Cika Indonesia
Client Sign In
Shenzhen, Metropolitan Tercepat Dunia
Thursday, 17 Dec 2015 - 17:23:04
Foto: Oobject.com

CIKANEWS/transportasi - Shenzhen merupakan salah satu keajaiban China yang dibangun dari mimpi-mimpi dan mampu diwujudkan dalam waktu singkat. Pertumbuhan Kota Shenzen boleh dibilang paling cepat di dunia, bahkan mungkin dalam sejarah peradaban manusia. Pada tahun 1970-an, Kota Shenzhen hanyalah kampung nelayan miskin dan terbelakang di pesisir Laut Cina Selatan. Waktu itu, banyak warga Cina daratan  yang datang ke Shenzhen hanya dijadikan sebagai pintu masuk menuju ke Hongkong secara illegal.
 
Shenzen mulai berubah sejak dikembangkan menjadi Zona Ekonomi Khusus pada 1 Mei 1980 oleh pemimpin China pada waktu itu Deng Xiaoping. Pemerintah pun membangun dan menyediakan infrastruktur yang sangat memadai guna menarik investasi dari luar negeri.
 
Hanya dalam kurun waktu 35 tahun, kota 'Nelayan' atau dikenal juga dengan “Kota Kotoran Bebek” ini kini telah menjadi kota metropolitan baru menyaingi Beijing, Guangzho, Shanghai dan Hongkong. Kota dengan luas  wilayah 2.020 kilometer persegi atau tiga kali lebih besar dari Kota Jakarta ini, menjelma menjadi kota metropolitan tercepat di dunia. Sebagian orang juga meyakini, berkat Shenzhen, China menjadi kota investor global terbesar kelima di dunia.
 
Berbagai infrastruktur transportasi dibangun besar-besaran dengan konsep ramah lingkungan. Jalan raya di Kota Shenzhen lebar-lebar, setidaknya ada 4 lajur,  menariknya  nyaris tidak ada kemacetan sama sekali. Masyarakatnya lebih dari 80% lebih menyukai menggunakan fasilitas transportasi publik, kereta (subway/metro), bus umum dan taksi. Transportasi publik terutama subway, banyak digunakan masyarakat, karena nyaman, aman, tepat waktu, efisien, dan murah.

Saat ini, konektivitas Shenzhen dengan kota-kota besar di China telah terhubung dengan kereta cepat (High Speed Railway/HSR).  Kereta cepat di Kota Shenzhen dengan kecepatan maksimum 250 km/jam hingga 350 km/jam telah dikembangkan sejak 2005. Kereta cepat yang terbaru yang beroperasi pada 2012 menghubungkan Shenzhen, Changsa dan Wuhan dengan jarak tempuh hanya 48 menit.

Kehadiran kereta cepat telah memudahkan migrasi besar-besaran ke Kota Shenzhen. Tak heran pendudukan Shenzhen mayoritas kaum urban. Bayangkan dari jumlah penduduk sekitar 30 ribu jiwa pada tahun 1979, kini mencapai 12 juta jiwa dengan pendapatan per kapita US$ 13.581 atau Rp 190 juta/tahun (kurs 14.000). Pertumbuhan ekonomi Shenzhen juga yang sangat fantastis mencapai 25,8% pada tahun 2011, sementara China secara keseluruhan sekitar 9,8%.

Di bidang properti, Shenzhen kini telah menyalip Shanghai sebagai kota paling mahal di China untuk rumah baru. Ini terjadi sejak Juli 2015, setelah harga rumah di kota ini mengalami lonjakan pada April 2015. Harga rumah baru di Shenzhen tumbuh 7,84 persen pada Juli menjadi 33.698 yuan per meter persegi.
 
Selain peningkatan harga, Shenzhen juga menawarkan keuntungan tertinggi di antara sepuluh kota lainnya yang disurvei South China Morning Post (SCMP) dan China Real Estate Data Academy (Creda). Menurut indeks SCMP-Creda, Shenzhen mendapatkan kembali mahkota sebagai pemuncak setelah terpuruk pada Maret 2014 lantaran cepatnya kota ini merespons kemerosotan bisnis dan industri properti.

(KML)
 

Call us (021) 7591 5993

Please call us at office time 08.00 - 17.00 Monday - Friday

Cika-indonesia.com - Copyright © 2026 All rights reserved.