foto: wikidpr.com
CIKANEWS/energi - PT Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Gas, sepakat melakukan sinergi dan kerjasama operasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sinergi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi agar harga gas menjadi lebih murah.
Selain dinilai akan menguntungkan negara, Kerja sama operasi Pertamina Gas dan PGN ini dapat menjadi solusi termudah untuk mengatasi tumpang tindih pembangunan pipa dan penyaluran gas. Hal ini dapat mengatasi inefisiensi infrastruktur karena dapat saling memanfaatkan aset satu sama lain. Sinergi kedua perusahaan ini juga akan menguntungkan konsumen karena harga gas akan menjadi lebih murah.
Pengamat gas M Kholid Syerazi mengatakan, sinergi merupakan jalan terbaik untuk mengatasi mahalnya harga gas di Tanah Air. Harga gas di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Jika hal itu dibiarkan, dapat melemahkan daya saing dan akan membuat guncang banyak industri.
Seperti diketahui bahwa Nota kesepahaman kerja sama operasi Pertagas dan PGN diteken oleh Dirut Pertamina Dwi Soetjipto dan Dirut PGN Hendi Prio Santoso yang disaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno di KM Kelud pada 20 November 2015. Dalam pertemuan tersebut disepakati pembentukan joint committee di bawah kendali Kementerian BUMN.
Pertemuan dilanjutkan pada 3 Desember 2015 yang membahas soal
joint committee. Pertamina Gas dan PGN menempatkan perwakilan pada level senior manager. Keduanya lantas menjalin sinergi dengan memanfaatkan pipa–pipa distribusi dan transmisi, termasuk berkongsi menetapkan area operasi yang dapat dikerjasamakan.
Sekretaris Perusahaan Pertagas, Adiatma Sardjito menyebut joint committee sejalan dengan program sinergi dari Kementerian BUMN serta pemanfaatan pipa gas juga seiring Peraturan Menteri ESDM 19/2009 Pasal 13 dan Peraturan Pemerintah 36/2009 Pasal 31.
Kementerian BUMN berharap agar PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) segera bersinergi. Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut, sinergi pertama yang bisa dilakukan Pertagas dengan PGN adalah dengan melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan jaringan gas bersama-sama. Skema sinergi ini diharapkan sudah bisa berjalan di tahun 2016.
(YAS)