu, 6,9 persen bisnis gas, 6,7 persen untuk bisnis pengolahan, 9,7 persen untuk kegiatan pernasaran dan niaga, serta sekitar 4,7 persen untuk bisnis hilir dan anak perusahaan lainnya.   Dalam investasi ini tergambar dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina mengenai Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Pertamina (Persero) 2016 di Jakarta kemarin.   Dalam RKAP 2016, Pertamina menargetkan perolehan pendapatan senilai 42,26 miliar dolar AS atau relatif sama dengan prognosa pendapatan 2015. Dengan masih tingginya tekanan harga minyak pada tahun depan, Pertamina masih optimistis membukukan EBITDA Margin sekitar 12,8 persen atau lebih tinggi dari prognosa pencapaian tahun ini sekitar 11 persen.   “Pertamina akan berusaha meraih yang terbaik di segala lini bisnisnya," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam siaran pers di Jakarta, Senin kemarin.   Bisnis hulu Pertamina tahun depan diperkirakan berkontribusi 30 persen dari total laba. Sejalan dengan hal itu, produksi minyak Pertamina justru ditargetkan meningkat menjadi 327.000 barrel per hari dan gas bumi ditargetkan sebesar 1.926 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara dengan 659.000 barrel setara minyak per hari.   Pembangunan Kilang  Terkait peningkatan pasokan BBM dalam negeri, pemerintah kembali meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid VIII menjelang akhir tahun 2015. Dalam isi dari Paket Kebijakan Jilid VIII, salah satunya, terkait insentif kilang minyak. Dalam paket ekonomi ini, pemerintah menargetkan dibangun sebanyak 2 kilang minyak, yakni di Bontang, Kalimantan Timur, dan di Tuban, Jawa Timur.   “Perpres kilang sudah naik ke Pak Presiden. Dengan kebijakan ini, akan ada pembangunan minimal 2-3 proyek kilang. Paling utama 2 kilang yang disiapkan, pertama di Bontang, kedua di Tuban,” tutur Seketaris Kabinet, Pramono Anung, di Jakarta, Senin (21/12).   Dia mengatakan, pembangunan kilang sangat penting, karena saat ini total kapasitas produksi kilang minyak yang dimiliki Indonesia hanya sekitar 900.000 barel per hari. “Dengan 2 kilang ini, harapannya ada tambahan kapasitas 300.000 barel per hari, jadi total produksinya di atas 1 juta barel lebih,” ungkap Pramono.   Menteri ESDM Sudirman Said juga memaparkan, paket kebijakan ekonomi VIII yang salah satunya berupa Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Kilang BBM akan menjadi landasan hukum yang kuat untuk menjadi pedoman pembangunan kilang di Indonesia.   “Kilang minyak merupakan infrastruktur migas yang diprioritaskan,” katanya.   Berbeda dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution. selama ini ada tumpang-tindih perihal peraturan proses pembangunan kilang minyak. "Kebijakan ini masih tumpang-tindih." ucapnya.   Prosesnya bisa menjadi panjang tetapi rencana aksinya sudah dibuat. selanjutnya dilaporkan ke presiden. kemungkinan akhir Januari 2016 akan bisa berjalan. (KML)
Friday, 18 Dec 2015 - 17:57:08
Foto: PLN.co.id CIKANEWS/energi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit V berhasil melakukan pemasangan trafo Interbus Transformer (IBT) #3 dengan kapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) di di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Kampung Dangdeur Desa Sukamurni, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/12).   General Manager PT PLN Unit  Pembangunan Induk V, Robert Aprianto Purba memastikan pasokan listrik kepada masyarakat akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Beroperasinya trafo listrik baru ini menjadi solusi setelah terjadinya kebakaran gardu induk tegangan tinggi pada Agustus 2015 di Kembangan, Jakarta Barat. Ia juga berharap, dengan beroperasinya Trafo IBT tersebut, dapat mencegah pemadaman bergilir akibat krisis daya.   “Jika ada gangguan listrik pada satu satu travo, pelanggan tak perlu khawatir akan ada lagi memadaman secara bergilir seperti yang sebelumnya,” papar Robert.   