Pertamina: Harga Premium Masih Tahap Rencana
Thursday, 17 Mar 2016 - 15:46:05
foto: tempo.co
CIKANEWS/energi - Pemerintah mengisyaratkan segera mengevaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) pada akhir bulan ini terutama untuk Premium dan Solar. Pemerintah masih memberikan subsidi untuk Solar Rp1.000 per liter.
Harga bahan bakar minyak jenis Premium berpeluang turun hingga Rp6.000-an per liter dibandingkan dengan harga saat ini Rp7.050 per liter seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah di pasar global.
“Pasti turun, bisa sampai Rp 6.000-an per liter,” ucap Deputi Pengelolaan Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna kepada wartawan, di Batam, Senin (14/3/2016).
Sementara Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menyatakan bahwa penurunan harga itu sangat mungkin diikuti dengan premium. Namun, dia belum bisa menyebut besarannya karena masih dikaji pemerintah. “Turun sih. Ada rencana untuk beberapa perubahan,” ungkap dia.
Perubahan yang dimaksud adalah rencana mencabut subsidi solar yang kini diberikan Rp1.000 per liter. Lantas, ada rencana baru yang dimatangkan berkenaan dengan mekanisme penentuan harga BBM. Yakni, menggabungkan histori harga minyak dunia selama tiga bulan dengan prediksi tiga bulan mendatang. “Masih dibahas, pasti 1 April berlaku,’’ ujarnya.
Namun, Ahmad tidak bisa menjelaskan dengan terperinci soal cara baru tersebut. Termasuk efeknya pada penetapan harga baru premium dan solar nanti. Yaitu, membuat penurunan tidak lagi banyak atau justru lebih menguntungkan kantong konsumen.
Sebagaimana diwartakan, cara penentuan harga BBM saat ini cukup sederhana. Harga baru mengacu pada komponen-komponen pembentuk BBM yang terjadi pada tiga bulan sebelumnya. Dia yakin betul pemerintah memberikan harga BBM terbaik bagi masyarakat.
“Pemerintah juga memperhatikan aspek sosial. Begitu naik, pasti pemerintah menahan supaya tidak segera menaikkan harga,” tuturnya.
(MAL)