foto: Kampoeng BNI Imogiri, DIY. foto: simpelwomen.blogspot.com
CIKANEWS/perbankan - Pertumbuhan usaha kecil berbasis komunitas atau sentra yang terintegrasi akan menjadi perhatian perbankan di tengah tren pelemahan ekonomi nasional. Seperti halnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang akan menjadikan beberapa Kampoeng BNI yang berdekatan dengan lokasi wisata menjadi Desa Wisata sebagai strategi menggenjot bisnis berbasis komunitas.
Sekretaris Perusahaan BNI Suhardi Petrus menjelaskan, dalam mengembangkan capacity building ini, BNI menjadikan Kampoeng BNI Wisata Borobudur, di Desa Wanurejo, Magelang sebagai benchmarking. Diharapkan, sepuluh Kampoeng BNI lainnya bisa menjalankan praktik yang ada di sana. Kampoeng BNI Wisata Borobudur dipilih sebagai benchmarking karena daerah lain bisa belajar langsung mengenai pengelolaan daerah wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Menurut Petrus, Kampoeng BNI Wisata Borobudur dipilih sebagai benchmarking, karena daerah lain bisa belajar langsung mengenai pengelolaan daerah wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
"Dengan menjadi Desa Wisata, diharapkan akan mendukung pemasaran dan penjualan produknya sekaligus mendatangkan wisatawan yang berarti menjadi nilai tambah perekonomian daerah setempat,"ujar Suhardi di Magelang, Senin (28/12).
Sebagian besar Kampoeng BNI yang didorong menjadi Dewa Wisata ini memiliki basis usaha inti di sektor ekonomi kreatif, seperti batik, kerajinan, dan tenun.
Koordinator Sentra Kredit Kecil BNI Magelang Daniek Widyaningrum mengatakan, usaha kecil di Kampoeng BNI Wisata di Borobudur memiliki potensi bagus ke depannya. Hingga November 2015 pihaknya telah menyalurkan KUR mencapai Rp1,54 miliar. Tahun depan pihaknya menargetkan dapat menyalurkan hingga tiga kali lipat dari target tahun ini.
”Kami sedang menghitung potensi penyerapan KUR di Kampoeng BNI Wisata Borobudur. Kemampuan untuk kredit komersial masih jarang di sini. Tahun depan kami ingin naikkan penyaluran hingga tiga kali lipat,” ujar Daniek dalam kunjungan media ke Kampoeng BNI Wisata Borobudur, di Desa Wanurejo, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/12).
Program Kampoeng BNI Wisata Borobudur yang sudah berjalan setahun itu dimulai dari program kredit kemitraan kepada pelaku usaha mikro di sekitar Candi Borobudur. Kredit kemitraan yang berupa pinjaman lunak tersebut, akan diberikan ke usaha mikro perorangan yang belum memiliki akses keuangan.
Dalam Kampoeng BNI, program PKBL (Program Kerja Bina Lingkungan) BNI tidak sekadar menyalurkan pembiayaan usaha, namun juga memberikan capacity building atau pelatihan peningkatan kapasitas, misalnya pelatihan motif tenun sesuai keinginan pasar internasional, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pemasaran yang efektif, dan pelatihan lainnya sesuai kebutuhan mitra binaan.
Selain itu, BNI memberikan bantuan sarana dan prasarana di dalam Kampoeng BNI, misalnya showroom, packing house, balai pertemuan, dan juga sarana sosial masyarakat. BNI juga memberikan bantuan pendidikan kepada keluarga mitra binaan berupa beasiswa dan sarana pendidikan lainnya.
(KML)