Dengan beroperasinya trafo IBT, lanjut Robert, ini akan dapat lebih meningkatkan keandalan suplai listrik pada sistem Jawa-Bali, khususnya sub-sistem Balaraja Tangerang dengan cadangan daya yang cukup, dan mampu memenuhi permintaan masyarakat akan kebutuhan suplai listrik.     Selain itu, Trafo IBT tersebut bisa meningkatkan fleksibilitas manuver beban pada sub-sistem Balaraja pada sistem Jawa-Bali yang telah terinterkoneksi melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Suralaya-Gandul dan SUTT 150 kV Balaraja-New Balaraja.   Diterangkannya, PLN juga sudah menyelesaikan pekerjaan up-rating Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Gandul – Serpong sebanyak dua sirkit yang sudah energize pada tanggal 16 Desember 2015 sekitar pukul 21.04 WIB.   “Itu dalam rangka peningkatan kemampuan hantar energi listrik dari sub-sistem Gandul ke area Serpong dan sekitarnya, sehingga pelayanan energi listrik PLN dapat lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.   Robert menegaskan, PLN akan terus berupaya meningkatkan pasokan listrik di sistem Jawa Bali khusus Jakarta dengan membangun sekitar 53 Gardu Induk dalam kurun waktu empat tahun dan juga untuk mendukung Pasokan Program pembangunan pembangkit 35.000 MW.   (KML)
Thursday, 17 Dec 2015 - 15:03:49
Foto: SKK Migas CIKANEWS/energi - Pertamina menandatangani "Heads of Agreement" (HoA) antara Total E&P Indonesie dan Index Corporation terkait persiapan untuk alih kelola Blok Mahakam. Pihak Total dan Inpex menyepakati kemitraan hingga 30 persen di Blok Mahakam dari penjualan PT Pertamina (Persero) pada 2017. Kesepakatan akan diteken dalam perjanjian bagi hasil yang ditargetkan rampung pada dua pekan ke depan.   Penandatanganan payung kesepakatan (Head of Agreement) HoA Blok Mahakam dilaksanakan pada Rabu, 16 Desember 2015 di Lobby Utama Gedung Ditjen Ketenagalistrikan. Acara dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Senior VP Asia Pacific Total E&P Olivier Cleret de Langavant, Managing Executive Officer Inpex Corporation Kenji Kawano, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja, dan Gubernur Indonesia untuk OPEC Widhyawan Prawiraatmaja.   Director of Total EP Asia Pacific Olivier Cleret de Langavant selepas penandatanganan mengatakan pihaknya menyepakati pembagian 30 persen itu. “Total dan Inpex akan mengambilnya sama rata, masing-masing 15 persen,"   Komitmen Total dan Inpex tertuang dalam persetujuan komersial (commercial agreement) dan tercakup dalam HoA. Namun, kata Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto, komitmen tersebut dapat dieksekusi setelah nilai aset versi Pertamina selesai dihitung.   Dwi mengatakan pembagian saham adalah Pertamina 70 persen dengan interest 10 persennya merupakan kepemilikan BUMD, dan 30 persen untuk Total E&P Indonesie dan Index Corporation, rinciannya 50:50.   "Ini langkah awal bagi Pertamina dalam persiapan alih kelola, HoA mencakup transfer agreement untuk mempertahankan kelanjutan operasi selama masa transisi pasca-2017 dengan mempertimbangkan hak-hak dan kewajiban semua pihak," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto usai menghadiri penandatanganan HoA di Jakarta, Rabu sore.   Selain persetujuan komersial, HoA juga mencakup kesepakatan pengalihan pengelolaan Blok Mahakam(transfer agreement). Transfer mencakup peralihan semua karyawan operasional dari Total ke Pertamina. Operator lama juga bakal membantu perseroan menyiapkan rencana kerja, anggaran, serta izin terkait, guna kelancaran operasi Pertamina.   "‎Proses pengalihan karyawan Total di Blok Mahakam, menjadi karyawan Pertamina. Jadi dalam hal ini sudah tegas bahwa aspek SDM tidak ada masalah. Karena memang kita mentransfer SDM yang selama ini menangani di sana," ujarnya.   Kesepakatan juga memuat kesediaan Total untuk mempertahankan produksi Mahakam hingga kontrak berakhir. Namun, kata Olivier, Total berencana mengurangi kucuran modal di Blok Mahakam pada 2016 dan 2017 dari rata-rata investasi per tahunnya sebesar US$ 2 miliar.   Kontrak baru ditargetkan dapat ditandatangani sebelum akhir tahun 2015. Kontrak Kerja Sama WK Mahakam akan berakhir pada 31 Desember 2017, dan tidak diperpanjang, serta Pertamina ditunjuk sebagai pengelola WK Mahakam setelah 31 Desember 2017. (DWP)
Wednesday, 16 Dec 2015 - 16:51:17
Foto: bumn.go.id CIKANEWS/energi - Akhir tahun 2015 banyak catatan sejarah yang telah dilewati oleh PT Pertamina (Persero). Krisis yang diakibatkan oleh menurunnya harga minyak mentah dan tekanan depriasi rupiah pada kuartal III 2015 telah berhasil dilewati oleh BUMN ini. Keberhasilan ini telah menyebabkan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto, pada HUT ke 58 Pertamina nyaris tak ada beban. Ia yang memiliki hobi menyanyi , tak mau kalah menunjukkan kebolehannya di hadapan para wartawan yang berkumpul di Hard Rock Cafe, Pacific Palace, Kawasan SCBD, Jakarta, dalam rangka penganugerahan Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2015.   Untuk melewati krisis, Pertamina memang mengembangkan inisiatif yang dikenal dengan 5 pilar strategis. Mulai dari, pengembangan sektor hulu. Efisiensi di semua lini, peningkatan kapasitas kilang, pembangunan infrastruktur marketing dan kinerja finansial konsolidasi 2015, telah membuat Pertamina seakan lulus dari ujian yang maha berat. Bahkan dari 5 pilar strategis tersebut Dwi Soetjipto memastikan, kalau sebelumnya Pertamina banyak mengerem proyek, pada 2016, Pertamina memastikan akan melaksanakan proyek-proyek yang sudah dirancang sebelumnya untuk bisa dilaksanakan.   Ia mencontohkan, proyek pembangunan kilang, yang telah puluhan tahun menjadi wacana, dan membuat ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, dipastikan oleh Dwi Soetjipto akan dilaksanakan. Tidak ada kata menunda, apalagi membatalkan, pembangunan kilang akan dilaksanakan oleh Pertamina.   Selain berhasil keluar dari krisis pada akhir 2015, Pertamina juga dihadapkan dengan era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), yang bertujuan untuk mengatasi masalah ekonomi antar negara ASEAN, sehingga diharapkan krisis sebagaimana terjadi pada tahun 1997 tidak terjadi lagi.   Memang masih ada pro kontra terhadap kehadiran MEA. Ada yang optimis, tetapi ada juga yang ragu-ragu, bahkan pesimis. Sikap semacam itu sah-sah saja dan wajar terjadi. Namun sebagai bangsa yang besar tentu tidak tepat, bila kita hanya terkonsentrasi dengan perdebatan pro dan kontra sebagaimana di DPR. Yang lebih tepat, untuk menghadai era MEA, meminjam sinyal elemen Presiden Joko Widodo yang paling realistis adalah, “Kerja, Kerja dan Kerja”   Dibanding dengan sembilan negara ASEAN, Indonesia memang merupakan negara terbesar. Namun dari sisi pasar, Indonesia hanya 40% pasar yang ada di kawasan ASEAN. Sementara 60% berada di sembilan negara ASEAN.   Fakta semacam itu kiranya yang harus dilihat oleh Pertamina. Sebagai perusahaan dimana pada 2015 berada pada urutan 130 dalam Fortune 500, yang memiliki pendapatan sebesar US$ 79,6 miliar pada pembukuan 2014, dengan total aset US$ 50,3 miliar, Pertamina merupakan raksasa energi di ASEAN.     Tak berlebihan bila Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Nyoman Wiratmadja yakin sektor Migas, khususnya Pertamina harus menjadi kesempatan untuk memenangi persaingan di ASEAN . “Selama ini, sesama negara Anggota ASEAN, sumber daya kita paling maju. Bahkan Pertamina pun juga akan membangun SPBU di Myanmar,” tegasnya.   Pertamina telah membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan lokal Myanmar untuk mengikuti tender di Myanmar. Langkah Pertamina ini jelas merupakan aksi korporat untuk memperluas pasar Pertamina di kawasan ASEAN. Di Hilir, Pertamina juga mempunyai Pabrik Pelumnas di Thailand melalui anak perusahaan, PT Pertamina Lubricants yang mengakuisisi 75% kepemilikan AMACO Productions Co LTD, produsen Pelumnas di Bangkok.   Dalam go internasional, Pertamina juga agresif di sektor Hulu. Selain punya Blok di Irak, Aljazair, Libya, Pertamina juga memiliki Blok di Kawasan ASEAN, tepatnya di Malaysia dan Vietnam. Bahkan peluang untuk menambah blok di Myanmar dan Thailand juga masih terbuka.   Dari realitas semacam itu, kiranya era MEA ini merupakan momentum bagi Pertamina untuk bangkit menjadi raksasa bisnis energi untuk bersaing di kawasan ASEAN. Tak hanya di sektor Hulu, di sektor Hilir peluang untuk masuk ke sembilan negara ASEAN cukup terbuka. Apalagi dengan masuknya Blok Mahakam ke Pertamina pasca 2017, akan membuat Pertamina merupakan produksi gas terbesar di ASEAN   Pertamina ke depan tak cukup hanya memperkuat pasar domestiknya. Dengan era MEA, justru Pertamina mempunya peluang untuk memperlebar pasar internasional di sembilan negara ASEAN. Untuk itu, apa yang sudah dirintis selama ini di berbagai negara sahabat perlu terus diperlihara dan diperluas, agar Pertamina menjadi yang terdepan dalam memperkuat daya saing nasional. (STO)
Tuesday, 15 Dec 2015 - 09:20:26
Foto: Menteri ESDM Sudirman Said menunjukkan kronologis kontrak kerjasama wilayah kerja (WK) blok Mahakam saat memberi keterangan pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/6). Pemerintah menyatakan PT Pertamina (Persero) akan mengelola blok Mahakam mulai 1 Januari 2018 berkerjasama dengan Total, Inpex dan BUMD Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/15. CIKANEWS/energi - Pemerintah menetapkan bonus tanda tangan kontrak baru Blok Mahakam per 1 Januari 2018 yang harus dibayar oleh Pertamina senilai US$ 41 juta (Rp 533 miliar, dengan kurs Rp 13.000. Bonus tanda tangan itu harus dibayarkan menyusul penunjukan Pertamina sebagai pemegang kontrak baru di Mahakam, setelah kontrak Total EP di Blok tersebut habis pada tahun 2017. Tentu pemerintah memiliki hitung-hitungan yang rinci, kenapa Pertamina harus membayar bonus tandatangan secara “komersial” . Bonus semacam itu juga akan diterapkan kepada perusahaan lain, misalnya Total, kalau blok Migas terbesar ini diperpanjang kepada perusahaan Perancis ini.   Di tengah tidak tercapainya target penerimaan pajak dalam beberapa tahun terakhir ini, hingga membuat defisit anggaran negara terus membengkak tiap tahunnya, bonus tanda tangan bisa saja dijadikan strategi untuk menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Bisa dimengerti kalau bonus tanda tangan kepada Pertamina juga diberlakukan secara komersial sebagaimana KKKS lainnya, Rp 41 juta.   Jumlah US$ 41 juta bagi Pertamina mungkin saja tidak terlalu menjadi masalah, sebelum anjloknya harga minyak dunia pada 2014. Namun ketika harga minyak dunia masih saja stagnan, tentu bisa menjadi problem. Mengapa demikian? Karena dengan turunnya harga minyak dunia, Pertamina harus pada 2015 harus menurunkan belanja modal (Capex) dari US 6 miliar menjadi US$ 4,29 miliar untuk mendanai ratusan proyeknya.   Lantas kalau perusahaan negara ini juga harus membayar bonus tanda tangan Blok Mahakam secara komersial, tentu akan menambah beban yang cukup berat bagi Pertamina. Sekalipun pada tahun 2015 Pertamina cukup berhasil untuk memperbaiki struktur keuangan dengan financial impact BTP 119,12%, kebutuhan Capex Pertamina pada 2018 juga akan membengkak, karena untuk investasi di Mahakam dibutuhkan dana antara US$ 1-2 miliar, dan operasional US$ 700 juta.   Dalam kondisi semacam itu, Wardaya Warnika, Mantan Dirjen Migas, yang kini ketua Komisi VII DPR RI tidak setuju dengan tarif besaran bonus tanda tangan yang tinggi kepada Pertamina. Menurutnya, Pertamina harus berpihak kepada BUMN. “Kami tidak setuju BUMN bayar 100%.”   Apa yang disampaikan oleh Wardaya Karnika tersebut kiranya perlu menjadi renungan. Bukannya Pertamina harus gratis dalam membayar bonus tanda tangan Blok Mahakam. Tetapi sebagai perusahaan yang juga membayar pajak dan deviden, kiranya perlu mendapat perlakukan khusus.   Dimana sebagai operator baru di Mahakam, kiranya perlu didorong dan diberikan insentif, agar mampu mengoperasionalkan dan mempertahankan produksi Migas di Mahakam. Bila operasional di Mahakam ini bisa berjalan, maka pajak dan deviden yang harus dibayarkan oleh Pertamina akan bisa mengkonversi pemberian keringanan bonus tanda tangan, bukan? (STO)
Get social & share cika-indonesia.com

Call us (021) 7591 5993

Please call us at office time 08.00 - 17.00 Monday - Friday

Cika-indonesia.com - Copyright © 2024 All rights reserved.